
WARNING MASIH ADEGAN 21+
Rintihan sakit dan juga tangisan pilu tidak didengarkan oleh lelaki bejat yang telah merenggut kesucian Lyana dengan paksa. Tangisan benci dan juga sakit terdengar sangat memilukan dari Lyana.
Lyana sama sekali tidak akan menyangka bahwa semua ini akan terjadi padanya. Lyana pun berusaha bangkit dari tidurnya dan saat melihat lelaki itu tertidur disampingnya dengan tidur yang lelap. Lyana sangat benci pada lelaki yang telah merenggut kesuciannya.
''Kau benar benar jahat hiks. Kau merenggut kesucian ku yang selama ini aku jaga untuk aku persembahkan pada suamiku nanti, hiks hiks. Apa yang akan aku katakan nanti pada suamiku kelak, haruskah aku mengatakan bahwa aku telah di perkosa oleh lelaki yang sama sekali tidak aku kenal. Hiks hiks, kau jahat sangat jahat hiks hiks.'' tangis Lyana merasa sangat hancur.
Lyana pun bangkit dari tidurnya sambil melilitkan selimut untuk menutupi tubuhnya dan saat dia berjalan menuju kearah meja. Dia melihat sebuah pisau, Lyana pun mengambilnya dan kembali berjalan kearah lelaki yang tertidur lelap itu.
''Kau harus mati!!. Lelaki bejat seperti mu tidak pantas untuk hidup di dunia ini. Kau telah menghancurkan masa depanku dan jika aku membunuh mu itu semua akan impas dengan apa yang telah kau lakukan padaku.'' ucap Lyana dan mengarahkan pisau itu pada dada lelaki yang terlelap itu.
Saat Lyana ingin menancapkan pisau itu tepat di dadanya. Dia menghentikan langkahnya untuk membunuh lelaki itu, Lyana juga menjatuhkan pisau itu di atas lantai.
Lyana menangis sesegukan, dia tidak bisa melakukan semua ini. Bagaimana jika dia dipenjara dan bagaimana dengan nasib Ibu dan juga Adiknya. Lyana tidak bisa membayangkan bagaimana susahnya mereka jika Lyana harus berada di penjara.
__ADS_1
''Aku tidak bisa melakukannya, bagiamana jika aku masuk penjara??. Siapa yang akan memberi nafkah Ibu dan Juga Rika. Aku tidak bisa membiarkan mereka kesusahan hiks hiks.'' tangis Lyana dan berjalan untuk meninggalkan kamar ini dan kembali ke kostan nya.
Tapi belum sempat Lyana melangkahkan kakinya, tiba tiba tangan kekar itu kembali menarik Lyana.
''Kau mau pergi kemana??. Urusan kita masih belum selesai, Sherina.'' ucap Lelaki itu kembali menarik tangan Lyana.
''Lepaskan aku, dasar lelaki berengsek!!'' umpat Lyana berusaha melepas cengkraman lelaki itu.
Tapi lelaki itu masih tidak begitu sadar, lelaki itu masih terpengaruh alkohol sehingga menganggap Lyana sebagai wanita lain.
''Aku masih belum selesai denganmu. Mari kita bermain sampai kita berdua benar benar puas,'' ucap lelaki itu penuh nafsu saat melihat Lyana dengan selimut putih yang menutupi tubuhnya.
''Jangan!!. Ku mohon jangan lakukan itu lagi hiks hiks.'' tangis Lyana menggenggam erat selimutnya.
Tapi lelaki itu sudah gelap mata dan dengan kekuatannya, lelaki itu langsung menarik selimut yang menutupi tubuh Lyana. Saat melihat tubuh Lyana yang tanpa sehelai benang pun, lelaki itu semakin bernafsu dan dengan cepat menekan tubuh Lyana di atas ranjang.
__ADS_1
Dengan cepat lelaki itu mencium semua bagian tubuh Lyana. Dan untuk yang kesekian kalinya lelaki itu memasuki Lyana. Bahkan menghentakkan miliknya dengan sangat keras kedalam milik Lyana.
Rasa nyeri juga sakit kini semakin bertambah saat lelaki itu berkali kali melakukan nafsu bejadnya pada Lyana.
''Aku tidak menyangka bahwa tubuhmu ini sangat nikmat.'' ucap Lelaki itu sambil terus menghentakkan miliknya kedalam milik Lyana.
''Ah, sakit hiks. Hiks ini sangat sakit.'' rintih Lyana tapi tidak didengarkan oleh lelaki itu yang telah tertutupi oleh hawa nafsunya.
Hingga waktu menjelang pagi, lelaki itu baru menyelesaikan hasratnya dan turun atas tubuh Lyana setelah beberapa kali dia bermain kasar pada Lyana.
Lelaki itu pun tertidur sangat lelap karena merasa lelah dengan kegiatannya tadi. Sedangkan Lyana, dia berusaha bangkit dari tidurnya dan melangkahkan kakinya yang terasa sangat lemas bahkan bergetar.
''BBBBUKKK!!'' tubuh Lyana terjatuh dari atas ranjang karena kakinya benar benar terasa sangat lemas hingga tidak bisa menopang tubuhnya.
__ADS_1
visual Lyana