
Pagi hari pun kembali menyapa, saat ini Lyana merasa aneh dengan semua orang yang tengah menyiapkan sesuatu seperti sebuah pernikahan. Lyana saat ini sudah setengah sadar dengan keadaannya saat ini, dia pun bertanya kepada Putri.
Apalagi saat ini Lyana pun sudah rias dengan pakaian pengantin dan juga sekarang mereka telah tiba di sebuah Masjid tempat dimana mereka akan melangsungkan ijab qobul nya.
''Ada apa ini Put, kenapa kita berada di Masjid ini dan kenapa aku memakai pakaian seperti ini??'' tanya Lyana dengan ekspresi wajah bingung.
''Kau akan menikah Lyana, dan sekarang kita akan memulai ijab kabul nya.'' ucap Putri yang saat ini menuntun Lyana dari samping.
''Menikah??. Siapa yang ingin menikah Put, dan aku akan menikah dengan siapa??. Kenapa kalian tidak membicarakannya dulu dengan ku??'' ucap Lyana dengan ekspresi wajah marah pada mereka yang tidak membicarakannya dulu pada Lyana.
Putri pun menghela nafas panjang saat Lyana mengatakan bahwa mereka tidak membicarakan semuanya ini pada diri Lyana. Padahal saat itu keadaan Lyana masih belum begitu sadar tapi mereka tidak memiliki pilihan lain untuk segera menikahkan Lyana. Meskipun saat ini Lyana tidak tau bahwa dirinya tengah mengandung.
Mereka semua memang sepakat untuk tidak mengatakan hal seperti ini dulu kepada Lyana, karena mereka takut keadaan Lyana akan terguncang karena tidak bisa menerima keadaannya saat ini.
''Lyana, kami sudah berbicara dengan mu tapi karena keadaan kamu yang seperti tidak sadar jadi kami langsung mengambil keputusan untuk menikahkan kamu, Lyana.'' ucap Putri berusaha untuk menjelaskan kepada Lyana.
Tapi Lyana masih tidak habis pikir dengan mereka semua yang tiba tiba ingin menikahkan Lyana.
__ADS_1
''Tapi kenapa kalian tiba tiba aku ingin menikah dan siapa lelaki itu??'' tanya Lyana dengan sedikit nada keras kepada Putri.
Putri pun tidak bisa menyembunyikan semuanya kepada Lyana. Dia berhak tau siapa lelaki yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.
''Dia adalah lelaki yang pernah memperkosa kamu, Lyana. Dia datang kepada kami dan ingin bertanggung jawab kepada kamu, jadi kami tidak memiliki pilihan lain selain menerima dia, Ana.'' ucap Putri dengan berusaha untuk membuat Lyana mengerti bahwa apa yang mereka lakukan saat ini adalah demi kebaikannya.
Lyana cukup terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Putri. Dia langsung berlari dan ingin pergi dari sini.
''Lyana kamu mau kemana??'' Putri berusaha untuk mengejar Lyana yang saat ini ingin kabur dari pernikahan ini.
Putri pun langsung menarik tangan Lyana dan mencegah Lyana agar tidak kabur dari pernikahannya.
Lyana menatap marah kearah Putri yang saat ini menahan tangannya.
''Kamu gila ya Put!!. Kamu ingin aku menikah dengan lelaki berengsek itu, dimana akal sehat mu, Put!!'' ucap Lyana dengan nada marah marah kepada Putri yang saat ini masih menahan tangannya.
''Lyana dengarkan aku dulu,''
__ADS_1
''Lepasakan aku, Put. Aku mau pergi dari sini!!'' ucap Lyana berusaha untuk memberontak dan lari dari sini.
Tiba tiba seseorang datang dan menahan tangan Lyana. Lyana pun menatap kearah seseorang yang menahan tangannya.
''Kau!!'' Lyana sangat terkejut saat lelaki itu adalah Justin.
Benar, Justin yang melihat dari kejauhan bahwa Lyana ingin pergi pun langsung menghampirinya.
''Lepaskan tangan kotor mu itu dari tanganku!!'' bentak Lyana sambil menghempaskan tangan Justin.
Tapi Justin masih memegang erat tangan Lyana, karena dia benar benar takut bahwa Lyana akan pergi dan meninggalkan pernikahannya.
''Berjanjilah padaku bahwa kau tidak akan kabur ataupun lari??''
''Apa hak mu untuk mengaturku??. Sekarang lepaskan aku!!'' teriak Lyana.
''Aku tidak akan melepaskan mu sebelum kamu berjanji padaku bahwa kau tidak akan kabur. Ada sesuatu yang ingin aku jelaskan padamu tapi kau harus berjanji dulu untuk tidak lari.'' pinta Justin kepada Lyana yang saat ini berusaha untuk melepaskan cengkraman tangan Justin.
__ADS_1
''Baiklah, aku tidak akan lari. Tapi kau lepas dulu tanganku.'' ucap Lyana dan Justin pun langsung melepaskan cengkramannya.