
Setelah mendengarkan penjelasan dari sang dokter, Putri merasa lemas di sekujur tubuhnya. Dia tidak menyangka bahwa apa yang terjadi pada Lyana akan membuatnya seperti ini.
''Ya Allah, cobaan seperti apalagi ini. Lyana sudah mengalami hal yang begitu sulit dan sekarang Engkau memberikan dia cobaan seperti ini.'' ucap Putri menangis saat melihat keadaan Lyana yang sangat memprihatinkan.
Putri pun menghampiri Lyana sambil memeluknya erat. Dia sungguh merasa bersalah pada Lyana karena tidak bisa menjaganya.
''Maafkan aku, Ana. Aku telah gagal untuk menjaga kamu, aku tidak bisa mengemban amanah yang diberikan oleh Ibu kamu terhadap aku. Sungguh aku sangat merasa bersalah padamu, Lyana. hiks hiks.'' tangis Putri sambil memeluk Lyana dengan sangat erat.
Ibu kost yang melihat momen seperti ini menjadi ikut menangis karena tidak tega dengan keadaan Lyana yang seperti ini.
''Kau jangan khawatir Putri. Ibu akan membantu kamu untuk kesembuhan Lyana,'' ucap Ibu kost sambil merangkul Putri.
''Terima kasih banyak,Bu.'' jawab Putri dengan sesegukan.
Sedangkan ditempat lain, saat ini Ibu Lyana tampak sangat gelisah. Entah mengapa, sejak kemaren malam Ibu Lyana selalu kepikiran tentang Lyana.
''Ya Allah, kenapa hamba merasa gelisah seperti ini??. Kenapa hamba selalu kepikiran tentang Lyana, apakah ada sesuatu yang terjadi pada Lyana. Ya Allah, lindungilah anak hamba dari mara bahaya.'' ucap Ibu Lyana sambil duduk di kursi rodanya.
Rika pun baru datang dari sekolahnya dan langsung menyalami tangan Ibunya.
''Assalamualaikum, Bu.'' ucap Rika mencium tangan Ibunya.
''Waalaikumsallam. Rika cepat kamu telfon mbak mu, Ibu benar benar khawatir sama Mbak mu , Rik.'' ucap Ibu dengan tergesa gesa.
__ADS_1
''Bu, mungkin sekarang Mbak Lyana lagi kerja. Nanti malam aja kita telfonnya.'' ucap Rika sambil menaruh tasnya.
''Rika, Ibu pengen bicara sama Mbak kamu. Kalau Ibu udah dengar suara Mbak kamu baru Ibu bisa tenang.'' ucap Ibu Lyana dengan perasaan gelisah.
Rika pun mengambil hpnya dan mencari nomer Putri. Saat ini Lyana membuka kedua matanya, setelah beberapa jam tertidur.
''Lyana, kamu sudah bangun??. Kamu mau makan atau minum??'' tanya Putri penuh perhatian.
Lyana hanya diam sambil menggelengkan kepalanya. Putri mengambil nafas dalam saat Lyana masih enggan untuk bicara.
Tiba tiba suara dering hp Putri terdengar.
''Siapa ya yang nelfon??'' tanya Putri sambil berjalan mengambil hpnya.
Saat Putri melihat nama yang tertera di hpnya, Putri tampak terkejut karena telfon ini dari Ibu Lyana.
''Assalamualaikum, Ibu.'' ucap Putri mengangkat telefonnya.
''Waalaikumsallam, Putri. Bagaimana kabar kamu, Nak??'' tanya Ibu Lyana pada Putri.
''Alhamdulillah baik, Bu. Ibu gimana kabarnya??'' tanya Putri dengan suara gugup.
''Alhamdulillah baik juga Nak. Oh ya Lyana masih kerja ya??'' Ibu menanyakan keberadaan Lyana pada Putri.
__ADS_1
Putri terdiam sambil melihat kearah Lyana. Dia bingung harus menjawab apa pada sang Ibu, haruskan Putri mengatakan hal yang sebenarnya pada keluarganya Lyana.
''Ibu, sebenarnya Lyana sekarang-" Putri mengehentikan ucapannya sambil memejamkan matanya.
Sedangkan saat ini Lyana terkejut saat mendengar Putri memanggil Ibunya.
''Ibu??'' ucap Lyana tersadar dan melihat kearah Putri yang saat ini berbicara lewat Hp.
Lyana langsung berjalan kearah Putri dan merebut hpnya.
''Ibu??'' panggil Lyana
''Ya Allah Lyana. Ini beneran kamu, Nak. Gimana kabar kamu, Nak??'' tanya Ibu Lyana dengan perasaan lega saat mendengar suara Lyana.
Bibir Lyana gemetar dengan air mata yang menetes.
''Lyana baik baik saja, Bu. Ibu gimana kabarnya??'' tanya Lyana sambil menahan air matanya.
Putri yang melihat Lyana berbicara menjadi sedikit terkejut.
''Alhamdulillah Nak. Ibu baik baik saja disini.'' jawab Ibu Lyana sambil tersenyum.
''Alhamdulillah Ibu jangan lupa untuk meminum obatnya.''
__ADS_1
''Tentu saja Lyana. Ibu selalu meminum obat secara rutin karena Ibu ingin segera sembuh.''
''Alhamdulillah, ya udah ya Bu. Lyana mau kerja lagi, assalamu'alaikum.'' ucap Lyana langsung mematikan telfonnya.