
Waktu pun berjalan begitu cepat, saat ini keadaan Lyana sudah semakin membaik dan kini Lyana sudah cukup sehat dan tidak lagi merasa lemas. Justin pun setiap hari akan datang untuk menemui Lyana di rumah sakit, bahkan saat Justin tidak bisa menjaga Lyana maka dia akan menyuruh perawat untuk menjaga Lyana selama dia pergi. Sungguh saat ini Perlakuan Justin terhadap Lyana sangat sangat baik dan juga perhatian.
Seperti saat ini Lyana sedang mengupas buah buahan untuk dia makan, sedangkan Justin masih sibuk dengan pekerjaan kantornya dan duduk di sofa yang berada di ruangan Lyana. Melihat Justin yang tampak kelelahan dengan pekerjaannya, Lyana pun menjadi tidak tega dan menyuruh Justin untuk tidak sering sering datang ke rumah sakit.
''Justin,'' panggil Lyana yang saat ini masih mengupas buahnya.
''Iya, Lyana ada apa??'' ucap Justin sambil menatap kelayar komputernya.
''Jika kamu memiliki pekerjaan yang banyak, lebih baik kamu jangan datang ke rumah sakit untuk menemani aku. Lagian disini juga sudah ada perawat yang menemani aku, dan kamu juga harus beristirahat yang cukup jangan terlalu memikirkan pekerjaan atau kamu akan sakit karena kelelahan.'' kata Lyana meminta kepada Justin agar dia tidak datang ke rumah sakit untuk menemani dirinya dan juga agar dia tidak terlalu memikirkan pekerjaan sehingga membuat dia kelelahan dan jatuh sakit.
Mendengar Lyana mengatakan penuh perhatian, Justin pun langsung menatap kearah Lyana yang saat ini kesusahan mengupas buahnya. Justin pun datang menghampiri Lyana dan membantunya untuk mengupaskan buah untuknya.
__ADS_1
''Terima kasih Lyana atas perhatian kamu. Tapi aku tidak ingin sesuatu terjadi sama kamu dan anak yang saat ini kamu kandung. Aku tidak mau kejadian yang menimpa kamu terulang untuk kedua kalinya, jadi aku akan selalu berada di samping kamu apapun yang terjadi.'' jawab Justin lalu memberikan buah yang sudah ia kupaskan.
Lyana menjadi sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Justin. Dengan perlakuan Justin yang baik padanya membuat Lyana mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin untuk dia gapai.
''Justin, ku mohon jangan perlakukan aku selembut ini. Bagaimana jika nantinya aku malah mengharapkan yang lebih??. Sungguh aku tidak ingin mengharap sesuatu yang tidak mungkin aku bisa miliki.'' gumam Lyana di dalam hatinya dengan perasaan terluka saat dia berharap untuk bisa bersama dengan Justin selamanya.
Lyana kembali meneteskan air matanya, entah mengapa semenjak dia hamil. Dia tidak bisa mengontrol dirinya untuk tidak menangis bahkan Lyana sangat merasa aneh dengan dirinya saat ini. Terkadang dia bisa merasa bahagia, tapi di detik berikutnya dia langsung menangis dengan sebab yang tidak tau mengapa.
Lyana hanya menggelengkan kepalanya sambil menangis sesenggukan. Dan itu membuat Justin merasa bingung karena Lyana sering menangis tidak jelas seperti ini.
''Tidak, aku tidak apa apa kok, Hiks hiks. Hanya saja aku juga tidak mengerti, semenjak aku hamil aku jadi sering baper dan juga sering menangis seperti ini, hiks.'' tangis Lyana seperti anak kecil.
__ADS_1
Melihat Lyana yang seperti ini entah mengapa Justin merasa bahwa Lyana semakin terlihat menggemaskan.
''Lyana, mungkin ini adalah reaksi dari anak yang saat ini kamu kandung. Dan kebanyakan orang hamil memang memiliki perasaan yang sering berubah ubah dan itu sangat mengerikan.'' ucap Justin sambil bergidik ngeri saat dia mendengar cerita dari teman temannya yang istrinya pernah hamil.
''Kok kamu bisa tau??. Atau jangan jangan kamu pernah ngehamili wanita lain ya, dasar lelaki berengsek!!'' maki Lyana sambil memukul Justin.
Baru saja Justin mengatakan bahwa perasaan wanita hamil sering berubah ubah kini malah terjadi pada Lyana.
''Bukan Lyana, bukan seperti itu.'' Justin berusaha untuk menjelaskan kepada Lyana.
''Tidak!!. Sekarang kamu keluar dari sini!!'' teriak Lyana sambil mengusir Justin agar keluar dari ruangannya.
__ADS_1
Dengan wajah pasrahnya, akhirnya Justin pun keluar dari ruangan Lyana.