
Saat ini mereka berdua pun tengah sarapan bersama, antara Justin dan juga Lyana tampak terlihat canggung dengan kejadian tadi pagi saat keduanya ingin berciuman malah ketahuan oleh Mbak Siti.
''Aku sudah kenyang, aku kembali ke kamar dulu.'' ucap Lyana dengan perasaan malunya dan ingin segera untuk tidak menatap Justin.
''Lyana, tunggu dulu.'' Justin menahan tangan Lyana agar dia tidak pergi terlebih dahulu.
''Ada apa??''
''Aku ingin mengajak kamu jalan jalan hari ini, ada sebuah tempat wisata yang baru di buka di kota ini dan aku ingin mengajak kamu untuk melihat tempat wisata itu. Apakah kamu mau??'' tanya Justin meminta pendapat Lyana untuk mengajaknya pergi ke tempat wisata.
Lyana tampak tersenyum saat Justin mengajaknya untuk pergi ke tempat wisata tersebut. Dia pun menganggukkan kepalanya dengan perasaan bahagia.
''Baiklah, aku akan bersiap dulu.'' jawab Lyana lalu berjalan ke arah kamarnya sambil menundukkan kepalanya karena malu.
Justin juga sangat bahagia karena Lyana setuju untuk pergi bersama dengan dirinya. Dan saat ini Lyana pun langsung masuk ke dalam kamarnya, dia memegang dadanya yang berdebar begitu kencang.
''Ya Allah, ada apa dengan jantungku, kenapa berdetak kencang seperti ini??'' gumam Lyana sambil memegang dadanya.
Kini Lyana pun melihat kearah cermin dan menatap wajahnya yang terlihat bersemu merah karena malu saat dia mengingat bagaimana kejadian pagi tadi bersama dengan Justin.
__ADS_1
''Aaakkhh!!, Lyana. Kamu ini apa apaan sih, ngapain kamu mengingat kejadian itu terus??. Sekarang kamu harus segera bersiap dan jangan membuat Justin menunggu lama.'' ucap Lyana dan langsung berjalan menuju ke arah lemarinya.
Lyana pun mengeluarkan semua baju baju terbaiknya dan dia merasa bahwa semua baju baju ini tidak cocok baginya.
''Haruskah aku pakai baju ini??. Akh, tidak tidak. Baju ini terlalu kecil, apalagi saat ini kandunganku sudah mulai membesar.'' ucap Lyana melempar baju yang baru saja dia coba.
Lyana pun kembali mencoba baju lainnya, dan kejadian sama pun terjadi. Ada saja yang membuat Lyana merasa bahwa baju itu tidak cocok baginya. Hingga setengah jam sudah berlalu tapi Lyana masih belum juga menemukan baju yang cocok baginya.
Sedangkan saat ini Justin pun sedang menunggu Lyana yang belum keluar juga dari dalam kamarnya.
''Lyana kemana sih, kok lama banget??'' kata Justin sambil melihat kearah jam tangannya.
''Mbak, tolong panggilkan Lyana gih. Dia sudah selesai apa belum??'' ucap Justin meminta bantuan kepada Siti.
''Baik Tuan.'' jawab Siti dan berjalan kearah kamar Lyana.
Dan betapa terkejutnya Siti saat melihat kamar Lyana yang tampak sangat berantakan.
''Astagfirullah, Nyonya. Kenapa semua baju Nyonya ada di atas ranjang dan kenapa harus berantakan seperti ini??'' tanya Siti sambil menghampiri Lyana yang saat ini sedang kebingungan.
__ADS_1
''Mbak, aku sekarang bingung. Aku gak tau harus pakai baju yang mana buat pergi bersama dengan Justin.'' jawab Lyana dengan wajah frustasinya.
''Oalah, ternyata seperti itu. Sini Nyonya mari saya bantu untuk memilihkan baju untuk Nyonya.'' ucap Siti lalu memilihkan pakai untuk Lyana.
Saat ini Siti juga membantu Lyana berdandan dan setelah selesai Siti tampak begitu terkejut saat melihat wajah cantik Lyana yang terlihat sangat cantik.
''Nyonya, ternyata anda sangat cantik.'' puji Siti sambil menatap kearah Lyana yang saat memang terlihat sangat cantik.
Lyana memegang wajahnya dengan ekspresi tidak percaya bahwa wajah ini adalah wajahnya.
''Mbak, ini beneran aku??'' tanya Lyana dengan wajah terkejutnya.
''Iya Nyonya, dan Nyonya sangat cantik. Sekarang pergilah karena Tuan sudah menunggu Nyonya sejak tadi.'' Siti langsung mendorong tubuh Lyana agar segera keluar dari dalam kamarnya.
Dan saat ini Justin pun sedang menunggu Lyana di area parkiran, Justin tampak melihat kembali ke arah jam nya karena Lyana belum juga selesai.
__ADS_1
''Lyana kemana sih, lama banget??'' gerutu Justin dengan wajah kesalnya.