
Selama berhari-hari dia mengarungi luasnya laut bersama dengan puluhan ABK lain yang tidak semuanya dia kenal.
Hingga akhirnya setelah dua minggu berlalu, mereka sampai di laut maluku. Lalu malam harinya, masing-masing ABK mulai memasang alat pancingnya untuk menangkap cumi.
Indra yang masih pemula, tidak membiarkan dirinya planga-plongo cukup lama. Dia memasang mata dan membuatnya sinkron dengan otaknya, agar setiap cara yang dilakukan oleh para ABK senior bisa segera ditirunya dan diterapkannya.
Tak disangka dia belajar cukup cepat seolah hatinya sudah terikat menjadi pelaut. Dengan teknik yang dipelajarinya dia berhasil menangkap beberapa cumi.
Sepanjang malam itu sampai pagi harinya dia dan para ABK akan terus memasang pancing mereka dan mengumpulkan sebanyak mungkin cumi.
Menahan angin malam yang dingin, dan terkadang badai demi tiap ekor cumi-cumi yang akan menjadi pundi-pundi rupiah.
Lalu esok paginya mereka akan menyerahkan hasil tangkapan itu pada sang kapten. Setiap ABK mempunyai catatannya tersendiri.
Kemudian cumi-cumi yang telah terkumpul itu akan disimpan di dalam peti penyimpanan yang berisi banyak es.
Pada minggu pertama, perubahan iklim mulai terasa nyata pada tubuh Indra. Belakangan badannya mulai gatal-gatal akibat mandi pakai air laut. Juga mentari siang yang begitu menyengat, membuat kulitnya perlahan hitam dan kusam. Namun semua itu tidak menjadi masalah asalkan mendapat banyak tangkapan setiap harinya.
Meraka hanya ditugaskan untuk menangkap cumi-cumi. Jika tanpa sengaja pancing mereka menangkap ikan yang lain, mereka akan melemparkannya lagi ke dalam laut, karena setiap kapal sudah mempunyai tugasnya tersendiri.
**********
__ADS_1
Hari demi hari tangkapan para ABK cukup memuaskan, seolah setiap cumi-cumi berenang mendekati pancing mereka dan sengaja terperangkap. Sehingga mereka bisa menangkap berton-ton cumi-cumi yang ukurannya lumayan besar.
Kemudian ketika mereka akan menyerahkan semua tangkapan itu pada salah satu kapal yang khusus, biasanya mereka akan berlabuh selama beberapa waktu di sana sebelum akhirnya kembali ke tengah laut lagi.
Para ABK itu biasanya akan meminjam uang ke kantor melalui sang kapten untuk mereka gunakan sewaktu di darat.
Ketika dilihatnya para ABK itu meminjam cukup banyak uang, Indra pun ikut-ikutan.
Sebagian dari ABK itu akan mengirimkan uangnya pada istri dak anak mereka di kampung, tapi sebagian besar mereka foya-foyakan.
Ketika berlabuh para ABK itu senang minum-minum sampai mabuk dan membelanjakan uang mereka dengan boros.
Hampir sebagian besar dari para ABK itu adalah kepala keluarga, namun tindakan mereka seperti pria lajang yang hidupnya bebas, yang tidak memikirkan masa depan keluarganya. Bagi mereka, asalkan sudah mengirim sedikit uang untuk istri dan anak mereka, hidup mereka dapat bebas setelahnya.
Meski uang yang mereka pinjam jumlahnya cukup banyak, namun seringkali uang itu tidak cukup. Seringkali uang itu sudah habis esok harinya ataupun lusa.
Namun untuk kembali ke tengah laut dan menangkap cumi-cumi, masih cukup lama. Maka mereka biasanya akan menjual ponsel mereka dan bersenang-senang lagi.
Semakin hari pinjaman mereka semakin besar.
Karena setiap kali berlabuh, mereka diperbolehkan meminjam uang, dan pembayarannya akan dipotong gaji.
__ADS_1
*********
Tangkapan mereka juga Indra seringkali memuaskan. Hingga dia berpikir, "Ternyata enak juga yah jadi ABK. Duitnya banyak. Nggak perlu bayar kos, apalagi pikirin uang makan. Semua sudah tersedia. Mau makan ikan segar setiap hari, ada. Mau mengopi, ada. Mau makan mie instan, ada. Daripada dulu waktu kerja di darat, Susah! Jangankan senang-senang, buat makan pun susah!
Namun para ABK itu sering kali kurang tidur. Karena mereka akan memancing saat tengah malam. Dan sewaktu angin kencang dan ombak tiba-tiba datang, mereka akan susah kembali ke pinggir. Juga dinginnya angin malam, dan hujan yang turun sewaktu malam, tetap saja mereka harus memancing.
**********
Suatu hari beberapa ABK kembali mengajukan pinjaman, namun setelah beberapa hari pinjaman itu diberikan, para ABK itu melarikan diri.
Sang kapten yang merasa ditipu itu segera menghubungi para kapten kapal yang lain dan memberi tahu identitas mereka. Sehingga jika mereka pindah ke kapal yang lain, mereka akan tertangkap.
Beberapa ABK ada yang berhasil lolos namun ada juga yang tertangkap.
Ketika kapten kapal yang lain mendapati ada ABK yang baru yang melarikan diri ada di kapalnya, dia akan segera melapor pada kapten yang tertipu itu.
Lalu para ABK yang lain akan menahannya dan menyerahkannya pada sang kapten, lalu dia diserahkan ke kapalnya yang sebelumnya.
Sang kapten kapal yang tertipu itu akan memerintahkan para ABK di sana untuk menghajar ABK yang melarikan diri itu.
Pertunjukan kekerasan pun terjadi di depan matanya untuk pertama kalinya. ABK itu dihajar habis-habisan hingga babak belur dan muntah darah. Lalu dia dibiarkan tetap di sana sampai keadaannya pulih dan bisa membayar semua hutang-hutangnya.
__ADS_1
Kejadian itu membuat Indra takut untuk berbohong dan melarikan diri. Sehingga dia tidak berniat mengikuti jejak ABK yang lain yang sering kali melarikan diri