LYANA

LYANA
episode 10


__ADS_3

Lyana pun menangis saat dirinya tidak berdaya akan keadaan seperti ini. Lyana menangis dengan semua yang terjadi padanya. Masalah datang silih berganti di kehidupan Lyana, dia sudah cukup menderita akan keadaannya yang harus berjuang untuk keluarganya. Semua beban Lyana tanggung dan dia tidak pernah mengeluh, tapi sekarang dia harus mengalami hal terburuk di dalam hidupnya, yaitu kehilangan kesuciannya dengan orang yang sama sekali dia tidak kenal.


Bahkan hal terburuknya adalah dia harus mengalami pelecehan seksual dengan orang yang saat ini tengah tertidur lelap di ranjang yang menjadi saksi bagaimana kejinya lelaki itu merenggut kesuciannya.


''Ya Allah, cobaan seperti apa lagi ini, hiks hiks. Tidak kah cobaan hidupku sudah menderita dan kini Engkau kembali memberikan cobaan yang merenggut masa depanku, hiks. Hamba benar benar tidak bisa menanggung semua beban ini sendirian. Hamba juga ingin merasakan seperti mereka yang hidup bahagia dengan keluarganya tanpa harus menanggung semua beban ini, hiks hiks.'' tangis Lyana mengeluarkan semua rasa jenuhnya pada kehidupan yang selama ini dia alami.


Cobaan demi cobaan Lyana alami dan kini dia harus kembali menanggung cobaan yang begitu berat dalam hidupnya. Lyana sudah tidak tau lagi, bagaimana kisah selanjutnya dalam hidupnya. Karena keadaan sekarang membuat Lyana merasa sangat kotor dan juga jijik.


''Aku benci pada hidupku, aku benci pada tubuh ini dan aku benci semua yang ada dalam diriku!!!'' teriak Lyana sambil menangis sesegukan.


Tidak ada orang yang bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Lyana. Lyana hanya bisa menangis seorang diri dengan kesakitan yang dia rasakan dalam tubuh dan juga jiwanya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat dia pun mulai tenang dan mengambil pakaiannya. Lyana berjalan sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya apalagi pada bagian intim dia. Lyana tidak bisa berjalan normal, dia menyeret kakinya yang memang terasa sangat lemas dan juga sakit.


''Ya Allah, tolong bantu hamba untuk keluar dari sini hiks hiks.'' ucap Lyana sambil terus berusaha berjalan keluar dari hotel ini.


Lyana harus segera pergi sebelum banyak orang yang berdatangan. Karena jika sampai semua orang melihat keadaan Lyana seperti ini pasti mereka akan berfikir negatif pada Lyana.


Dan setelah perjuangannya, akhirnya Lyana bisa keluar dari ruangan tersebut dan dia langsung memesan taksi yang berada di dekat hotel tersebut.


Sedangkan di tempat lain, saat ini Putri tengah kebingungan saat Lyana belum juga tiba di kostan nya. Karena sudah sejak semalam Lyana belum pulang juga, apalagi Lyana masih belum memiliki hp jadi sangat sulit untuk Putri menghubungi Lyana.


Sebenarnya sudah sejak tadi malam, Putri berusaha untuk mencari Lyana. Putri menelfon semua karyawan yang bekerja di hotel tersebut dan mereka bilang sudah tidak ada orang disini. Putri pun merasa sangat cemas hingga sampai pagi ini Lyana belum juga kembali.

__ADS_1


''Aku harus segera menelfon polisi, aku benar benar takut terjadi sesuatu pada Lyana.'' Putri pun mengambil jaketnya dan berniat untuk pergi kekantor polisi.


Meskipun saat ini keadaannya belum cukup sehat, tapi Putri memaksakan dirinya untuk mencari Lyana dan melapor kepihak berwajib. Putri sudah tidak memikirkan keadaanya, karena yang terpenting saat ini adalah Lyana.


Dan saat Putri membuka pintu kostannya, dia melihat Lyana dengan keadaan rambut yang acak acakan, pakaian yang beberapa sisinya sudah robek ditambah lagi mata Lyana yang bengkak seperti menangis semalaman.


''Lyana!!'' Putri sangat terkejut saat melihat keadaan Lyana yang sangat memprihatinkan.


Sedangkan Lyana, dia hanya diam tidak menjawab ataupun memberi respon apapun pada Putri.


Dengan cepat, Putri pun membawa Lyana untuk masuk kedalam dan menyuruhnya untuk duduk. Putri pun mengambilkan air untuk Lyana, dengan tangan gemetar Putri berfikir bahwa Lyana telah diperkosa.

__ADS_1


Bahkan saat ini air matanya jatuh tanpa bisa dia cegah. Dia sangat sedih saat melihat keadaan Lyana yang seperti ini.


''Kamu minum dulu ya.'' ucap Putri memberikan air mata Lyana. Tapi tatapan Lyana tetap kosong, dia bahkan tidak berkata apapun ssmenjak dia tiba di kostannya.


__ADS_2