LYANA

LYANA
episode 17


__ADS_3

Saat ini Lyana dan juga Putri telah tiba di hotel tempat dia bekerja. Dan saat Lyana melihat hotel itu, bibir Lyana gemetar seperti merasakan ketakutan.


''Kau harus tenang Lyana. Kau tidak boleh kalah dengan rasa takut ini, kau harus bekerja. Ingat keluargamu di rumah, saat ini mereka tengah membutuhkanmu. Jadi baunglah rasa takut itu.'' ucap Lyana dalam hati dengan menenangkan dirinya sendiri.


Putri yang melihat gelagat aneh dari Lyana pun memegang bahu Lyana.


''Kau kenapa Lyana??'' tanya Putri sambil melihat wajah Lyana yang tampak pucat bahkan tangannya mengeluarkan keringat dingin.


''Jika kamu merasa tidak enak badan, lebih baik kita pulang saja.'' ajak Putri saat melihat keadaan Lyana yang seperti ini.


''Tidak, aku tidak apa apa, Put. Aku tidak ingin pulang, aku harus bekerja.'' jawab Lyana menolak ajakan Putri.


Lyana pun berjalan mendahului Putri, dan Putri yang melihat Lyana masuk kedalam hotel lalu mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


Saat ini mereka berdua pun telah tiba di ruangan para karyawan dan Lyana pun menaruh tasnya.


''Lyana!!. Kamu sudah sembuh??'' tanya Siska memanggil Lyana yang saat ini tengah bersiap siap untuk bekerja.


''Alhamdulillah, Mbak. Saya sudah sembuh.'' jawab Lyana dengan menundukkan kepalanya.


''Maafkan saya ya Lyana. Saya belum sempat menjenguk kamu, karena semenjak kamu libur banyak sekali pekerjaan yang keteteran. Dan mau tidak mau saya harus membantu karyawan lainnya.'' ucap Siska sambil memegang tangan Lyana.


''Tidak apa Mbak. Lagian saya cuma sakit biasa kok,''


''Iya Mbak. Terima kasih banyak.'' jawab Lyana


Sebenarnya tidak ada orang yang tau akan kejadian yang menimpa Lyana waktu itu. Bahkan Siska pun tidak mengetahui bahwa Lyana mengalami pelecehan di hotel ini. Karena memang tidak ada laporan dan juga ruang cctv di hotel ini sangat terbatas. Hanya ada beberapa cctv di tempat yang dianggap sangat penting untuk dipasang cctv.

__ADS_1


Lyana pun mulai melakukan tugasnya, yaitu membersihkan kamar yang sudah dipakai oleh tamu yang datang menginap di hotel ini.


Lyana masuk kesebuah kamar yang tampak berantakan. Tiba tiba di kepalanya terbesit kejadian yang menimpanya waktu itu. Lyana memegang kepalanya dan terduduk diatas lantai.


''Tidak!!. Jangan, ku mohon jangan Sentuh aku!!'' teriak Lyana sambil menutup telinganya.


Saat ini Lyana berperang dengan pikiran dan juga jiwanya. Rasa trauma dalam dirinya membuat Lyana tidak bisa menahan ketakutan yang dia rasakan.


Setelah beberapa jam Lyana merasakan ketakutan tanpa ada orang yang menolongnya karena memang saat ini para karyawan tengah sibuk dengan tugas mereka masing masing.


Lyana pun mulai membuka matanya dan berusaha untuk berdiri. Lyana sudah cukup lebih tenang, Lyana berjalan untuk membereskan kamar ini meskipun dalam hatinya Lyana sangat ketakutan. Tapi sebisa mungkin Lyana harus bisa melawannya karena dia harus bekerja. Dia tidak bisa terus terperangkap dalam rasa trauma dan juga depresinya.


Lyana harus bangkit dan memulai kehidupannya dari awal. Meskipun semua ini sulit, tapi Lyana harus kuat demi keluarga yang menantinya di kampung.

__ADS_1


''Kau bisa Lyana, kau harus bisa melawan rasa takutmu ini. Kau harus berjuang untuk dirimu, kau tidak boleh kalah. Ingat, Ibu dan juga Rika saat ini tengah membutuhkanmu. Jadi kau harus bekerja keras agar kau bisa segera kembali kekeluargaan mu.'' ucap Lyana dalam hati dengan menguatkan agar dia bisa melawan semua rasa takutnya ini.


__ADS_2