
Justin tidak menyangka bahwa keadaan Lyana benar benar sangat memprihatikan. Dia selama ini mengalami trauma berat bahwa sampai mengancam jiwanya.
''Apakah dia tidak bisa di sembuhkan, Dok??'' tanya Justin dengan wajah sedikit cemas terhadap keadaan Lyana.
''Pasien bisa sembuh Pak, hanya saja membutuhkan waktu yang cukup lama. Tapi saya rasa, pasien mengalami semua ini karena dia cukup terguncang oleh kejadian yang menimpanya tadi. Sehingga membuat pasien mengalami keadaan seperti saat ini.'' kata sang Dokter menjelaskan tentang keadaan Lyana.
Justin menjadi diam saat Dokter mengatakan bahwa keadaannya terguncang karena kejadian tadi yang menimpanya. Semua itu karena ulah Justin yang menyuruh para preman untuk melecehkan Naura hingga membuat dia mengalami hal seperti ini.
''Aku tidak menyangka bahwa dia ternyata masih belum sembuh dari penyakitnya. Dan apa yang aku lakukan, aku malah menyuruh para preman untuk melecehkan dia dan membuatnya seperti ini.'' kata Justin di dalam hatinya merasa bersalah kepada Lyana.
''Baiklah Dok, kalau begitu saya permisi dulu.'' kata Justin ingin bangkit dari tidurnya, tapi tiba tiba sebuah gambar USG jatuh di lantai karena sang Dokter tidak sengaja menyenggolnya tadi.
__ADS_1
''Silahkan Pak.'' jawab sang Dokter lalu mengambil beberapa lembaran medis yang terjatuh itu.
Justin yang saat itu tidak sengaja melihat foto USG yang terjatuh itu dengan spontan langsung mengambilnya dan menatap gambar yang Justin sendiri tidak pahami.
''Ini gambar apa Dok??'' tanya Justin dengan rasa penasaran di dalam dirinya akan gambar yang saat ini berada di tangannya.
Entah mengapa, ada rasa yang membuat Justin ingin tau tentang gambar ini. Seperti ada sebuah tarikan di dalam dirinya untuk mengetahui tentang gambar USG tersebut.
''Ini adalah sebuah rahim Tuan, dan di dalam lingkaran ini adalah sebuah janin yang masih berumur beberapa Minggu.'' kata Dokter menjelaskan kepada Justin bahwa di dalam foto USG tersebut adalah sebuah gambar janin.
Justin tiba tiba mengangguk kepalanya tanda mengerti sambil tersenyum saat Dokter itu mengatakan bahwa di dalam foto itu ada sebuah janin yang sedang tumbuh.
__ADS_1
''Oh seperti itu ya Dok, beruntung sekali pasangan yang memiliki calon buah hati seperti ini.'' kata Justin tersenyum sambil melihat gambar tersebut.
'' Tentu saja, Pak. Setiap pasangan suami istri pasti mereka akan menginginkan seorang anak di dalam kehidupan mereka. Menjadi pelengkap dalam keutuhan rumah tangga yang saat ini mereka jalani, tapi saya tidak tau bagaimana nanti suami dari pasien ini tau bahwa keadaan mental ibunya saat ini sedang terganggu.'' kata sang Dokter yang awalnya tersenyum kini langsung berubah menjadi sedih saat Dokter mengatakan bahwa mentalnya sang Ibu terganggu.
Justin menjadi diam saat Dokter mengatakan hal semua itu. Justin tiba tiba merasa takut dan bertanya kepada Dokter siapa pemilik dari gambar USG tersebut.
''Maaf Dok, kalau boleh tau siapa wanita itu??'' tanya Justin dengan wajah sedikit panik.
''Tentu saja wanita yang tadi anda tolong, Pak. Awalnya saya tidak mengerti jika saat ini dia tengah hamil muda, tapi saat saya memeriksa keadaan pasien lebih lanjut. Saya menjadi curiga dan benar saja, setelah saya melakukan USG ternyata saat ini keadaan pasien tengah hamil muda dan perkiraan saya wanita itu hamil 6 Minggu.'' kata sang Dokter menjelaskan tentang keadaan Lyana yang saat ini tengah hamil muda.
Justin langsung menutup mulutnya merasa sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh sang Dokter. Justin langsung berjalan mundur dengan wajah ketakutan dan keluar dari ruangan sang Dokter sambil berlari.
__ADS_1
''Pak, ada apa, Pak??'' tanya sang Dokter mengejar Justin. Tapi Justin sudah berlari dengan begitu cepat sehingga sang Dokter pun tidak bisa mengejarnya.