LYANA

LYANA
episode 16


__ADS_3

Setelah beberapa hari Lyana berada di kost-annya untuk memulihkan keadaan Lyana. Lyana pun hari ini sudah bersiap untuk bekerja, dia tidak bisa terus berdiam diri didalam kost-annya. Lyana harus bekerja untuk memberikan uang pada keluarganya dikampung.


''Ana, kamu beneran mau masuk kerja??. Kalau kamu masih belum cukup sehat, kamu masih boleh kok untuk istirahat dulu. Lagian tadi aku sudah bilang sama Mbak Siska kalau kamu akan libur lama karena kamu sakit.'' ucap Putri menghampiri Lyana yang saat ini tengah bersiap untuk berangkat kerja.


''Aku harus kerja Put. Kalau aku gak kerja, bagaimana bisa aku mendapat uang untuk dikirim ke keluarga aku dikampung. Ibu dan juga Rika sangat membutuhkan biaya untuk kehidupan mereka dikampung. Apalagi saat ini Ibu memerlukan obat untuk penyembuhannya, aku ingin Ibu cepat sembuh dari penyakitnya itu, Put. Jadi aku harus bekerja keras agar bisa menghasilkan uang yang banyak.'' ucap Lyana dengan semangat karena dia harus bekerja untuk menghidupi keluarganya dikampung.


Putri merasa terharu dengan semangat juang Lyana untuk keluarganya. Baru kali ini Putri menemukan seseorang yang sangat sangat mencintai keluarganya. Bahkan dia tidak peduli dengan keadaannya sendiri.

__ADS_1


''Kau memang anak yang berbakti, Ana. Aku yakin suatu hari nanti kau akan mendapatkan kebahagian dan kau juga akan memiliki pasangan yang juga mencintaimu, Ana.'' ucap Putri memberikan semangat untuk Lyana agar dia tidak pantang mundur.


Lyana tersenyum sinis saat Putri mengatakan bahwa Lyana akan memiliki pasangan yang mencintainya.


''Siapa yang mau denganku, Put??. Aku bahkan sudah tidak suci lagi, mana mungkin akan ada lelaki yang mau menikahi aku dengan keadaan aku yang seperti ini. Gak akan ada lelaki yang mau dengan wanita kotor seperti aku, aku bukan seperti wanita lainnnya yang memiliki kesuciannya untuk dipersembahkan pada suaminya kelak. Aku sudah tidak memilikinya lagi, Put.'' ucap Lyana sambil menghapus air matanya yang menetes tanpa bisa dia cegah.


''Kau jangan bicara seperti itu Lyana. Aku yakin suatu hari nanti kau pasti juga akan mendapatkan kebahagian seperti wanita lain diluar sana. Meskipun kau sudah tidak memiliki kesucianmu, tapi aku yakin suatu hari nanti akan ada lelaki tulus yang akan menerima semua kekuranganmu. Percayalah pada sang Kuasa bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.'' kata Putri menguatkan Lyana yang saat ini keadaannya semakin rapuh akan kejadian yang menimpanya waktu itu.

__ADS_1


Lyana memalingkan wajahnya, dia tidak ingin berharap akan sesuatu yang mustahil dia dapat. Lyana hanya akan memikirkan tentang keluarganya, karena tujuan dia datang kesini untuk mencari rejeki dan membuat keluarganya tidak kesusahan lagi akan masalah ekonomi.


''Sudahlah, Put. Aku tidak ingin membicarakan hal seperti ini lagi, aku masih memiliki Ibu dan juga Rika. Meskipun suatu hari nanti aku tidak akan menikah, tidak apa. Aku akan hidup dengan Ibu dan juga Rika itu sudah cukup bagiku. Aku tidak ingin mengharapkan hal yang lain lagi, karena saat harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Kita akan merasa kecewa dan aku tidak ingin berharap pada manusia.'' ucap Lyana mengambil tasnya dan juga jaket yang biasa dia pakai.


''Ayo, Put kita berangkat. Takutnya nanti kita telat untuk masuk kerja,'' ucap Lyana mengajak Putri dan mengalihkan pembicaraannya.


Putri pun hanya mengangguk patuh saat Lyana mengajaknya untuk berangkat bekerja.

__ADS_1


''Baiklah, ayo kita berangkat.'' jawab Putri lalu juga mengambil tasnya.


__ADS_2