
Saat ini Justin pun telah berada di ruangan rumah sakit. Justin saat ini membuka kedua matanya dengan merasakan pusing kepalanya.
Benar, setelah Putri memukul kepala Justin. Justin langsung tidak sadarkan diri dengan kepala yang mengeluarkan darah karena terluka. Dan kini Justin pun sudah sadar dengan Max di sampingnya.
''Tuan, Tuan sudah sadar??'' tanya Max sambil melihat kearah Justin yang saat ini sedang membuka kedua matanya.
''Max, aku ada dimana??'' tanya Justin dengan wajah bingung sambil melihat sekeliling ruangan yang tampak asing bagi Justin.
''Saat ini Tuan berada di rumah sakit, Tuan tadi tidak sadarkan diri saat wanita itu memukul kepala Tuan hingga terluka seperti sekarang ini.'' ucap Max menjelaskan semua kejadian yang menimpa Justin.
__ADS_1
Justin pun mulai mengingat semua kejadian itu, dan dia pun mengingat semua kejadian yang menimpa dirinya saat Putri memukul kepalanya dengan vas bunga hingga membuat kepalanya terluka dan tidak sadarkan diri.
''Ah iya, aku mengingatnya. Kenapa kau bisa berada di sini Max??'' tanya Justin tentang kehadiran Max di sini, karena Justin ingat betul bahwa tadi Justin datang seorang diri ke rumah sakit ini untuk mengantar Lyana.
"Sebenarnya tadi saya di telfon oleh pihak rumah sakit bahwa Tuan berada di rumah sakit ini. Dan setelah itu, saya pun langsung datang kesini untuk menemui Tuan, tapi saat saya melihat luka Tuan. Saya bertanya kepada suster dan dia mengatakan bahwa Tuan di pukul oleh seorang wanita, setelah saya selidiki ternyata wanita yang memukul Tuan adalah teman dari wanita yang pernah Tuan nodai." kata Max menjelaskan semuanya tentang kejadian dia berada di sini hingga dia menyelidiki tentang siapa yang memukul Justin.
Justin pun tiba tiba teringat akan Lyana yang saat ini tengah mengandung anaknya. Ekspresi wajah Justin jadi berubah menjadi lesu dan juga sedih. Dia benar benar tidak tau bahwa saat ini kejadian yang menimpa dirinya tampak begitu sangat rumit.
"Max, ada sesuatu yang ingin aku ceritakan padamu. Tapi kau harus berjanji bahwa kau tidak akan menceritakan masalah ini ke siapapun termasuk kedua orang tua ku." kata Justin meminta agar Max menjaga rahasia yang saat ini Justin ingin ceritakan kepada Max.
__ADS_1
Mendengar nada serius dari Justin, Max pun menjadi panik karena saat Justin berkata seperti itu pasti ada masalah besar yang saat ini tengah terjadi.
"Ada apa Tuan??. Apakah terjadi suatu masalah yang sangat serius?" tanya Max dengan ekspresi wajah serius kepada Justin.
Justin pun menganggukan kepalanya dengan ekspresi wajah sedihnya.
"Benar, Max. Terjadi masalah yang sangat serius kepada ku, ternyata wanita yang waktu itu aku tidak sengaja memperkosanya. Kini sedang hamil anak aku." ucap Justin dengan menceritakan hal tentang kehamilan Lyana kepada Max.
Max pun langsung menutup mulutnya saking terkejutnya dengan apa yang tadi dia dengan dari mulut Justin. Yang mengatakan bahwa Lyana saat ini tengah hamil anaknya.
__ADS_1
"Apah!!. Tuan, bagaimana semua ini bisa terjadi, lalu apa yang akan Tuan lakukan pada wanita itu dan juga janinnya??" tanya Max dengan wajah panik dan juga terkejut saat dia mengetahui bahwa saat ini Lyana tengah mengandung anak dari Tuannya.
"Aku akan menikahi dia, aku akan bertanggung jawab atas anak yang dia kandungan. Tapi aku tidak tau, apakah aku bisa menerima kehadiran wanita itu di sampingku. Aku sama sekali tidak mencintai wanita itu, aku hanya mencintai Sherina dan sampai saat ini aku masih belum bisa melupakannya. Meskipun hubungan kami sudah berakhir." kata Justin dengan suara frustasi dengan kejadian yang saat ini menimpa dirinya.