
Pagi hari pun kembali menyapa, saat ini Lyana dan juga Justin baru saja keluar dari kamarnya. Meskipun Justin tidur di sofa dan Lyana di ranjang tapi mereka berdua masih tidur di kamar yang sama.
Saat ini Justin pun sedang bersiap untuk berangkat ke kantornya. Lyana datang menghampiri Justin yang kala itu sedang sibuk menyiapkan semua keperluannya.
''Boleh aku bantu.'' ucap Lyana kepada Justin yang saat ini tengah sibuk.
''Tidak tidak, tidak usah Lyana. Aku bisa melakukannya sendiri.'' jawab Justin menolak niat baik Lyana.
Karena Justin tidak ingin jika Lyana membantunya, jadi Lyana pun duduk di ranjang sambil melihat kearah Justin yang saat ini tampak sibuk sendiri. Dan setelah itu, Justin pun langsung mengambil tasnya dan berniat untuk segera berangkat ke kantor.
''Lyana, aku berangkat dulu ya. Ingat, untuk baik baik di sini.'' pesan Justin kepada Lyana yang saat ini duduk di ranjang.
''Baik, aku mengerti. Aku akan baik baik berada di sini, kau jangan khawatir.'' ucap Lyana kepada Justin yang saat ini berada di depannya.
Dan saat Lyana menyadari bahwa saat ini Justin lupa untuk memakai dasinya.
__ADS_1
''Tunggu dulu, kau melupakan sesuatu.'' kata Lyana menahan Justin agar tidak berangkat bekerja terlebih dahulu.
Lyana pun langsung mengambil dasi yang berada di depan cermin dan dia memberikan kepada Justin.
''Kau melupakan ini.'' kata Lyana sambil memberikan dasinya.
''Terima kasih banyak,'' jawab Justin dan menerima dasi tersebut.
''Oh ya Lyana, selama beberapa hari ini mungkin aku tidak akan pulang. Aku memiliki jadwal syuting dan kau tau sendiri kan, saat aku syuting aku tidak kapan akan pulang. Dan mungkin aku akan menginap di tempat syuting jadi kau jangan menungguku pulang.'' Justin memberitahukan kepada Lyana bahwa untuk beberapa hari ini Justin tidak akan pulang ke Mansionnya karena padatnya jadwal syuting.
''Tidak apa apa, aku mengerti kok.'' jawab Lyana singkat.
''Baiklah kalau begitu, kau baik baik di sini Mommy akan menjaga mu dan jika kau butuh sesuatu katakan saja pada Mommy, dia pasti akan memberikannya.'' kata Justin kepada Lyana.
''Aku rasa, Mommy mu tidak suka dengan aku??'' ucap Lyana dengan menggigit bibirnya.
__ADS_1
''Kau tenang saja Lyana, Mommy ku memang orangnya seperti itu. Tapi jika kau bisa mengambil hatinya maka kau akan mendapatkan kasih sayang yang sangat berlimpah dari Mommy ku.'' jawab Justin sambil menatap kearah Lyana.
Lyana menjadi sedikit senang dan dia pun tersenyum kearah Justin yang sudah membuat dirinya tenang.
''Baiklah jika seperti itu, aku akan berusaha untuk membuat Mommy mu menyukai aku.'' ucap Lyana kepada Justin bahwa dia akan berusaha untuk membuat Mommy nya menyukai Lyana.
''Baiklah kalau begitu aku berangkat dulu, ingat untuk mengabari aku jika terjadi sesuatu pada kamu.'' kata Justin sambil memegang kepala Lyana.
Lyana menjadi tersipu malu saat Justin berada di jarak yang begitu dekat dengannya. Lyana langsung menundukkan kepalanya takut Justin akan melihat bahwa saat ini pipinya sedang merah padam.
''Aku akan mengantarkan kamu sampai di depan.'' pinta Lyana kepada Justin bahwa dia akan mengantarkan Justin sampai di depan pintu.
''Baiklah, kalau begitu tolong bawakan ini untukku.'' ucap Justin sambil memberikan tasnya kepada Lyana.
Lyana dengan senang hati membawakan tas itu dan kini Lyana pun mengikuti Justin dari belakang sambil tersenyum. Dan setelah tiba di depan pintu, Lyana pun hanya bisa menatap kepergian Justin sambil melambaikan tangannya.
__ADS_1
''Sampai berjumpa kembali, Justin.'' ucap Lyana dengan suara pelan.