
Lyana pun menatap lelaki yang ada didepannya itu dengan wajah penuh keterkejutan. Ingatan malam itu kembali terngiang dalam benak Lyana, ingatan yang selama ini membuat hidup Lyana tidak tenang dan diselimuti ketakutan.
''Pergi!!'' teriak Lyana mengusir lelaki itu yang tak lain adalah Justin.
''Tuan,'' Max langsung melihat kearah Justin yang tampak sangat bersalah pada Lyana.
Justin pun langsung menghampiri Lyana yang saat ini tampak ketakutan saat melihat Justin.
''Tolong tenang dulu, aku datang kesini bukan untuk berniat jahat. Aku meminta maaf padamu.'' kata Justin berusaha untuk berbicara baik baik dengan Lyana.
''Tidak!!. Aku tidak ingin berbicara sama kamu, kamu lelaki jahat!!. Sekarang pergi dari sini!!'' teriak Lyana penuh histeris.
Putri yang baru saja tiba di Kostannya tiba tiba mendengar suara Lyana yang menjerit. Putri pun langsung berlari untuk menuju ke kostannya.
''Lyana!!'' panggil Putri.
Dan saat ini Putri tampak bingung dengan kehadiran dua lelaki asing yang berada di luar kamar Kost-annya.
''Kalian siapa??'' tanya Putri langsung menghampiri Lyana yang saat ini tampak ketakutan.
''Aku..aku..-'' Justin tidak bisa meneruskan kata katanya. Dia tidak tau harus mengatakan apa tentang dirinya.
__ADS_1
''Maaf Nona. Kami berdua ingin bertemu dengan Nona Lyana,'' kata Max berbicara pada Putri yang saat ini tampak kebingungan.
Justin pun memundurkan langkahnya dan membiarkan Max untuk berbicara dengan Putri. Justin tidak menyangka bahwa kejadian malam itu akan berdampak buruk pada wanita itu. Tubuh Justin tiba tiba merasa bergetar dengan rasa bersalah yang mendalam.
''Ada urusan apa kalian ingin berbicara dengan Lyana dan kenapa kenapa temanku tiba tiba menjadi seperti ini??'' tanya Putri dengan nada tegas sambil menatap tajam kearah Max dan juga Justin.
Max pun melihat kearah Justin yang saat ini menundukkan kepalanya.
''Tuan, bagaimana kita harus menjelaskannya??'' tanya Max pada Justin yang saat ini tampak bingung.
''Aku tidak tau Max, aku tidak tau.'' Justin seperti orang linglung.
''Nona, bagaimana jika kita membicarakan masalah ini didalam saja.'' kata Max pada Putri.
''Tidak Put, jangan biarkan dia masuk. Dia orang jahat, mereka berdua orang jahat.'' kata Lyana dengan ekspresi wajah ketakutan sambil melihat kearah Justin.
Putri merasa bingung dengan apa yang dikatakan oleh Lyana, dan Putri semakin bingung dengan kehadiran dua orang asing ini.
''Lyana kamu tenang dulu ya. Sekarang kamu jelaskan siapa mereka berdua??'' tanya Putri sambil memegang bahu Lyana agar dia merasa tenang.
Lyana kembali melihat kearah Justin, bibir dan juga tubuhnya merasakan gemetar saat melihat kedua mata Justin.
__ADS_1
''Dia..dia lelaki itu Put. hiks hiks,'' tangis Lyana sesegukan.
Putri langsung berubah ekspresi wajahnya menjadi merah menahan amarah. Putri menatap kearah dua lelaki yang saat ini berada didepannya itu.
''Jadi siapa diantara kalian yang telah melakukan hal sekeji itu pada temanku??'' tanya Putri menggertakkan giginya dengan amarah yang membara.
Max yang melihat wajah marah Putri pun langsung menciut ketakutan.
''Nona, mari kita bicarakan ini secara baik baik.'' ucap Max berusaha membuat Putri agar tidak marah.
Putri menatap kearah Max yang sedari tadi berbicara. Dengan tiba tiba, Putri langsung menampar pipi Max dengan sangat keras.
''PPPLLAAKK'' suara tamparan Putri untuk Max.
''Kenapa kau menamparku Nona??'' tanya Max sambil memegang pipinya yang terasa panas.
''Kenapa, apakah aku tidak berhak untuk menamparmu??. Bahkan jika pun aku ingin membunuh mu aku tidak akan menyesal.'' kata Putri dengan nada sinis pada Max yang menjadi sasarannya.
Justin yang melihat Max di tampar langsung berdiri didepan Putri dengan wajah bersalahnya.
''Bukan dia yang melakukannya tapi aku.'' kata Justin dengan suara pelan sambil menatap kearah Lyana yang saat ini tengah memeluk Putri.
__ADS_1