LYANA

LYANA
episode 77


__ADS_3

Lyana tampak terdiam saat mendengarkan cerita dari Justin, hanya saja ada perasaan terluka saat Justin malah lebih mementingkan Sherina dari pada menemani dia untuk melakukan pemeriksaan.


''Lyana, maafkan aku. Aku benar benar tidak tau bahwa semua kejadian itu akan terjadi, aku tidak tau kalau Sherina bakalan datang dan dia juga bakalan pingsan. Maafkan aku ya Lyana, aku benar benar merasa sangat bersalah sama kamu.'' ucap Justin meminta maaf kepada Lyana tentang apa yang sudah dia perbuat kepada Lyana.


Lyana hanya tersenyum dan tidak menjawab permintaan maaf Justin.


''Sudahlah Justin, sekarang kamu lebih baik kembali ke kamar kamu. Aku ingin istirahat karena aku benar benar lelah.'' ucap Lyana berusaha untuk mengusir Justin agar dia pergi dari kamar Lyana dan dengan begitu Lyana bisa menumpahkan semua kesedihan yang saat ini dia rasakan.

__ADS_1


Justin hanya menundukkan kepalanya, dia tau bahwa Lyana marah padanya. Dan karena Lyana meminta Justin untuk keluar, maka Justin tidak bisa membantahnya apalagi Lyana bilang kalau dia lelah.


''Baiklah, aku akan keluar. Kamu istirahat ya dan selamat malam.'' jawan Justin lalu berjalan keluar dari kamar Lyana.


Saat ini Justin pun menutup pintu kamar Lyana sambil menatap Lyana yang kini masih duduk diam dan tidak melihat kearah Justin. Dan setelah Justin keluar dari kamar Lyana, saat itu juga air mata yang sejak tadi dia bendung kini tumpah membasahi sprei kamar Lyana.


''Kau tidak tau Justin, bagaimana berharapnya aku bahwa kau akan datang untuk menemani aku melakukan pemeriksaan. Tapi aku dan juga anak yang kamu kandung ternyata tidak berarti bagi kamu, karena kamu lebih mementingkan wanita itu dari pada kami berdua. Aku tau, hubungan kita ini hanya lah sebuah hubungan karena kesalahan tapi tidak seharusnya kamu melakukan semua ini kepada kami berdua, kau jahat Justin, hiks hiks.'' tangis Lyana dan langsung menutup wajahnya dengan bantal agar tangisan tidak terdengar oleh Justin.

__ADS_1


Sedangkan saat ini Justin merasa sangat bersalah kepada Lyana karena di lihat dari ekspresi wajah Lyana, dia begitu tampak kecewa saat Justin tidak bisa menemani Lyana untuk melakukan pemeriksaan.


''Tuan, Tuan sudah datang??'' tanya Siti yang saat ini melihat Justin yang baru saja keluar dari kamar Lyana.


''Iya, saya baru datang.'' jawab Justin dengan wajah lelahnya.


''Tuan, Tuab tau tidak. Bahwa sejak tadi pagi tadi Nyonya menunggu kedatangan Tuan. Bahkan dia dari pagi sampai sore menunggu Tuan duduk di atas balkon sambil terus melihat kearah bawah. Nyonya sangat berharap bahwa Tuan akan datang dan saat Tuan tidak kunjung datang. Saya lihat, Nyonya tampak begitu kecewa dan akhirnya saya lah yang menemani Nyonya untuk melakukan pemeriksaan. Tuan, saya harap untuk bulan depan besok Tuan bisa menemani Nyonya untuk melakukan pemeriksaan. Karena bagaimanapun juga Tuan adalah Ayah kandung dari anak yang saat ini Nyonya kandung, Tuan.'' ucap Siti dengan menceritakan kepada Justin bagaimana tadi Lyana yang menunggu kedatangan Justin hingga sore hari.

__ADS_1


__ADS_2