
Setelah mendapatkan setuju dari keluarganya, Lyana pun menghubungi Putri untuk memberitahukan bahwa dia bisa ikut ke kota dan bekerja bersamanya.
"Put, Alhamdulillah Ibu dan juga Adikku setuju untuk aku pergi ke kita,'' ucap Lyana dengan senang
"Baik lah Lyana. Dua hari lagi aku akan menjemputmu dan kita akan pergi ke kota ya." ucap Putri dari seberang sana
"Baik lah Put. Makasih banyak ya, Assalamualaikum,"
"Iya. Waalaikumsallam." jawab putri
Lyana pun mematikan telefonnya dan menyiapkan semua keperluannya untuk dia bawah ke kota.
Dan waktu pun berjalan begitu cepat, kini Lyana sudah tiba dimana dia akan berangkat ke kota untuk mencari pekerjaan yang lebih menghasilkan.
"Bu, doain Lyana ya. Semoga di sana Lyana mendapatkan pekerjaan dan semoga juga Lyana di permudahkan dalam mencari Rizkinya, Bu hiks" ucap Lyana meminta doa pada Sang Ibu sambil menangis
"Amin Nak. Ibu selalu mendoakan kamu yang terbaik, semoga kamu di sana baik baik saja. Satu pesan ibu Nak, jangan pernah lupakan sholatmu ya." pesan Sang Ibu
"Iya Bu," Lyana pun menghampiri Rika yang saat ini tengah menangis.
__ADS_1
" Dek, Mbak titip ibu ya. Jaga Ibu buat mbak ya dan ingat kamu harus belajar dengan sungguh sungguh, gapai lah cita citamu, Rika. Kau harus menjadi orang sukses dan bisa membanggakan mbak juga Ibu." ucap Lyana pada Rika lalu memeluknya
" Iya mbak. Rika janji bakalan jagain ibu dan juga belajar dengan giat, aku tidak akan mengecewakan mbak yang sudah bersusah payah membiayai sekolah Rika." ucap Rika sambil menangis di pelukan Lyana
Lyana pun menghapus air matanya, lalu mengambil tas dan juga perlengkapan yang akan dia bawah ke kota.
" Titip Lyana ya, Nak" ucap Sang Ibu pada Putri
" Iya Bu. Insya Allah aku akan jaga Lyana dengan baik di sana." jawab putri sambil tersenyum
" Baik lah. Lyana pamit dulu ya Bu, Rik. Assalamu'alaikum" ucap Lyana menyalami tangan ibunya
" Jangan lupa Nak ,sering sering hubungi kami.'' ucap Ibu sambil melihat kepergian Lyana
" Iya Bu. Lyana pasti akan sering sering menghubungi Ibu." jawab Lyana sambil berteriak
Lyana menangis di dalam mobil, dia tidak menyangka bahwa dia akan meninggalkan Ibu dan juga adiknya. Tapi Lyana harus kuat, semua ini dia lakukan untuk keluarganya. Dia harus berjuang agar keluarganya mendapatkan kebahagian yang seperti yang lainnya.
"Kau harus kuat Lyana. Semua ini kamu lakukan untuk keluargamu, untuk pengobatan Ibunya dan juga untuk biaya sekolah adikmu. Ayo Lyana, kau harus semangat." ucap Lyana dalam hati menyemangati dirinya sendiri
__ADS_1
Dan setelah tiba di kota, Lyana menatap sepanjang perjalanan. Dia sangat kagum dengan gedung gedung bertingkat tinggi dan juga gemerlap lampu di sepanjang jalan yang menerangi perjalanannya.
"Ya Allah Putri, itu beneran bangunan. Itu yang buat butuh berapa tahun, tinggi bener putri??" ucap Lyana dengan kagum
" Hahah..Kau ini lucu banget ya, Ly. Kita itu udah hidup di jaman modern dan kalau kamu masih berpikir kuno, pasti bangunan itu gak akan selesai sampai kamu punya cucu." ucap Putri ngeledek ke arah Lyana.
"Heheh.. Iya Put. Maklum lah, orang desa masuk kota jadi agak sedikit norak." ucap Lyana tersenyum
" Ya udah. Sebentar lagi kita akan sampai di kontrakan aku, dan mungkin besok kamu sudah bisa interview. Semoga aja kamu di terima dan kita bisa bekerja di tempat yang sama."
" Iya Amin Put. Semoga aja aku di terima dan aku bisa satu kerjaan sama kamu. Pasti sangat menyenangkan, bekerja sama sahabat sendiri." ucap Lyana tanpa melupakan senyumannya
" Oh ya nanti kalau udah sampai. Jangan lupa kasih kabar ke Ibu kamu, biar mereka gak khawatir sama kamu." ucap Putri memberikan hpnya
Benar, di rumahnya Lyana hanya memiliki satu hp dan dia berikan pada adiknya agar saat di kota dia bisa menghubungi keluarganya. Dan karena dia tidak memiliki uang untuk membeli hp baru jadi dia meminjam hp Putri untuk menghubungi keluarganya di desa.
" Iya Put. Nanti aku pasti akan menghubungi mereka, makasih banyak ya put karena kamu udah ngebantu aku. Aku tidak tau harus bagaimana caranya untuk membalas semua kebaikan mu." ucap Lyana sambil menundukkan kepalanya
" Lyana, kita ini adalah sahabat dan sesama sahabat kita harus saling membantu. Apalagi waktu masih sekolah, kamu sering membantu aku. Dan sekarang sudah waktunya untuk aku membalas semua kebaikan kamu." ucap Putri lalu memeluk Lyana.
__ADS_1