
Waktu pun berganti dengan begitu cepat, saat ini Lyana tengah membersihkan salah satu ruangan di hotel tersebut. Dan setelah ini Lyana pun akan segera pulang karena waktu pun sudah hampir larut malam.
''Alhamdulillah, akhirnya pekerjaanku selesai juga.'' kata Lyana sambil menatap pekerjaannya yang sudah selesai.
Lyana pun berjalan untuk mengambil tasnya dan berniat untuk segera pulang. Tadi Putri pulang terlebih dahulu karena dia berniat untuk membeli kebutuhan bulanan. Karena tadi pekerjaan Lyana belum selesai jadi Putri pun pergi terlebih dahulu.
Lyana pun berjalan keluar dari hotel tersebut, Lyana membuka hpnya untuk memesan ojek online tapi saat Lyana melihat hpnya ternyata hpnya mati karena kehabisan daya.
''Ya Allah aku lupa tadi untuk mencharge nya.'' ucap Lyana sambil melihat hpnya yang mati total.
Akhirnya Lyana pun tidak memiliki pilihan lain selain mencari ojek atau taksi yang dekat dari hotelnya. Lyana menatap sekelilingnya yang tampak sepi, Lyana mulai merasa panik karena tidak ada satupun orang yang lewat berlalu lalang seperti biasanya.
''Kok gak seperti biasanya sih ini jalan sepi banget.'' ucap Lyana melihat kesemua sisi jalan yang tampak sepi.
__ADS_1
Lyana yang mulai memiliki perasaan buruk saat dia mulai berfikir bahwa ada seseorang yang mengikutinya. Dengan cepat Lyana pun langsung berlari untuk mencari tempat yang ramai hingga dia pun berhenti di sebuah gang sempit yang tampak sangat sepi dan juga gelap.
Astaghfirullah, kok aku bisa berlari ketempat seperti ini sih??. Aduh, gara gara aku panik aku sampai gak liat dimana aku berlari.'' ucap Lyana dengan ekspresi wajah bingung.
Karena rasa panik yang Lyana rasakan, dia sampai lupa bahwa ia memilih jalan yang salah. Lyana pun berbalik untuk mencari jalan yang benar, tapi saat ia berbalik. Lyana malah melihat segerombolan anak preman yang menghampiri Lyana.
Lyana pun menelan salivanya dalam saat melihat segerombolan preman itu berjalan kearahnya.
''Bener Bro, apalagi dia datang kesini seorang diri. Sudah bisa aku tebak kalau dia sedang tersesat Bro, Hahaha..'' tawa semua preman itu saat melihat kearah wajah Lyana yang tampak ketakutan.
Salah satu dari preman itu menghampiri Lyana yang saat ini tampak ketakutan. Preman itu datang untuk menggoda Lyana yang saat ini berada di depannya.
''Kalian semua jangan mendekat!!. Atau aku berteriak dan memanggil semua warga untuk datang. Dan aku pastikan bahwa kalian akan di hajar habis habisan oleh warga semua.'' ucap Lyana dengan ekspresi wajah ketakutan tapi dia masih berusaha untuk bersikap tenang dan Lyana juga berusaha untuk mengusir semua preman itu.
__ADS_1
Semua preman itu tertawa terbahak bahak saat mendengar apa yang dikatakan oleh Lyana.
''Aduh takut,'' ucap salah satu preman dengan nada mengejek kearah Lyana yang tadi mengancam kearah mereka semua.
''Kau pikir kami takut dengan ancaman mu itu hah!!. Kau tau tidak bahwa semua yang berada dalam wilayah ini adalah berada dalam kuasa kami. Jadi jika kau berfikir bahwa semua warga akan datang untuk menyelamatkan mu, itu hanya ada di mimpi mu!!'' bentak salah satu preman di depan wajah Lyana.
Lyana pun mulai ketakutan dan dia langsung mencari cela untuk kabur dari sana. Tapi salah satu preman itu langsung menarik tangan Lyana.
''Lepaskan aku!!'' teriak Lyana dengan memberontak agar dia melepaskan Lyana.
''Hey cantik, jangan berteriak seperti itu. Kami tidak akan menyakiti mu, kami hanya ingin memuaskan dirimu dan setelah itu kami juga akan mengantarkan mu kerumah. Bagaimana kamu mau kan??'' tanya salah satu preman itu dengan masih memegang tangan Lyana.
''Tidak!!. Aku tidak mau lepaskan aku!!'' teriakan Lyana masih berusaha untuk lepas dari mereka semua.
__ADS_1