
Lyana menatap sekelilingnya berharap bahwa ada orang yang datang untuk menolongnya. Tapi Lyana sama sekali tidak melihat siapapun disana, tempat ini benar benar sangat sepi.
''Tolong, tolong saya!!'' teriak Lyana berharap bahwa ada seseorang yang menolongnya. Tapi sekeras apapun Lyana berteriak tidak akan ada orang yang akan menolong Lyana karena tempat ini benar benar sepi.
Semua preman yang melihat bagaimana Lyana berteriak dan menangis semakin senang bahkan mereka tertawa karena melihat ekspresi wajah Lyana yang sangat menyedihkan.
''Mau kau berteriak sampai suaramu habis pun tidak akan ada orang yang akan datang dan menolong mu. Sudahlah, lebih baik kau diam saja dan nikmati apa yang akan kita lakukan pada kamu. Kami semua yakin kau akan merasa puas dengan kami semua, hahahah..'' tawa salah satu preman itu sambil memegang tangan Lyana.
''Tidak!!. Aku tidak mau, kumohon lepaskan aku, hiks hiks.'' tangis Lyana penuh ketakutan saat semua preman itu menatap nafsu kearah Lyana.
__ADS_1
Tiba tiba kepala Lyana merasa pusing, dan ingatan kejadian dimana Justin memperkosanya kembali teringat. Lyana memegang kepalanya dan dia pun terduduk di atas tanah sambil memegang kepalanya.
''Jangan, jangan lakukan itu lagi. Aku sakit, aku sudah tidak sanggup lagi. Kau pria bajingan pergi dari sini!!!. Dasar pria berengsek, kau sudah menghancurkan masa depan ku dan kini kau ingin kembali menghancurkan hidupku lagi. Pergi!!'' teriak Lyana dengan ekspresi wajah ketakutan sambil memegang kepalanya. Bahkan saat ini trauma di dalam diri Lyana kembali kambuh. Dia menjadi takut bahkan tubuhnya bergetar hebat.
Semua preman itu menatap aneh ke arah Lyana yang saat ini bersikap seperti orang gila.
''Dia ngomong apa sih, perasaan kita masih belum melakukan hal apapun padanya,'' kata salah satu preman sambil melihat kearah Lyana.
''Kalau dia benar gila, aku mah ogah. Gak mau aku berhubungan sama orang gila.'' jawab salah satu preman dengan menatap jijik kearah Lyana.
__ADS_1
''Ya udah kita cabut aja, aku juga gak mau kali sama orang gila. Lebih baik kita kembalikan uang ini kepada orang yang tadi menyuruh kita.'' kata si Bos preman menyuruh mereka semua untuk pergi dan membiarkan Lyana dalam keadaan ketakutan seperti itu.
Sedangkan saat ini keadaan Lyana benar benar sangat memprihatikan, dia beringsut dengan ekspresi wajah ketakutan sambil bergumam dengan mengatakan kata pergi.
Semua preman itu pun menghampiri sebuah mobil sport yang di dalamnya terdapat Justin yang saat ini sedang menunggu hasil dari mereka.
''Tuan, maafkan kami. Kami benar benar tidak bisa melakukan perintah yang tadi Tuan berikan kepada kami. Kami masih waras Tuan, dan kami berdua tidak ingin melakukan hubungan seperti itu dengan wanita gila. Jadi ini uang yang tadi Tuan berikan kepada saya dan saya akan mengembalikannya pada Tuan.'' ucap si Bos preman menyerahkan uangnya kepada Justin.
Sebenarnya orang yang mengikuti Lyana adalah Justin, dia tidak sengaja melihat Lyana yang baru saja keluar dari tempat dia bekerja. Karena Justin merasa marah dan juga dendam karena waktu itu Lyana sudah dengan beraninya menyiramkan sampah sampah busuk kepada dirinya. Akhirnya Justin pun memiliki niat buruk kepada Lyana.
__ADS_1
Justin menyuruh segerombolan preman untuk mengikuti Lyana dari belakang dan saat Lyana berada di tempat sempit. Justin menyuruh mereka semua untuk melecehkan Lyana.
Justin merasa dendam kepada Lyana, karena Lyana lah yang waktu itu membuat dirinya dimarahi oleh Papanya bahkan Justin harus kehilangan begitu banyak uang karena kesalahan Lyana. Dan Justin ingin memberikan hukuman kepada Lyana dengan menyuruh preman itu untuk melecehkan Lyana.