
Malam hari pun kembali menyapa, saat ini Lyana pun sedang berusaha untuk membuat matanya tertutup. Karena entah mengapa, sejak tadi dia tidak bisa tertidur.
''Aku ini kenapa sih??. Dari tadi gak bisa tidur,'' Lyana tampak kesal sambil membuang bantalnya.
''Lebih baik aku keluar aja deh.'' Lyana langsung turun dari ranjangnya dan berjalan kearah dapur untuk mengambil makanan.
Tapi tanpa Lyana duga saat ini dia melihat Justin yang sedang menatap layar komputernya dengan wajah serius. Lyana pun tersenyum kearah Justin yang terlihat sangat tampan dengan ekspresi wajah seriusnya.
''Lihatlah Nak, itu Ayahmu. Dia sangat tampan bukan, kau harus bersyukur karena memiliki Ayah seperti dia. Dia bukan hanya tampan, tapi dia kaya dan juga terkenal. Kamu pasti akan sangat bahagia jika nanti kamu bersama dengan Ayahmu.'' gumam Lyana pelan sambil mengelus perutnya yang masih datar.
Lyana yang tidak ingin menganggu kesibukan Justin berjalan perlahan kearah dapur agar dia tidak merasa terganggu dengan kehadirannya.
''Kamu mau kemana Lyana??'' ucap Justin bertanya kepada Lyana.
__ADS_1
Justin sebenarnya sudah menyadari sejak tadi saat Lyana keluar dari kamarnya. Hanya saja dia berpura pura tidak melihat dan hanya menatap layar komputernya.
''Aku mau ke dapur aja deh, lagian aku juga merasa sangat lapar. Mungkin saja jika nanti perutku merasa kenyang, aku bisa tertidur dengan lelap.'' jawab Lyana dengan wajah terkejut saat Justin tiba tiba menyapa dirinya.
Justin pun menutup layar komputernya lalu berjalan menuju kearah Lyana yang saat ini berdiri tidak jauh darinya.
''Apakah kamu lapar??'' tanya Justin yang saat ini sudah berada di hadapan Lyana.
''Aku tidak lapar, aku hanya merasa ingin memakan sesuatu saja.'' jawab Lyana memalingkan wajahnya merasa malu karena di tengah malam seperti ini dia malah merasa sedikit lapar.
''Baiklah, aku akan memasakkan sesuatu untuk kamu.'' ucap Justin dengan antusias ingin memasakkan makanan untuk Lyana.
''Tidak, tidak usah. Aku bisa masak sendiri kok, lagian ini kan aku yang merasa lapar jadi biarkan aku saja yang masak, kamu lanjutkan pekerjaan mu saja.'' Lyana menolak Justin untuk memasakkan makanan untuknya.
__ADS_1
''Tidak Lyana, saat ini anakku lah yang merasa lapar. Dan sebagai calon Daddy yang baik, aku harus memasakkan makanan spesial untuk anakku ini.'' ujarnya sambil mengelus perut Lyana dengan pelan.
Lyana cukup terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Justin pada dirinya. Perlakuan Justin kepadanya membuat Lyana merasa bahwa mereka menikah karena sebuah cinta bukan karena keterpaksaan dan juga kesalahan. Tapi hal yang sebenarnya terjadi adalah mereka berdua menikah karena sebuah kesalahan, tidak ada cinta diantara mereka berdua.
''Baiklah.'' jawab Lyana pasrah sambil menundukkan kepalanya.
Saat ini Justin pun langsung mengambil beberapa bahan yang ada di dalam kulkas. Justin langsung memasaknya dengan sangat lihai dan seperti Justin sudah terbiasa dengan memasak. Dan setelah setengah jam menunggu, akhirnya dia pun telah berhasil membuat nasi goreng seafood.
''Silahkan di makan Lyana, aku harap kamu menyukainya.'' kata Justin sambil menyajikan makanannya.
Lyana pun langsung menelan air liurnya saat dia melihat makanan yang ada di depannya. Dia benar benar sangat tergoda dengan masakan Justin yang terlihat sangat enak. Tanpa bicara lagi Lyana pun langsung menyantap makanan itu dengan lahap, hingga makanan itu tak tersisa.
Justin menelan salivanya dalam saat melihat Lyana yang sangat lahap seperti orang yang belum makan selama satu tahun.
__ADS_1
''Alhamdulillah, perutku kenyang sekali. Terima kasih ya karena sudah menyiapkan makanan seenak ini.'' kata Lyana dengan memegang perutnya yang terasa sangat kenyang.
''Iya sama sama.'' jawab Justin dengan wajah bingungnya saat Lyana bisa menghabiskan makanan sebanyak itu.