
Lyana pun mengambil hp yang tadi diberikan oleh Putri. Lyana pun menekan nomor ponsel keluarganya dan dengan cepat nomer itu langsung tersambung.
''Assalamualaikum,'' ucap Lyana saat telefonnya terangkat.
''Waalaikumsallam, Mbak.'' Rika menjawab telefon Lyana dengan perasaan gembira.
''Dek, Mbak udah sampai di kota dan Alhamdulillah Mbak besok sudah langsung interview di tempat pekerjaannya, Mbak.'' ucap Lyana memberikan kabar pada Rika
''Alhamdulillah, selamat ya Mbak. Semoga Mbak bisa diterima bekerja dan disana tanpa halangan apapun.'' ucap Rika memberikan doa pada Lyana
''Amin, Dek. Makasih ya udah doain Mbak. Oh ya Ibu kemana Dek, Mbak mau bicara sama Ibu.''
''*Bentar ya Mbak, aku kasih ke Ibu dulu." Rika berjalan ke kamarnya Ibu sambil memberikan hpnya.
"Assalamu'alaikum Lyana," ucap Ibu dengan suara lemah seperti ingin menangis*
__ADS_1
"Waalaikumsallam, Bu. Ibu lagi apa??" tanya Lyana basa basi meskipun saat ini dia tengah menahan air matanya agar tidak jatuh.
"Ibu sedang sholat, Nak. Gimana kamu udah sampai kan di kota, Nak??" tanya Lina dengan perasaan cemas
"Alhamdulillah, Bu. Lyana udah sampai kok dan doain Lyana ya Bu, Semoga besok Lyana acara interviewnya berjalan dengan lancar dan Lyana bisa diterima di sana, Bu." ucap Lyana pada sang Ibu meminta doanya.
"Tentu saja, Nak. Ibu pasti doakan Lyana disana , Semoga kamu baik baik saja dan segera mendapatkan pekerjaan. Maafkan Ibu, Lyana karena Ibu kamu harus berjuang menjadi tulang punggung keluarga. Maafkan Ibu yabg tidak berguna ini, seharusnya kau tidak merasakan semua kesusahan ini. Tidak seharusnya kau harus memikul beban seberat ini, Lyana." ucap Ibu sambil menangis, tidak bisa menahan air matanya untuk tidak jatuh.
Lina sangat terpukul saat harus melepas Lyana bekerja di kota dan jauh darinya. Tapi dia juga tau bahwa kebutuhannya disini juga banyak, jadi mau tidak mau. Lina harus merelakan putri sulungnya untuk bekerja di kota demi membiayai semua kebutuhannya dan juga adiknya yang masih duduk di bangku SMA.
''Ibu, Ibu jangan berfikir seperti itu. Sudah berapa kali Lyana katakan pada Ibu, semua kebutuhan Ibu dan juga Rika sudah menjadi tanggung jawab Lyana. Jadi Ibu jangan pernah menyalakan diri Ibu sendiri, Lyana juga ikhlas dalam menjalani semua takdir kehidupan Lyana. Meskipun Lyana harus pergi jauh dari Ibu dan juga Rika, tapi ini hanya sementara, Bu. Jika suatu hari nanti Lyana sudah mendapatkan uang yang cukup banyak, Lyana akan pulang kok, Bu. Lyana akan tinggal disana bersama Ibu dan juga Rika. Lyana juga akan memulai usaha kecil kecilan agar Lyana tidak perlu bekerja di kota lagi.'' ucap Lyana menjelaskan semua keinginannya dan berusaha menenangkan hati Ibunya.
Memang benar apa yang dikatakan oleh Lyana pada Ibunya. Dia memiliki rencana jika suatu hari nanti dia telah memiliki beberapa tabungan yang cukup, maka Lyana akan kembali ke desanya dan memulai usaha kecil kecilan. Lyana akan memulai usahanya dari nol dan jika Lyana memiliki rejeki yang lebih, maka dia akan melanjutkan pendidikan sang adik hingga dia sukses dan apa yang dia cita cita kan bisa terwujud.
Itu lah Rencana Lyana selama ini, membahagiakan keluarganya tanpa memikirkan dirinya sendiri. Lyana ikhlas jika dia harus bekerja keras tapi membuat keluarganya bahagia tanpa kekurangan apapun seperti yang pernah mereka alami.
__ADS_1
Kini Lyana bertekad mengadu nasib di kota agar dia dan keluarganya tidak lagi merasakan kesusahan dan yang terpenting bagi Lyana adalah mereka semua dalam keadaan sehat dan berkecukupan.
''Amin, Nak. Semoga semua kerja kerasmu bisa mendapatkan hasil yang kau inginkan dan apa yang menjadi cita cita mu bisa segera terwujud, Lyana. Ibu disini hanya bisa mendoakan mu agar kau disana baik baik saja.'' ucap Ibu dengan perasaan lega
''Amin, Bu. Ya udah ya Bu, Lyana mau istirahat dulu. Lyana juga capek dan besok Lyana juga harus interview lebih awal jadi Lyana harus bangun pagi untuk bersiap siap.'' ucap Lyana mengakhiri pembicaraannya.
''Iya, Nak. Assalamu'alaikum,''
''Waalaikumsallam, Bu.'' Lyana pun mematikan telefonnya.
Lyana pun memberikan kembali hpnya pada Putri.
''Makasih banyak ya, Put. Kamu udah mau meminjamkan hpnya sama aku.'' ucap Lyana berterima kasih.
''Iya sama sama, Ana. Lagian cuma masalah hp kok.'' ucap Putri dengan santai sambil tersenyum kearah Lyana.
__ADS_1