LYANA

LYANA
episode 42


__ADS_3

Mendengar apa yang dikatakan oleh Justin Max pun menjadi tidak tega dengan apa yang saat ini Tuannya alami.


''Saya tau Tuan, mungkin semua ini sangat berat bagi Tuan. Tapi harus bagaimana lagi, untuk saat ini Tuan tidak bisa memikirkan tentang perasaan Tuan saja. Tuan juga harus memikirkan tentang anak yang saat ini berada di dalam kandungan wanita itu. Ingat Tuan, bagaimana pun juga, anak itu adalah darah daging Tuan. Dan dia juga tidak bersalah dalam hal ini, jadi Tuan harus bertanggung jawab kepada wanita itu.'' kata Max mengatakan tentang pendapatnya mengenai kejadian yang saat ini menimpa Justin.


''Aku tau Max, makanya aku akan menikahi wanita itu,'' jawab Justin dengan wajah pasrah.


''Max, kau siapkan semuanya dan aku akan menemui wanita itu untuk mengatakan bahwa aku akan menikahinya.'' ucap Justin berdiri dari tidurnya dan ingin pergi untuk menemui Lyana.


''Tidak Tuan, saya akan menemani Tuan. Saya takut terjadi sesuatu dengan Tuan, dan masalah tentang pernikahan Tuan dengan wanita itu. Saya bisa menyiapkannya nanti, sekarang saya hanya ingin berada di dekat Tuan untuk menjamin keselamatan Tuan.'' kata Max menolak untuk meninggalkan Justin seorang diri untuk menemui Lyana.


Justin pun memikirkan tentang apa yang dikatakan oleh Max kepadanya. Dan dia juga setuju dengan pemikiran Max yang ingin menemaninya karena takut terjadi sesuatu dengan Justin.

__ADS_1


''Baiklah Max, jika itu mau mu. Ayo sekarang ikut aku untuk menemui wanita itu.'' ucap Justin mengajak Max untuk pergi bersamanya menemui Lyana.


Dan saat ini mereka berdua pun telah tiba diruangan Lyana. Dan kini Lyana sedang duduk di ranjang rumah sakit sambil menatap dengan tatapan kosong.


''Bagaimana keadaannya??'' tanya Justin yang saat ini bertanya kepada suami Ibu kost.


Putri saat ini tidak berada di rumah sakit untuk menemani Lyana. Karena tadi emosinya kepada Justin tidak bisa ia tahan, akhirnya Suami Ibu kost meminta agar Putri di bawa pulang karena mereka berdua takut bahwa Putri akan berbuat hal nekad lainnya.


''Seperti itulah, kau bisa melihatnya bagaimana keadaan Lyana saat ini.'' jawab suami Ibu kost sambil melihat kearah Lyana.


''Bagaimana Pak, saya benar benar akan menikahi dia??'' tanya Justin meminta pendapat dari suami ibu kost tersebut.

__ADS_1


''Tapi bagaimana bisa kau menikahi dia, saat keadaan Lyana seperti itu.'' kata suami ibu kost saat melihat keadaan Lyana yang memprihatinkan.


''Saya tidak peduli dengan keadaannya sekarang, tapi yang jelas. Saya ingin menikahi dia secepatnya dan saya juga yang akan menyiapkan semua keperluannya,'' ucap Justin dengan sangat yakin.


''Saya mohon Pak, ini demi kebaikan dia dan juga anak yang saat ini dia kandung. Lagian pernikahan ini hanya kita yang tau atau bisa di bilang pernikahan ini adalah pernikahan rahasia. Sehingga tidak akan ada orang di luaran sana yang tau tentang pernikahan kami.'' kata Justin mengatakan bahwa pernikahan ini dirahasiakan.


''Apa maksudmu??'' tanya suami ibu kost meminta penjelasan.


''Begini Pak, saya menikahi dia karena anak yang dia kandung. Tapi saya akan tetap bertanggung jawab semua tentang keperluan dia dan juga anak yang di kandungnya. Tapi saya hanya meminta untuk sementara waktu pernikahan saya dengan dia di rahasiakan dulu.'' pinta Justin kepada suami ibu kost.


'' Jadi maksud kamu, kalian menikah secara diam diam??''

__ADS_1


''Benar Pak. Karena menurut saya sekarang ya g terpenting adalah anak yang dia kandung mendapatkan status yang jelas dan kami berdua jelas terikat pernikahan. Karena saya tau, antara saya dan juga dia tidak memiliki rasa cinta sama sekali. Saya takut jika suatu hari nanti saya atau pun dia mendapatkan cinta dari orang yang lain. Jadi untuk sementara waktu biarkan pernikahan kami di rahasiakan.'' ucap Justin meminta kepada suami ibu kost agar merahasiakan pernikahannya.


''Baiklah saya setuju. Besok kalian akan menikah.'' jawab suami ibu kost menyetujui permintaan Justin.


__ADS_2