LYANA

LYANA
episode 69


__ADS_3

Saat ini Justin dan juga Lyana pun tengah duduk di warung bakso yang berada di pinggir jalan sesuai dengan keinginan Lyana. Justin pun menatap sekelilingnya yang terasa cukup risih karena baru kali ini Justin makan di pinggir jalan.


Dan tak lama kemudian bakso yang tadi sudah pesan telah tiba. Lyana langsung melihat kearah bakso itu dengan pandangan tidak sabaran. Setelah itu Lyana langsung mengambil saos, kecap juga cabai yang begitu sangat banyak.


''Lyana, kamu jangan banyak banyak cabainya. Bagaimana jika nanti kamu sakit perut??'' Justin langsung menahan tangan Lyana yang menaruh banyak sambal di baksonya.


''Gak apa apa kok, aku udah biasa makan banyak sambel. Lagian ini cuma dikit.'' Lyana langsung melepaskan tangan Justin yang menahan tangannya.


''Tapi Lyana-''


''Udah aku gak apa apa kok.'' jawab Lyana langsung memotong pembicaraan Justin.


Lyana pun memakan baksonya dengan sangat lahap hingga dia tidak memperdulikan Justin yang saat ini enggan untuk makan baksonya karena merasa risih dengan sekitarnya. Bakso milik Lyana pun habis dan dia masih melihat bahwa bakso Justin masih tidak di makan.

__ADS_1


''Kok baksonya gak di makan??'' tanya Lyana sambil menatap bakso milik Justin.


''Hahha, iya. Gak tau kenapa tiba tiba perut aku sudah merasa kenyang jadi aku tidak bernafsu lagi untuk makan.'' jawab Justin sambil tersenyum kaku dengan menjauhkan bakso miliknya.


Dengan bahagianya Lyana langsung menarik bakso Justin agar bisa dia makan.


''Ya udah kalau gitu buat aku aja. Lagian kan mubazir kalau di buang jadi buat aku saja.'' kata Lyana dengan semangat lalu kembali mengambil sendok dan juga garpunya.


''Lyana, kamu yakin mau menghabiskan dua porsi bakso itu??'' tanya Justin dengan menatap heran ke arah Lyana.


''Tentu saja aku bisa menghabiskan bakso ini. Apalagi aku sudah lama tidak memakan bakso, rasanya sangat enak sekali.'' jawab Lyana dengan memakan baksonya dengan lahap.


''Memangnya di kampung gak ada bakso??''

__ADS_1


Lyana terdiam saat mendengar pertanyaan Justin. Entah kenapa dia tiba tiba teringat akan keluarganya di kampung.


''Tentu saja ada, hanya saja aku tidak memiliki uang untuk membeli baksonya. Keluarga bukan orang yang kaya, bahkan terkadang untuk makan sehari-hari kami saja. Aku sampai hutang ke sana kemari hanya untuk membeli beras, aku tidak memiliki cukup uang untuk membeli bakso.'' ucap Lyana sambil bercerita tentang masa lalunya yang menyedihkan.


Justin menjadi terdiam saat mendengar cerita Lyana yang begitu kesusahan dalam mencari uang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.


''Apakah kamu hanya memiliki Ibu dan juga seorang adik, lalu dimana Ayahmu??'' tanya Justin dengan wajah sedihnya.


''Ayahku sudah meninggal dan Ibu ku mengalami lumpuh, sedangkan adikku masih sekolah. Jadi mau tidak mau aku harus menjadi tulang punggung keluarga ku, aku harus mencari uang untuk mereka semua. Aku sampai mendekatkan diriku untuk datang ke kota agar bisa membuat bahagia, agar mereka tidak kesusahan lagi. Tapi siapa sangka bahwa semua kejadian ini akan terjadi padaku, hiks hiks. Keluarga ku bahkan tidak mengetahui tentang keadaan ku saat ini, aku saat ini sedang hamil dan sungguh semua ini tidak pernah aku bayangkan untuk hamil secepat ini,''tangis Lyana dengan mengingat keadaan dirinya saat ini.


''Aku masih ingin membahagiakan Ibu dan juga adikku. Tapi takdir tidak bisa di tebak dan kini aku harus menjalani semua kehidupan ini meskipun aku tidak ingin berada di situasi seperti ini.'' kata Lyana dengan perasaan tegar yang dia paksakan.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Lyana, entah mengapa ada perasaan tidak tega di dalam dirinya. Justin pun hanya terdiam dengan memalingkan wajahnya dengan perasaan bersalah.

__ADS_1


__ADS_2