
Setelah menempuh perjalanan selama satu jam kurang, kini mereka berdua pun telah tiba di sebuah pantai yang tampak sangat indah dengan deburan ombak yang terdengar dari kejauhan.
''Justin, apakah kita akan pergi ke pantai??'' tanya Lyana dengan antusias dan juga wajah bahagianya saat dia mendengar suara deburan ombak.
''Benar, Lyana. Kita akan pergi ke pantai, apakah kamu suka pantai??'' tanya Justin dengan senyuman di wajahnya saat dia melihat bagaimana bahagianya Lyana.
''Tentu saja aku sangat menyukai pantai, apalagi aku dari dulu aku sangat ingin pergi ke pantai.'' jawab Lyana dengan perasaan tidak sabar untuk bisa melihat pantai.
''Apa maksudmu dari dulu ingin pergi ke pantai, apakah kamu tidak pernah pergi ke pantai??''
''Tidak, aku sama sekali tidak pernah pergi berlibur ataupun pergi ke manapun tempat yang aku inginkan karena selama ini aku hanya bekerja untuk mendapatkan uang bagi keluargaku. Aku sama sekali tidak memiliki waktu untuk bersenang senang karena bagiku kebahagiaan keluargaku adalah kebahagiaanku juga.'' jawab Lyana dengan mengingat bagaimana dulu kehidupannya di kampung.
Mendengar cerita Lyana, Justin juga seperti merasakan apa yang saat ini dirasakan oleh Lyana. Ada perasaan bahwa Justin ingin membahagiakan Lyana dan melupakan semua kenangan pahit di dalam hidup Lyana.
__ADS_1
''Lyana, mulai sekarang aku berjanji padamu bahwa aku tidak akan pernah membuatmu merasakan kesedihan lagi. Aku akan menghilangkan semua kenangan pahit di dalam hidup kamu, aku akan mengganti semua kenangan pahit itu dengan kebahagiaan.'' ucap Justin sambil memegang tangan Lyana dengan lembut dan juga mesra.
Lyana melihat kearah tangan Justin yang saat ini sedang memegang tangannya. Ada perasaan bahagia saat Justin mengatakan bahwa Justin akan membahagiakan dirinya hanya saja Lyana tau bahwa pernikahan ini bukanlah pernikahan yang Lyana harapkan karena antara dirinya dan juga Justin hanyalah dua orang yang bersama karena sebuah keadaan.
Lyana langsung menarik tangannya saat Justin memegangnya. Kini Lyana melihat kearah depan dengan menguatkan perasaannya bahwa dia tidak boleh terlalu berharap kepada Justin meskipun saat ini dirinya telah jatuh cinta kepada Justin.
''Berhentilah mengatakan sesuatu yang akan membuatku berharap lebih padamu, Justin. Bagaimana jika nantinya aku tidak ingin melepaskan kamu??'' ucap Lyana sambil menatap kearah depan tanpa melihat kearah Justin yang saat ini sedang melihatnya.
''Kita sudah sampai di pantai, aku ingin segera turun.'' kata Lyana langsung memotong pembicaraan Justin agar Lyana tidak berharap lebih kepada Justin.
Setelah mobil Justin berhenti, Lyana pun langsung keluar dan berlari kecil untuk menghindari Justin.
''Lyana, hati hati jangan sampai kamu terjatuh!!'' teriak Justin saat melihat Lyana berlari menuju ke pantai.
__ADS_1
''Tenang saja, aku bisa menjaga diriku sendiri.'' jawab Lyana sambil berteriak karena saat ini mereka berdua berada di dalam jarak yang jauh.
Lyana pun berlari kearah ombak dan menikmati indahnya pantai yang sama terlihat cukup sepi. Lyana melihat kearah kakinya yang saat ini di terjang ombak kecil, entah mengapa dengan tiba tiba hati Lyana merasa sangat sedih saat mengingat bagaimana obrolan mereka berdua tentang hubungan ini.
''Maafkan aku, Justin. Aku harus menghindari semua ini, aku tidak serakah dengan menginginkan kamu untuk selalu bersama denganku selamanya. Aku mencintai kamu, itu sudah lebih dari cukup bagiku dan aku tidak akan mengharapakan apapun lagi.'' gumam Lyana sambil menundukkan kepalanya dengan air mata yang menetes.
Tiba tiba seseorang datang berteriak memanggil nama Lyana.
''Lyana!!, cepatlah kemari!!'' teriak Justin sambil melambaikan tangannya agar Lyana menghampiri dirinya.
Lyana pun menuruti apa yang dikatakan oleh Justin, dan saat Lyana sudah hampir dekat dengan Justin. Dia dengan samar samar melihat seorang wanita dan saat Lyana melihat lebih dekat lagi ternyata dia adalah Sherina.
''Sherina??'' gumam Lyana sambil melihat kearah Justin dan juga Sherina yang saat ini sedang bersama.
__ADS_1