LYANA

LYANA
episode 37


__ADS_3

Justin menatap marah kepada semua preman itu yang berani beraninya tidak menjalankan perintah darinya.


''Ternyata kalian hanya preman kampung yang masalah seperti ini saja kalian tidak mampu membereskannya. Aku cuma mau kalian melecehkan dia dan aku berani membayar berapa pun yang kalian minta. Benar benar tidak berguna!!'' bentak Justin pada semua preman itu.


Preman itu pun tetap tidak mendengarkan apa yang Justin katakan. Mereka langsung pergi sambil memberikan uang yang tadi Justin berikan pada mereka.


Karena rencananya gagal, Justin pun keluar dari mobilnya untuk melihat keadaan Lyana. Dia ingin memberikan pelajaran pada Lyana karena dia sudah berani membuatnya mengalami kebangkrutan yang cukup banyak.


Dan saat Justin tiba di tempat dimana Lyana berada, dia sangat terkejut saat melihat keadaan Lyana yang tampak sangat menyedihkan.


Lyana meringkus ketakutan dengan air mata yang terus mengalir, dia bergumam dengan tubuh gemetar karena ketakutan.


''Pergi dari sini, ku mohon jangan sentuh aku hiks hiks.'' tangis Lyana dengan wajah ketakutan.


Justin yang melihat keadaan Lyana pun langsung menghampirinya. Entah mengapa, ada rasa khawatir saat melihat keadaan Lyana yang seperti saat ini. Justin tampak kasihan pada Lyana yang tampak ketakutan dengan tubuh gemetar.


''Kau tidak apa apa??'' tanya Justin berusaha mendekati Lyana. Tapi Lyana langsung beraksi dan menjauh dari Justin.

__ADS_1


''Kau bajingan!!. Pergi dari sini, jangan sentuh aku!!'' teriak Lyana dengan histeris lalu menutup telinganya dengan wajah ketakutan.


Melihat keadaan Lyana yang seperti ini, Justin pun langsung menelpon Max untuk memanggilkan dia ambulan dan seorang Dokter untuk Lyana.


''Hallo Max, sekarang kau cepat panggilkan sebuah ambulans dan juga Dokter. Aku membutuhkannya sekarang.'' perintah Justin dengan menelfon Max.


''Ada apa Tuan, apa terjadi sesuatu pada Tuan??. Apa Tuan terluka??'' tanya Max dengan suara panik saat mendengar bahwa Justin menginginkan sebuah ambulans dan juga dokter.


''Tidak, aku tidak apa apa. Hanya saja ada seseorang yang membutuhkannya. Sudahlah Max kau jangan banyak bertanya, sekarang cepat kirim sebuah ambulans secepatnya.'' kata Justin lalu mematikan teleponnya.


Sedangkan saat ini Justin tengah berusaha untuk menenangkan Lyana yang saat ini menjerit histeris.


''Tenanglah, sebentar lagi akan ada ambulan dan juga seorang dokter yang akan menangani kamu.'' kata Justin berbicara pada Lyana tapi dengan jarak yang cukup jauh karena saat Justin mendekat Lyana akan semakin menjerit untuk menyuruh Justin pergi.


Dan tak lama kemudian, mobil ambulans itu pun datang dan langsung membawa Lyana setelah dokter itu menyuntikkan obat penenang kepada Lyana. Lyana pun di bawa ke rumah sakit dan langsung mendapatkan perawatan.


Entah mengapa Justin begitu khawatir dengan keadaan Lyana hingga dia mengikuti sampai ke rumah sakit. Dan setelah Dokter memeriksa tubuh Lyana, dia pun keluar dari ruangan dimana Lyana di rawat.

__ADS_1


''Bagaimana keadaan dia Dok??'' tanya Justin dengan ekspresi wajah panik.


''Apakah anda suami pasien??'' tanya sang Dokter pada Justin.


''Ah bukan, saya adalah orang yang menolong dia dan saya tidak tau keluarganya dia dimana.'' jawab Justin pada sang Dokter saat menanyainya.


''Baiklah kalau begitu, jika Tuan bukan kerabatnya maka nanti saya akan menunggu kerabat pasien datang.'' ucap sang Dokter lalu meninggalkan Justin.


Justin yang sangat ingin tau tentang keadaan Lyana pun mengejar sang Dokter agar dia mau memberitahukan tentang keadaan Lyana saat ini.


''Dok tunggu, saya ingin tau tentang keadaan pasien. Dan jika nanti keluarga pasien datang, saya bisa menyampaikannya.'' kata Justin mengejar sang Dokter.


''Baiklah kalau begitu, mari ikut saya.'' jawab si Dokter meminta Justin untuk mengikutinya keruangan dia.


Dan setelah tiba di ruangannya, Dokter pun mulai menjelaskan tentang keadaan Lyana yang mengalami trauma berat. Bahkan saat ini Dokter khawatir bahwa Lyana akan menjadi gila.


''Apah Dok??'' tanya Justin dengan ekspresi wajah terkejut dengan apa yang dikatakan oleh sang Dokter tentang keadaan Lyana.

__ADS_1


__ADS_2