
Saat ini Bibi Max pun bercerita tentang kehidupan selama ini bersama suaminya dan entah mengapa hati Lyana menjadi sedikit tergerak untuk bisa memiliki kehidupan pernikahan seperti mereka berdua.
''Andai saja aku bisa merasakan apa yang mereka berdua rasakan, pasti aku akan sangat bahagia bisa memiliki pernikahan dengan sebuah cinta. Tapi sayangnya disini hanya aku lah yang jatuh cinta pada Justin dan dia sama sekali tidak mencintai aku. Dia mencintai orang lain dan aku hanya duri di dalam hubungan mereka berdua.'' gumam Lyana saat dia mengingat tentang apa yang dikatakan oleh Sherina padanya.
Setelah bercerita banyak dengan sang Bibi saat ini Lyana pun ingin menikmati indahnya pemandangan di pantai ini. Lyana pun keluar sambil merasakan hembusan angin yang menerpa wajahnya.
Max yang saat itu sedang berada di samping Lyana tidak menyangka bahwa dia akan melihat wajah Lyana yang terlihat sangat cantik dengan penampilan sederhananya.
''Astaga, ternyata Nona Lyana cukup cantik juga. Apalagi saat dia tersenyum seperti itu, dia sudah seperti bidadari.'' gumam Max dengan mengagumi wajah cantik Lyana yang natural.
__ADS_1
Tapi di detik berikutnya Max langsung membuang pikiran itu terhadap Lyana karena dia tua bahwa Lyana adalah istri dari majikannya.
''Max, apa yang kau pikirkan. Apakah kamu sudah bosan hidup hah, dia adalah istri dari Tuan Justin dan jika kamu menyukai dia maka kau bersiap untuk menggali kuburan mu sendiri.'' kata Max di dalam hatinya dengan membuang pikiran tentang menganggumi kecantikan Lyana.
Lyana yang saay ini tidak sengaja melihat Max pun memanggilnya untuk menemani dia menikmati indahnya pantai.
''Hay Max, kemarilah. Temani aku untuk bersantai.'' kata Lyana memanggil Max untuk menemani dirinya.
''Ada apa, Nona??'' tanya Max sambil berjalan menuju kearahnya.
''Tidak ada, temani aku ya. Aku benar benar merasa sangat bosan.'' jawab Lyana dengan ekspresi wajah sedihnya.
__ADS_1
Melihat Lyana yang terlihat sedih, entah mengapa hati nurani Max menyuruhnya untuk menghibur Lyana. Dan Max pun teringat salah satu tempat dimana dulu waktu kecil dia sering datangi.
''Nona mari ikut saya menuju ke suatu tempat yang mungkin akan Nona sukai.'' kata Max sambil memegang tangan Lyana dan dia pun membawa Lyana ke sebuah tempat yang sering ia datangi waktu masih kecil.
Dan setelah tiba, Lyana pun cukup tercengang saat dia melihat sebuah gua kecil yang berada di pinggir pantai tersebut. Max pun mengajak Lyana masuk ke dalam dan betapa terkejutnya Lyana saat dia melihat sebuah gua yang di hiasi oleh begitu banyaknya kerang kerang putih yang dulu sering di kumpulkan oleh Max.
''Max, kamu mengumpulkan ini semua??'' tanya Lyana dengan wajah takjubnya saat dia melihat keindahan di dalam gua tersebut yang telah di hias oleh Max dengan berbagai kerang kerang putih dan juga bintang laut yang dia temukan.
Kini mereka berdua pun menikmati indahnya pantai bersama sama dan kini Max pun cukup bahagia saat dia melihat Lyana tersenyum kembali. Hingga malam hari pun kembali menyapa, saat ini Max melihat kearah Lyana yang seperti sangat menikmati waktunya dengan Paman dan juga Bibinya. Max jadi memikirkan jika nanti dia bisa memiliki istri seperti Lyana pasti dia akan sangat bahagia.
''Nona, sekarang waktunya Nona untuk kembali pulang. Bagaimana jika Tuan Justin mencari keberadaan Nona??'' ucap Max dengan mengatakan bahwa sudah saatnya dia untuk kembali pulang.
__ADS_1
''Tidak Max, aku ingin tinggal disini bersama dengan Paman dan juga Bibi.'' jawab Lyana dengan menolak ajakan Max.