
Justin tampak mengernyitkan dahinya saat Lyana tidak menginginkan makan di restoran mahal ini. Melainkan Lyana hanya ingin makan bakso di pinggir jalan.
''Tapi Lyana di pinggir jalan gak higienis, bagaimana jika terjadi sesuatu sama kamu dan bayi yang saat ini kamu kandung??. Tidak, pokoknya aku tidak mau terjadi sesuatu sama kamu dan anak aku.'' ucap Justin menolak saat Lyana meminta untuk makan di pinggir jalan saja.
Mendengar suara Justin yang sedikit membentak Lyana, entah kenapa Lyana langsung merasa sedih dan mata dia pun mulai berkaca kaca sambil menahan air matanya agar tidak jatuh.
Lyana langsung memalingkan wajahnya dan dia kini menghadap kearah jendela. Justin yang mengetahui emosi Lyana pun langsung menepuk jidatnya merasa sangat bersalah kepada Lyana karena sudah sedikit berbicara keras.
''Ah, aku lupa kalau Lyana sekarang lagi hamil.'' gumam Justin sambil menepuk jidatnya.
Justin langsung duduk kembali ke kursinya dan dia kini mulai berbicara dengan Lyana dengan lemah lembut.
__ADS_1
''Lyana, kamu jangan makan di tempat kayak gitu. Bagaimana jika makanan di sana gak higienis, aku takut terjadi sesuatu sama kamu dan juga anakku. Jadi lebih baik kita makan di Restauran ini saja ya??'' ucap Justin berusaha untuk membujuk Lyana agar mau makan di Restauran ini.
Lyana yang kini suasana hatinya sedang tidak enak dan dia benar benar tidak ingin berdebat langsung menganggukkan kepalanya tanpa berbicara kepada Justin.
Melihat Lyana menganggukkan kepalanya, Justin pun sangat senang. Dan kini mereka berdua pun langsung berjalan ke dalam Restauran.
Di dalam Restauran Justin langsung memesan makanan yang di inginkan oleh Lyana dan tak lama kemudian makanan yang di pesan pun sudah tiba. Justin langsung menikmati makanan bulat yang menjadi makanan favorit sebagaian orang Indonesia.
''Ini enak sekali Lyana, ayo cepat di makan.'' ucap Justin sambil memakan makanannya.
Justin yang melihat Lyana hanya mengaduk makanannya langsung bertanya kepada Lyana.
__ADS_1
''Lyana, kenapa kamu tidak memakan makanan kamu??. Apakah rasanya tidak enak??'' tanya Justin sambil melihat kearah Lyana yang saat ini tampak terlihat cemberut.
''Tidak kok, makanannya sangat enak. Tapi di sini siapa yang ngidam, aku atau kamu??. Aku kan sudah bilang bahwa aku mau makan di pinggir jalan saja tapi kamu menolaknya dan menyuruh aku untuk makan di sini. Padahal aku tidak mau makan di sini, hiks.'' kata Lyana dengan air mata yang menetes saat dia menceritakan apa yang saat ini dia rasakan.
Justin benar benar tidak mengerti dengan emosi pada ibu hamil. Bukankah tadi dia sudah setuju untuk makan di sini, bagaimana bisa dia langsung berubah pikiran dan malah menangis seperti ini.
''Jadi kamu benar benar tidak mau makan bakso di sini??. Apa bedanya sih Lyana, kita itu sama sama makan bakso??'' ucap Justin dengan wajah frustasi saat Lyana masih ngotot untuk makan di pinggir jalan.
''Menurut kamu sih gak ada bedanya, tapi bagi aku itu ada bedanya. Ini itu keinginan anak kamu, dan dia tidak mau makan di tempat ini. Dia mau makan di pinggir jalan saja, terserah sih kamu mau menuruti apa tidak. Tapi yang jelas aku tidak mau makan di sini, atau kita pulang saja.'' jawab Lyana dengan nada merajuk saat Justin masih tidak menuruti keinginannya.
Justin membuang nafas panjang dan dia benar benar tidak memiliki cara lain selain mengabulkan keinginan wanita hamil ini. Jika tidak maka sudah di pastikan bahwa Lyana akan menangis di dalam kamarnya selama seharian.
__ADS_1
''Baiklah, ayo kita pergi.'' ucap Justin dengan nada suara pasrah dan Lyana tampak sangat bahagia saat Justin menuruti apa yang dia inginkan.
''Benarkah??. Ayo!!'' jawab Lyana dengan semangat.