
Setelah menjalankan interview dan Lyana di terima bekerja di hotel tersebut. Putri pun menyuruh Lyana untuk kembali ke kostannya dan memberikan dia sejumlah uang untuk biaya ongkosnya.
"Ana, Ini uang buat kamu." ucap Putri memberikan uang kepada Lyana.
"Ini uang buat apa Put??" tanya Lyana dengan perasaan bingung.
"Ini ongkos buat kamu kembali ke kost, Ana." jawab Putri
"Gak usah, Put. Aku punya uang kok, dan aku rasa uang ini masih cukup kok." Lyana menolak uang yang diberikan oleh Putri.
"Udah ambil aja. Uang yang kamu punya itu buat kebutuhan kamu yang lain aja, Ana."
"Tapi, Put-" belum selesai Lyana menyelesaikan kalimatnya, Putri memotongnya.
"Udah Lyana, ambil saja. Dan sekarang kamu cepat cari angkot takutnya gak ada angkot lewat lagi." ucap Putri mendorong tubuh Lyana agar dia cepat pergi.
"Makasih banyak ya, Put. Kamu udah mau membantu aku." ucap Lyana sebelum dia menaiki angkotnya.
"Iya sama sama. Udah ah sana, nanti kita ketemu lagi.'' Putri melambaikan tangannya saat Lyana sudah menaiki angkotnya.
Putri memberikan uang tersebut agar Lyana tidak banyak mengeluarkan uang. Apalagi Putri tau bahwa Lyana hanya memiliki uang pas Pasan. Dan dengan ikhlas Putri membantu Lyana yang saat ini tengah kesusahan.
__ADS_1
Di dalam angkot Lyana melihat uang yang diberikan oleh Putri tadi. Lyana tersenyum sambil menghapus air matanya yang jatuh karena dia terharu atas kebaikan Putri yang selalu membantunya.
"Terima kasih banyak, Put. Insya Allah jika nanti aku udah memiliki rejeki aku tidak akan lupa dengan kebaikan kamu ini dan aku juga akan membalas semua yang telah kamu berikan padaku." ucap Lyana sambil menggenggam uang pemberian dari Putri.
Setelah sampai di kostannya, Lyana pun langsung membereskan kostannya itu dan di saat malam tiba. Lyana menyiapkan makan malam untuk mereka berdua.
"Assalamu'alaikum," ucap Putri dan membuka pintu kostannya. Dan betapa terkejutnya Putri saat melihat Lyana tengah memasak makanan untuknya.
"Waalaikumsallam." jawab Lyana dari dalam dapur.
" Ya ampun Ana, kamu ngapain??" tanya Putri menghampiri Lyana yang saat ini tengah memasak makan malam.
Putri menggelengkan kepalanya saat melihat Lyana yang tengah kelimpungan menyiapkan makanan buat mereka berdua.
"Ana, Kamu ngapain repot repot masak kayak gini??" Putri melihat beberapa makanan yang dimasak oleh Lyana.
"Gak papa, Put. Lagian aku masaknya makanan sederhana. Ya udah ayo kita makan bersama." ucap Lyana mengajak Putri.
Dan akhirnya mereka berdua pun makan malam bersama.
Mentari pun kembali menampakkan sinar paginya. Saat ini Lyana dan juga Putri sudah bersiap untuk berangkat bekerja.
__ADS_1
Dan setelah sampai di tempat kerjanya, Lyana langsung mengerjakan pekerjaannya dengan baik. Bahkan dalam satu bekerja Lyana sudah mendapatkan nilai positif dari atasannya.
"Dia anak baru itu??" tanya pemilik hotel tersebut.
"Benar, Pak. Dia baru sekarang ini bekerja dan bagaimana menurut Bapak??" tanya Siska pada pemilik hotel tersebut
"Dia cukup rajin bahkan semua pekerjaannya bisa diselesaikan dengan baik. Saya suka dengan cara dia bekerja, Sis. Laporkan pada saya jika terjadi sesuatu pada dia." ucap sang pemilik Hotel pada Siska.
"Siap, Pak." jawab Siska.
Waktu pun berjalan begitu cepat, sudah satu bulan lamanya dia bekerja di sini. Dan saat ini bayaran pertama baginya.
"Ini Lyana bayaran buat kamu." Siska. memberikan gajinya pada Lyana.
Lyana menerimanya sambil tersenyum.
"Alhamdulillah, terima kasih banyak, Mbak." ucap Lyana tersenyum dan menerima gajinya.
"Ada sedikit bonus buat kamu Lyana, karena kinerja kamu yang cukup memuaskan. Saya harap kamu bisa mempertahankan kinerja kamu ini." ucap Siska mengatakan tentang kinerjanya yang baik.
"Benarkah, Mbak. Alhamdulillah, terima kasih banyak Mbak. Insya Allah saya akan lebih rajin lagi. Terima kasih banyak, Mbak.'' ucap Lyana sangat senang karena ia mendapatkan bonus dan Lyana bisa segera mengirimkannya pada keluarganya.
__ADS_1