LYANA

LYANA
episode 32


__ADS_3

Max dan semua pengawal pun langsung menghampiri Justin yang saat itu berada di sampingnya. Max menatap Justin dengan pandangan aneh, wajah yang kotor, baju yang dipenuhi oleh sampah dan bau yang sangat busuk.


''Tuan, apakah anda beneran Tuan Justin??'' tanya Max melihat kearah lelaki itu sambil menutup hidungnya karena bau busuk dari tubuh Justin yang sangat menyengat.


Justin memejamkan matanya lalu memukul kepala Max yang masih bertanya apakah dirinya Justin atau bukan.


''PPLLAAKK'' Justin memukul kepala Max karena dia sudah berani tidak mengenali dirinya.


''Aaawww, sakit.'' ringis Max sambil memegang kepalanya yang dipukul oleh Justin.


Max pun sudah yakin bahwa lelaki yang berada didepannya saat ini adalah Tuannya yaitu Justin. Karena hanya Justin lah yang berada memukul kepala Max.


''Berani sekali kau tidak mengenaliku Justin!!. Apakah matamu buta sehingga kau tidak bisa melihat keberadaan ku di dekat kalian Hah!!'' bentak Justin pada Max dan juga semua pengawalnya.

__ADS_1


''Maafkan saya Tuan, saya benar benar tidak tau jika orang yang berdiri di dekat tempat sampah itu adalah Tuan. Saya pikir itu adalah seorang pemulung.'' kata Max meminta maaf pada Justin tapi dia masih berani mengatakan bahwa Justin sudah seperti seorang pemulung.


Mendengar Max mengatakan bahwa dirinya seperti seorang pemulung. Justin dengan marah kembali memukul kepala Max hingga membuat Max kembali meringis karena pukulan Justin yang cukup keras.


''Benar benar kurang ajar kau ya Max!!. Kau berani mengataiku seorang pemulung, kau benar benar ingin gaji mu di potong!!'' bentak Justin pada Max.


''Ah tidak Tuan, bukan seperti itu maksud saya. Maksud saya tadi saya tidak mengenali Tuan karena saya pikir itu bukan Tuan.'' ucap Max berusaha menjelaskan perkataannya tadi.


Semua pengawal dan juga Max mengikuti Justin dari belakang tanpa ada yang berani berbicara sepatah katapun.


Sedangkan ditempat lain saat ini Lyana tengah menenangkan dirinya karena tadi dia bertemu dengan Justin. Sebenarnya tadi ada perasaan takut dan juga ingatan tentang kejadian itu teringat dalam benak Lyana. Tapi Lyana bisa mengendalikan pikiran dan juga tubuhnya agar tida terlihat lemah di depan Justin.


Dan saat ini Lyana pun langsung mengambil obat penenang agar dia tidak merasa ketakutan dan juga panik. Putri yang melihat keadaan Lyana yang tampak ketakutan dan juga gemetar langsung menghampiri Lyana.

__ADS_1


''Lyana, kamu kenapa??'' tanya Putri menghampiri Lyana yang saat ini tengah meminum obat penenangnya.


Lyana pun langsung meminum obat itu sambil berpegangan pada tubuh Putri yang saat ini berada di sampingnya.


''Lyana, apa yang terjadi sebenarnya. Kenapa kamu sampai seperti ini??'' tanya Putri kembali saat Lyana sudah merasa sedikit tenang setelah meminum obat itu.


''Tadi aku bertemu dengan lelaki itu lagi, Put. Bahkan dia juga berani menghinaku bahwa aku hanya menginginkan hartanya dan menjadi Nyonya di rumah lelaki itu.'' ucap Lyana dengan bibir gemetar dan wajah pucat.


Mendengar penuturan Lyana, Putri pun menjadi marah dan berfikir untuk menemui lelaki itu.


''Benar benar lelaki tidak tau diuntung!!. Seharusnya dia bersyukur kita tidak melaporkan masalah ini kepolisi, tapi dia malah berfikir bahwa kami hanya menginginkan uangnya.'' ucap Putri dengan nada kesal saat dia mengingat bagaimana sikap Justin yang sangat kurang ajar pada Lyana.


''Sudahlah Put, aku tidak ingin membahas tentang lelaki itu. Aku sekarang ingin pulang saja, Put.'' pinta Lyana pada Putri agar dia bisa pulang karena saat ini keadaannya sedang tidak baik baik saja.

__ADS_1


__ADS_2