
Saat ini keadaan Lyana benar benar sangat memprihatikan. Wajah kusut, rambut berantakan dan kondisi tubuh yang sangat memprihatinkan. Lyana sudah seperti orang gila yang diam seorang diri dengan air mata yang terus mengalir, bahkan Lyana tampak sangat hancur hingga dia tidak merespon apapun yang dikatakan oleh Putri.
''Ana, aku mohon jangan seperti ini. Aku sangat bingung saat melihat keadaan mu seperti ini, apalagi kau tidak mau berbicara denganku.'' ucap Putri duduk di depan Lyana yang saat ini tengah menekuk kedua kakinya sambil menangis menatap ke arah depan.
Semenjak kejadian itu, Lyana menjadi seorang yang berbeda. Dia terkadang berteriak, menangis dan terkadang dia juga tertawa. Putri sudah tidak tau lagi dengan keadaan Lyana yang seperti ini. Dia bingung seorang diri tanpa ada yang bisa membantu dia.
''Ya Allah, apa yang harus hamba lakukan??. Hamba benar benar sudah tidak tau lagi, apa yang harus hamba lakukan agar Lyana kembali normal lagi. Hamba benar benar bingung Ya Allah.'' gumam Putri merasa frustasi dengan keadaannya sekarang.
Lyana masih menatap kearah depan dengan pandangan kosong. Di dalam benaknya selalu teringat akan kejadian yang mengerikan itu, Lyana ketakutan bahkan untuk memejamkan matanya dia sangat takut. Karena saat tertidur maka bayangan lelaki bejad itu akan selalu hadir dalam mimpinya dan Lyana menganggap itu sebagai mimpi buruk baginya.
''Ku mohon jangan mendekat, pergi!!'' teriak Lyana sambil membuang semua bantal yang berada di atas kasurnya.
Putri yang mendengar suara teriakan Lyana pun langsung berlari untuk menemuinya.
''Lyana!!. Kamu kenapa Lyana, sadar lah!!'' ucap Putri sambil mengguncang tubuh Lyana agar dia sadar.
__ADS_1
Tapi Lyana seperti orang kesurupan, dia terus berteriak dan melempar semua benda yang ada di dekatnya.
''Pergi kamu pergi!!. Dasar lelaki berengsek!!, pergi!!'' teriak Lyana sambil menangis
Putri pun sudah tidak sanggup saat melihat Lyana seperti ini. Akhirnya Putri keluar dari kamar kost-annya dan meminta bantuan Ibu kost untuk memanggilkan nya Dokter.
''Bu, tolong Putri Bu. Lyana ngamuk lagi, Putri udah gak tau harus berbuat apa lagi agar Lyana bisa kembali sembuh.'' ucap Putri sambil menangis
''Kamu tenang dulu ya, Ibu akan membantu kamu untuk memanggilkan seorang Dokter. Lebih baik sekarang kamu temani Lyana takut dia melakukan sesuatu yang nekat.'' ucap Ibu Kost menyuruh Putri untuk kembali ke kamar kost-annya untuk menemani Lyana.
''Dok, tolong teman saya Dok.'' ucap Putri dengan nada panik
''Baik mbak, saya akan memeriksanya dulu.'' ucap si Dokter dan menghampiri Lyana yang saat ini tengah menangis meringsuk di pojokan dinding sambil menutup telinganya dengan perasaan takut.
''Pergi kamu!!. Jangan mendekat!!'' ucap Lyana pada sang Dokter karena yang dia lihat adalah lelaki yang telah memperkosanya.
__ADS_1
Karena melihat keadaan Lyana yang cukup parah. Akhirnya Dokter itupun menyuntikkan obat penenang pada Lyana sehingga membuat Lyana perlahan menutup matanya dan tertidur.
''Jangan mendekat.'' kata Lyana dengan suara pelan sambil menutup matanya.
Dokter pun memanggil Putri dan juga Ibu kost. Dia ingin menyampaikan tentang keadaan Lyana yang sudah cukup parah. Melihat dari sikap Lyana yang sering menjerit dan juga ketakutan menandakan bahwa ada trauma dalam diri Lyana hingga membuat Lyana merasa tidak aman.
''Apa yang sebenarnya terjadi dengan teman saya, Dok??'' tanya Putri dengan wajah panik.
''Teman anda mengalami trauma yang cukup berat hingga membuat dia merasa bahwa disekitarnya ini tidak aman. Ada sebuah kejadian yang membuat dia sangat terguncang dan dirinya tidak menerima dengan semua kejadian buruk yang menimpa dirinya. Saya sarankan dia secepatnya harus dibawa ke dokter spesial Psikologi agar dia mendapatkan terapi atau penanganan yang tepat. Karena melihat keadaan pasien yang menurut saya sudah cukup parah.'' ucap si Dokter menjelaskan tentang keadaan Lyana yang memang sudah cukup parah.
Putri dan juga Ibu kost pun terkejut akan penuturan yang dikatakan oleh Dokter.
''Apakah separah itu Dok??'' tanya Putri dengan wajah terkejut
''Saya juga tidak bisa memastikan. Tapi lebih tepatnya lagi agar pasien segera di bawa ke Dokter spesialis Psikologi karena Dokter itu akan lebih paham dengan keadaan pasien.'' ucap si Dokter memberikan saran.
__ADS_1