
Saat ini Justin langsung membawa Lyana ke rumah sakit. Dia tampak begitu panik saat melihat keadaan Lyana yang saat ini sedang pingsan.
''Tolong cepat dikit, Pak!!'' ucap Justin kepada sang sopir agar mempercepat laju mobilnya.
''Baik Tuan.'' jawab sang sopir.
Tak butuh waktu lama akhirnya mereka berdua pun tiba di rumah sakit terdekat. Justin langsung memanggil Dokter untuk memeriksa keadaan Lyana.
''Dok!!. Tolong dia, Dok!!'' ucap Justin tampak panik sambil menggendong Lyana.
Dokter pun langsung menyuruh Justin menaruh Lyana di sebuah ruangan dan sang Dokter pun langsung memeriksa keadaan Lyana yang saat ini sedang tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Setelah beberapa jam memeriksa keadaan Lyana, Dokter pun keluar.
''Bagaimana keadaan Lyana, Dok??'' tanya Justin langsung menghampiri Dokter yang baru saja memeriksa keadaan Lyana.
''Mari ikut saya ke ruangan saya.'' ajak Dokter kepada Justin agar membicarakan keadaan Lyana di ruangannya.
Justin mengikuti sang Dokter dari belakang dan saat ini mereka berdua telah berada di ruangannya.
Apalagi saat ini keadaan Lyana sedang hamil dan dia malah mengalami dehidrasi hingga membuatnya jatuh pingsan. Justin merasa bersalah dengan apa yang saat ini terjadi pada Lyana. Sungguh Justin telah menyiksa keadaan Lyana sampai dia harus mengalami semua ini, Justin telah salah menitipkan Lyana kepada Mommy nya.
Dia pikir bahwa di sana Lyana akan mendapatkan perlindungan tapi nyatanya Lyana malah semakin menderita dan dia sekarang tidak memiliki pilihan lain selain membawa Lyana ke Apartemennya untuk tinggal bersama dengan dirinya.
__ADS_1
''Baik Dok, maafkan atas kelalaian saya dalam menjaga Lyana. Sungguh selama ini saya di sangat sibuk dengan pekerjaan saya, Dok. Dan kejadian ini menjadi pelajaran bagi saya agar lebih memperhatikan Lyana dan anak yang saat ini di kandungnya.'' ucap Justin dengan rasa bersalah saat dia mendengar keadaan Lyana saat ini.
''Baiklah, kalau begitu saya harap Bapak bisa menjadi suami dan juga calon Ayah yang baik. Kalau begitu tolong tebus resep obat ini di Apotek.'' ucap Dokter sambil memberikan resep obat untuk Lyana.
''Baik Dok, terima kasih banyak.'' jawab Justin sambil menerima resep obat yang saat ini di berikan oleh Dokter.
Saat ini Justin sudah menebus resep obat yang di berikan oleh Dokter. Dan saat ini Justin berada di ruangan Lyana sambil menatap kearah Lyana yang saat ini terbaring lemah tidak berdaya.
Justin memegang tangan Lyana yang saat ini terlihat sedikit kurus. Dia merasa iba dengan apa yang saat ini dirasakan oleh Lyana.
''Maafkan aku Lyana. Aku benar benar telah membuat hidup mu mendeira, seharusnya aku tidak pernah membawa kamu di dalam masalah ku ini. Aku benar benar minta maaf karena telah membuat keadaan mu menjadi seperti ini.'' ucap Justin sambil memegang tangan Lyana dengan perasaan bersalah terhadap apa yang saat ini di alami oleh Lyana.
__ADS_1
Malam hari pun kembali menyapa, saat ini Justin masih setia menjaga di ruangan Lyana. Bahkan panggil dari Max dia abaikan karena dia saat ini sedang menjaga Lyana.