
Justin pun mengambil nafas dalam dia pun berusaha untuk membujuk Lyana yang saat ini sedang merajuk di dalam kamarnya. Justin membuka pintu kamar Lyana dan benar saja saat ini Lyana sedang menangis dengan di tutupi bantal.
''Hey Lyana, kenapa kamu harus menangis??. Sungguh tadi aku tidak bermaksud untuk berbicara hal seperti itu padamu, maafkan aku ya.'' ucap Justin sambil duduk di ranjang Lyana.
Lyana masih diam tak menjawab apa yang dikatakan oleh Justin, dia masih larut di dalam kesedihannya. Justin pun mengambil nafas dalam dan mengeluarkannya dengan perlahan agar membuat Lyana tidak marah lagi saat mendengar suara nafas Justin yang terdengar seperti orang yang terpaksa membujuk dirinya.
''Oh ya Lyana, apakah kamu tidak ingin memakan sesuatu??. Biasanya kan wanita hamil biasanya akan mengalami ngidam, apakah kamu tidak mengalaminya??'' tanya Justin berusaha untuk membujuk Lyana agar dia tidak marah lagi.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Lyana, Lyana pun menjadi terdiam dan saat itu juga Lyana pun duduk sambil mengusap air matanya. Justin yang melihat Lyana sudah mulai tidak marah lagi tersenyum kepadanya agar Lyana semakin merasa lebih baik saat melihat sikap Justin yang baik padanya.
Lyana menatap mata Justin dengan wajah berkaca kaca. Lyana menghapus air matanya dan dia mulai berbicara kepada Justin.
''Sebenarnya aku memang sedang ingin sesuatu,'' jawab Lyana dengan suara pelan sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Justin pun tersenyum sambil menahan tawanya saat melihat perubahan emosi Lyana yang saat ini tampak terlihat tidak marah.
''Baiklah, kamu mau makan apa??. Ayo kita pergi bersama untuk membeli makanan itu.'' ajak Justin kepada Lyana agar dia tidak marah lagi.
'' Sebenarnya aku ingin makan bakso tapi, apakah kamu benar benar mau keluar denganku??'' tanya Lyana dengan wajah takutnya.
''Tentu saja, kita akan pergi bersama dan kita akan sama sama menyamar. Kita berdua akan sama sama memakai kaca mata dan juga masker untuk menutupi wajah kita. Bagaimana??'' Justin pun memberikan ide agar Lyana tidak merasa tidak percaya diri dan juga agar Lyana tidak menyalahkan dirinya.
''Baiklah, aku akan bersiap dulu.'' jawab Lyana dengan penuh semangat lalu berjalan menuju ke almari nya untuk mengganti pakaiannya.
''Ayo, aku udah siap!!'' kata Lyana dengan penuh semangat.
''Ah iya, ayo.'' jawab Justin dengan melihat pakaian Lyana yang tampak sedikit kampungan.
__ADS_1
Justin tau bahwa Lyana adalah dari keluarga yang sederhana dan mulai saat ini Justin berjanji akan memberikan yang terbaik selama Lyana tinggal bersama dengan dirinya.
Akhirnya mereka berdua pun pergi bersama sama untuk membeli bakso. Dan saat ini mereka berdua sudah tiba di sebuah restauran yang cukup terkenal di kota ini.
''Ayo kita turun, kita sudah sampai.'' ajak Justin sambil membuka safety belt nya.
Tapi Lyana masih diam dengan menatap bangunan besar yang belum pernah ia temui seumur hidupnya.
''Ayo Lyana kita turun,'' Justin kembali mengajak Lyana untuk turun karena dia masih saja diam di dalam mobil.
''Kita mau kemana??'' tanya Lyana dengan wajah bingungnya.
''Tadi katanya kamu mau makan bakso, ya udah ayo kita makan bakso di sini. Ini adalah restauran, dan Restauran ini adalah yang terbaik di kota ini.'' kata Justin sedikit menjelaskan tentang Restauran ini.
__ADS_1
''Tapi aku tidak makan bakso di restauran ini, aku cuma mau makan bakso di pinggir jalan saja. Pasti di sini sangat mahal, aku tidak mau.'' kata Lyana menolak untuk makan di Restauran mahal ini.