
Saat ini Lyana melihat kepergian Justin, dia tersenyum kearah Justin yang saat ini berada di dalam mobil. Dan saat mobil Justin sudah tidak terlihat lagi, Lyana pun berniat untuk kembali masuk kedalam Mansion. Tapi sebelum Lyana masuk, di depan pintu sudah ada Catherina yang saat ini sedang menatap kearahnya dengan tatapan dingin.
''Mommy??'' panggil Lyana saat Catherina berada di depannya.
''Mommy??. Kau memanggilku Mommy??. Maaf wanita kampung kau sama sekali tidak pantas memanggilku dengan sebutan nama Mommy. Kau panggil Nyonya karena di sini kau hanya seorang wanita asing yang memiliki status seorang menantu. Ingat derajat mu bahwa kau tidak lebih dari seorang pembantu disini.'' ucap Catherina dengan suara dingin dan tatapan yang sangat ketara bahwa dia sama sekali tidak menyukai Lyana.
Lyana hanya bisa mengambil nafas dalam saat Catherina mengatakan hal seperti itu. Lyana cukup sadar dan mengerti bahwa saat ini Catherina masih belum bisa menerima kehadirannya.
''Baiklah Nyonya. Maafkan atas kelancangan saya tadi.'' ucap Lyana sambil menundukkan kepalanya tanda hormat pada Catherina.
Catherina pun tersenyum puas saat Lyana menurut apa yang dia katakan apalagi Lyana sama sekali tidak melawannya.
__ADS_1
''Bagus, kau memang harus bersifat nurut seperti ini, jika tidak maka kau akan tau akibatnya,'' ancaman Catherina kepada Lyana yang saat ini hanya diam tidak berani menatap kearah Catherina.
''Sekarang pergilah ke dapur dan bantu para pelayan untuk beres beres. Jangan kamu pikir dengan kamu mendapatkan dukungan dari Justin kamu akan seenaknya berada di rumah ini. Menjadi Nyonya yang bisa memerintah semau mu, kau di sini hanya sebatas tidak lebih dari seorang pelayan. Jadi lakukan apa yang semestinya kamu lakukan, mengerti!!'' bentak Catherina di depan wajah Lyana.
''Baik saya mengerti.'' jawab Lyana singkat.
Sebenarnya Lyana bisa saja melawan Catherina tapi dia sadar bahwa posisinya di sini adalah hanya seorang wanita biasa. Sedangkan Justin adalah lelaki yang menjadi incaran wanita wanita diluar sana.
Lyana pun berjalan menuju ke dapur untuk membantu para pelayan membersihkan rumah ini. Dan saat Lyana tiba di dapur itu, Lyana sungguh sangat takjub dengan keindahan dekorasi yang ada di dapur ini. Lyana bahkan melihatnya bukan seperti sebuah dapur, tapi lebih tepatnya seperti sebuah istana.
''Ya Allah dapurnya aja semewah ini. Sepertinya aku harus melihat ruang ruang lain yang ada di rumah ini.'' ucap Lyana dengan ekspresi wajah takjub akan keindahan dapur ini.
__ADS_1
Tiba tiba seorang pelayan datang menghampiri Lyana, dan kini dia berada di depan Lyana.
''Maaf Nyonya, ada yang bisa saya bantu??'' tanya si pelayan tersebut kepada Lyana yang saat ini berada di dapur.
''Ah tidak ada, malah aku yang harus bertanya sama kamu. Apakah ada sesuatu yang bisa aku bantu??'' tanya Lyana ke arah pelayan tersebut.
Si pelayan itu tampak bingung dengan sikap Lyana yang malah menanyakan tentang sesuatu yang bisa dia bantu. Bukankah dia seorang Nyonya, dia adalah istri dari Justin.
''Maaf Nyonya, tapi Nyonya tidak pantas untuk melakukan pekerjaan ini. Nyonya adalah Nyonya di sini jadi biarkan kami yang melayani Nyonya.'' ucap si pelayan melarang Lyana untuk melakukan semua pekerjaan pelayan.
Mendengar apa yang dikatakan oleh pelayan tersebut, tiba tiba hati Lyana sedikit merasakan sakit.
__ADS_1
''Nyonya??. Tidak, aku hanya seorang wanita kampung yang mendapatkan nasib yang buruk. Aku tidak mungkin menjadi Nyonya dan aku hanya pantas menjadi seorang pembantu.'' ucap Lyana di dalam hati dengan perasaan sakit saat dia mengingat siapa dirinya.