
Justin langsung menatap marah kearah Lyana yang malah melindungi Max dan berusaha untuk membantu Max. Justin langsung menarik tangan Lyana dan melarang dia untuk berdekatan dengan Max.
''Hentikan Lyana!!. Kenapa kamu malah membela dia, atau mungkin kau saat ini memiliki hubungan dengan Max, Hah??'' bentak Justin sambil menarik tangan Lyana cukup kerasa sehingga membuat Lyana meringis kesakitan.
Melihat Lyana yang di tarik cukup kencang oleh Justin, Max pun berusaha untuk menahan Justin agar tidak berbuat kasar kepada Lyana.
''Tuan, jangan kasar seperti itu. Ingatlah bahwa Nona Lyana sedang hamil.'' ucap Max mengingatkan Justin agar dia tidak berlaku kasar kepada Lyana.
Kini Justin pun melihat kearah Lyana dan dia langsung membawa Lyana pergi tanpa memperdulikan Max yang saat ini masih diam berdiri sambil menatap kearah Justin yang menarik tangan Lyana.
__ADS_1
''Lepaskan aku Justin, sakit!!'' ringis Lyana tapi Justin tidak mendengarkan ringisan Lyana dan terus menarik tangan Lyana untuk menuju ke Apartemennya.
Di perjalanan mereka berdua keluar dari lift, tanpa sengaja mereka berdua berpapasan dengan Sherina. Sherina pun langsung berlari kearah Justin yang tengah menarik tangan Lyana.
''Justin, dia sudah kembali??'' tanya Sherina dengan wajah tanpa dosanya menghampiri mereka berdua.
''Benar, dan ternyata apa yang kamu katakan adalah benar She. Dia bersama dengan lelaki lain selama seharian ini dan aku tidak menyangka bahwa lelaki itu adalah Max. Dan kini aku akan berikan dia pelajaran tentang apa yang sudah ia lakukan padaku!!'' jawab Justin dengan amarah yang membuncah dan kembali menarik tangan Lyana untuk segera masuk ke dalam Apartemennya.
Tapi Justin menggenggam erat tangan Lyana sehingga membuat Lyana tidak bisa melepaskan diri dari Justin. Sherina yang melihat pemandangan itu langsung tersenyum bahagia karena melihat ekspresi wajah Justin yang sangat marah pada Lyana. Sherina sudah bisa menduga bahwa Justin akan menyiksa Lyana.
__ADS_1
''Akhirnya rencana ku berjalan dengan lancar juga, rasakan kau Lyana. Kau akan tau seperti apa sebenarnya Justin saat dia marah, dan aku yakin setelah ini kau akan langsung pergi untuk meninggalkan Justin.'' gumam Sherina dengan wajah bahagianya saat melihat pertengkaran mereka berdua.
Dan setelah tiba di dalam Apartemennya, Justin langsung mendorong tubuh Lyana di atas sofa.
''Akkhh!!'' Lyana meringis kesakitan sambil memegang perutnya saat Justin mendorong tubuh Lyana cukup keras.
''Kau benar benar wanita yang tidak tau diri, Lyana!!. Aku sudah lama menunggu mu dari siang sampai malam aku menunggu kamu dengan rasa khawatir karena belum melihat kamu kembali. Tapi apa yang terjadi kau malah bersama dengan Max dan menikmati hari mu yang indah itu tanpa memikirkan aku yang saat ini tengah merasa khawatir padamu, Hah!!'' bentak Justin di depan Lyana dengan mengatakan bahwa sejak tadi Justin menunggu kedatangan Lyana.
Mendengar Justin membentak dirinya, Lyana pun tidak terima dan dia pun juga berdiri untuk mengatakan tentang apa yang dikatakan oleh Sherina.
__ADS_1
''Untuk apa kau masih menunggu ku??. Aku yakin kau pasti sangat bahagia saat aku tidak ada di sana, kau bisa berduaan dengan Sherina tanpa ada aku yang mengganggu hubungan liburan kalian berdua. Kenapa Justin, kenapa kau harus memberikan harapan padaku tapi kenyataannya kau masih mencintai Sherina. Aku memang wanita miskin yang tidak pantas untuk bersanding dengan mu tapi bukan berarti kau bisa mempermainkan perasaan ku seperti ini!!. Jika kau sudah tidak menginginkan aku untuk tinggal di sini, aku akan pergi dari pada aku harus merasakan rasa sakit karena ulah kamu!!'' jawab Lyana dengan amarah di dalam hatinya sambil menantang Justin yang saat ini diam terpaku mendengarkan apa yang dikatakan oleh Lyana.