
Akhirnya Justin pun melepaskan genggamannya pada tangan Lyana dan Lyana pun langsung menghempaskan tangan Justin seperti seorang yang menatap jijik kearah Justin.
Justin kini melihat kearah Putri yang berada di samping Lyana.
''Biarkan aku yang berbicara dengan dia, aku yang akan membujuknya.'' ucap Justin pada Putri yang saat ini berada di sampingnya Lyana.
''Baiklah, aku harap kau tidak mengatakan yang membuat Lyana semakin stres.'' ucap Putri kepada Justin lalu meninggalkan mereka berdua untuk memberikan ruang berbicara.
Lyana yang melihat Putri akan meninggalkannya pun berteriak kepada Putri agar tidak meninggal dia bersama dengan Justin.
''Put, kau mau kemana??. Jangan tinggal aku, aku tidak ingin bersama dengan lelaki berengsek ini!!'' teriak Lyana dan berusaha untuk mengejar Putri.
''Lyana, dia tidak akan menyakiti kamu. Lagian ini tempatkan ramai, jika pun dia ingin macam macam sama kamu. Kamu bisa teriak dengan sangat kencang karena pasti semua orang akan mendengar suara kamu. Kamu jangan khawatir ya, lagian aku ada di dekat sini kok.'' ucap Putri berusaha untuk membuat Lyana tenang.
Lyana pun menatap kearah Justin dengan tatapan memohon agar Lyana mau berbicara dengannya.
__ADS_1
''Aku hanya ingin berbicara dengan mu sebentar saja, dan aku juga berjanji tidak akan menyakitimu.'' ucap Justin dengan menatap kearah Lyana.
Hati Lyana pun akhirnya luluh, dia melepaskan genggamannya pada tangan Putri. Dan berjalan menuju ke arah Justin. Melihat Lyana yang sudah mulai percaya dengan Justin, Putri pun langsung berjalan pergi untuk membiarkan mereka berdua, memberikan ruang agar mereka bisa mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada Lyana.
Saat ini Justin pun menatap kearah Lyana, sedangkan Lyana menundukkan kepalanya dengan perasaan takut dengan Justin. Dia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak merasakan takut dan tubuhnya juga sedikit bergemetar tapi Lyana berusaha untuk menetralkan dirinya sendiri aga tidak terlihat gugup.
Tapi Justin bisa mengetahui dari gestur tubuh Lyana, bahwa saat ini dia pasti merasa ketakutan pada dirinya. Justin memegang tangan Lyana dengan lembut.
''Apa kau masih merasa takut padaku??'' tanya Justin sambil memegang tangan Lyana dengan lembut.
Lyana pun menatap kearah Justin dan dia cukup terkejut saat Justin berbicara lembut padanya.
''Sudah sudah. Kau tidak perlu bicara atau mengatakan apapun, biarkan aku yang berbicara ya.'' ucap Justin dengan suara lemah lembut kepada Lyana.
Semenjak Justin mengetahui bahwa keadaan Lyana tidak baik baik saja. Justin pun sangat merasa bersalah pada Lyana, apalagi saat ini dia harus menanggung beban karena perbuatannya.
__ADS_1
Lyana pun mengikuti Justin dan Justin menyuruh Lyana untuk duduk di sebuah taman yang tidak jauh dari Masjid tersebut. Di sana Justin mulai mengatakan tentang keadaan Lyana saat ini.
''Perkenalkan nama ku, Justin.'' ucap Justin menjulurkan tangannya.
Lyana dengan ragu untuk menyambut salaman Justin, jadi dia hanya memalingkan wajahnya tanpa mau berjabatan dengan Justin.
''Lyana,'' jawab Lyana singkat. Justin pun mengerti saat Lyana tidak ingin menjabat tangannya, jadi dia langsung menarik tangannya.
''Lyana, awalnya aku sangat meminta maaf padamu. Aku telah salah menilai dirimu, aku pikir kau sama dengan wanita diluaran sana yang menginginkan hartaku. Tapi setelah aku melihat semua yang terjadi padamu, sekarang aku mengerti bahwa kau bukan wanita yang gila akan harta,'' ucap Justin dengan perasaan tulus meminta maaf kepada Lyana.
''Maafkan aku Lyana, karena aku telah menodai kamu. Saat itu aku sedang terpengaruh minuman alkohol dan tanpa sadar aku telah memperkosa kamu. Maafkan aku, aku tau mungkin maafku tidak akan bisa mengembalikan keadaan seperti semula. Tapi aku mohon, biarkan aku menebus semua kesalahanku dengan menikahi mu. Kini aku benar benar merasa bersalah padamu dan juag-'' belum selesai Justin mengatakan bahwa saat ini Lyana tengah hamil. Lyana pun langsung memotong pembicaraan Justin.
''Jika kau memang benar benar telah merasa bersalah padaku. Aku akan memaafkan mu, asalkan kau jangan pernah membuat kesalahan yang sama pada wanita lain, cukup aku saja yang kau buat hancur. Kau tidak perlu menikahi ku, karena kamu sadar akan kesalahan mu. Itu sudah cukup bagiku.'' ucap Lyana dengan perasaan ikhlas dengan semua yang terjadi padanya.
''Kalau begitu, aku pergi dulu. Dan kau tidak perlu menikahi ku, karena aku ingin menikah satu kali seumur hidup ku dengan orang yang aku cintai dan dia juga mencintai aku.'' setelah mengatakan itu semua, Lyana pun langsung berdiri untuk kembali kepada Putri.
__ADS_1
Saat Lyana ingin melangkahkan kakinya, Tiba tiba Justin berdiri dan mengatakan sesuatu pada Lyana.
''Tapi saat ini kau sedang mengandung, Lyana.'' ucap Justin kepada Lyana dan membuat Lyana langsung terdiam dengan air mata yang jatuh saat mendengar apa yang dikatakan oleh Justin.