LYANA

LYANA
episode 59


__ADS_3

Setelah satu malam Lyana di rawat di rumah sakit, saat ini Lyana pun mulai membuka kedua matanya. Lyana mengerjakan matanya berulang kali, dan saat dia melihat sekelilingnya, Lyana cukup terkejut karena dia berada di sebuah ruangan yang asing.


''Dimana aku??'' tanya Lyana dengan suara pelan juga ekspresi wajah bingungnya saat dia berada di ruangan yang bukan kamarnya.


Justin yang saat itu sedang terlelap karena kelelahan menjaga Lyana selama semalaman. Masih terbaring tidur di sofa yang berada di ruangan rawat Lyana. Lyana pun berusaha untuk duduk dan betapa terkejutnya Lyana saat dia melihat Justin yang saat ini tengah tidur di sofa.


''Justin??'' ucap Lyana dengan raut wajah terkejut saat dia melihat Justin sedang tertidur pulas di sofa.


Lyana rasanya ingin turun untuk memberikan selimut kepada Justin, hanya saja keadaannya masih terasa sangat lemas dan dia takut tidak bisa menopang tubuhnya.

__ADS_1


''Kenapa dia tidur disana??. Mungkinkah dia semalaman menjaga ku sampai dia tertidur di sana??'' ucap Lyana bertanya tanya kenapa Justin bisa berada di sofa itu.


Karena merasa tidak tega dengan Justin yang saat ini tengah tertidur lelap, Lyana pun berusaha untuk turun dari ranjangnya dan berjalan menuju ke arah Justin sambil membawa selimut miliknya.


Lyana berusaha sekuat tenaga untuk berdiri dan turun dari ranjangnya. Meskipun saat ini kakinya terasa cukup lemas, tapi Lyana berusaha untuk sekuat tenaga untuk menghampiri Justin.


Bahkan wajah polos Justin sungguh terlihat begitu lucu, Lyana merapikan rambut Justin yang berada di wajahnya.


''Dia sungguh terlihat sangat tampan, apalagi saat dia sedang tertidur lelap seperti ini. Wajahnya semakin terlihat sangat lucu.'' ucap Lyana sambil tersenyum saat dia melihat kearah Justin yang tampak tertidur lelap.

__ADS_1


Saat ini Lyana masih menikmati ketampanan wajah Justin sambil tersenyum bahagia. Dia tidak menyangka bahwa dia akan bertemu dengan lelaki seperti Justin, apalagi saat ini dia tengah mengandung anaknya. Membayangkan saja tidak pernah bagi Lyana, tapi kini kehidupannya berubah setelah dia bertemu dengan Justin.


''Sayang, jika kamu laki laki. Kamu pasti akan sangat tampan seperti Ayah mu,'' ucap Lyana sambil mengelus perutnya yang masih terlihat datar.


Tapi di detik kemudian Lyana jadi teringat bahwa antara dirinya dan juga Justin hanya lah hubungan sementara. Dia tidak mungkin untuk terus bersama dengan Justin, dia tau posisi dia bahwa dia hanya lah wanita rendahan yang tidak pantas untuk bersanding dengan Justin.


''Apa yang kau pikirkan Lyana, berhentilah mengharapkan sesuatu yang tidak akan mungkin terjadi padamu. Antara kau Dan juga Justin bagaikan langit dan bumi yang selamanya tidak akan pernah bisa bersatu. Dia lelaki yang terpandang, dan juga kaya sedangkan kamu. Kamu hanyalah wanita sampah yang tidak memiliki apapun untuk di banggakan. Berhentilah bermimpi untuk menjadi sang putri di saat kamu hanyalah seorang wanita miskin yang akan kembali kepada kehidupan mu yang dulu,'' ucap Lyana bergumam pelan sambil menitikkan air matanya.


''Cerita Cinderella hanya ada dalam sebuah dongeng dan itu tidak akan pernah terjadi pada kehidupan yang nyata. Berhentilah bermimpi dan bangunlah Lyana, kau tidak pantas memimpin semua itu.'' ucap Lyana lalu berusaha untuk berdiri lalu kembali ke ranjangnya.

__ADS_1


__ADS_2