LYANA

LYANA
episode 73


__ADS_3

Dan saat itu juga Justin pun langsung berangkat untuk melakukan pekerjaannya dan Lyana hanya bisa menatap kepergian Justin dengan perasaan sedihnya.


''Cepatlah pulang, Justin. Aku disini menunggumu untuk segera pulang.'' ucap Lyana saat dia melihat kepergian Justin dari dalam jendela Apartemennya.


Waktu pun berlalu begitu cepat, saat ini sudah 2 Minggu sejak kepergian Justin dan Lyana setiap hari melihat keluar jendela untuk menantikan kedatangan Justin.


''Nona, ini susu buat Nyonya.'' ucap si pelayan yang di tugaskan untuk menemani Lyana.


''Taruh di sana saja, Mbak Siti. Mbak, udah berapa kali sih aku bilang sama Mbak Siti untuk tidak memanggil ku Nyonya. Mbak Siti panggil saja Lyana, lagian aku juga bukan Nyonya di keluarga Justin.'' kata Lyana yang saat ini sedang menegur pelayan yang bernama Siti karena selalu memanggilnya dengan sebutan Nona.


''Tapi Nyonya, itu sangat tidak sopan bagi saya. Apalagi saya di tugaskan di sini untuk menjaga Nyonya dan sudah semestinya saya juga menganggap Nyonya adalah majikan saya.'' jawab Siti dengan menjelaskan tentang keadaan Lyana saat ini.


''Tapi aku merasa tidak nyaman dengan sebutan itu, apalagi aku hanyalah wanita biasa.'' kata Lyana dengan wajah tidak enak kepada Siti.

__ADS_1


''Sudahlah Nyonya, Nyonya harus terbiasa dengan sebutan ini. Oh ya Nyonya, hari ini adalah jadwal untuk memeriksakan kandungan Nyonya.'' ucap Siti dengan mengingatkan Lyana bahwa saat ini adalah jadwal untuk pemeriksaan kandungannya.


Lyana menundukkan kepalanya lalu berjalan kearah luar jendela, dia menatap keluar Apartemen yang kini terlihat sangat ramai dengan orang orang yang bersiap untuk melakukan aktivitasnya seperti biasa.


''Aku tau, Mbak. Hanya saja aku sedang menunggu Justin, dia bilang kalau dia akan menemani aku untuk melakukan pemeriksaan. Tapi kenapa sampai saat ini dia belum datang juga, atau sebentar lagi dia akan datang. Aku menunggu dia untuk menemani aku menjalankan pemeriksaan kandungan ini.'' kata Lyana dengan wajah penuh harap bahwa Justin akan datang dan menemani Lyana untuk menjalani pemeriksaan kandungannya.


Siti yang melihat wajah penuh harap Lyana menjadi tidak tega jika seandainya nanti Justin tidak datang untuk menemani dirinya.


''Baiklah, jika begitu mari saya bantu Nyonya untuk mempersiapkan semua keperluan untuk pemeriksaan nanti.'' kata Siti lalu berjalan untuk membereskan barang barang yang nantinya akan di butuhkan oleh Lyana nanti.


''Sayang, kita tunggu Daddy disini ya. Kamu pasti sangat rindu dengan Daddy mu.'' ucap Lyana sambil mengelus perutnya yang kini terlihat sedikit buncit.


Dan tiba tiba sebuah tendangan pelan terasa di perut Lyana dan itu membuat Lyana sangat bahagia karena bayi yang di dalam kandungannya merespon apa yang dia katakan.

__ADS_1


''Sayang, kamu menendang Mama. Kamu pasti sangat setuju dengan tadi yang Mama katakan.'' Lyana tampak tersenyum bahagia karena bayinya menendang perutnya.


Hingga waktu pun terus berjalan, kini jam sudah menunjukkan waktu siang hari dan Justin juga belum terlihat dari luar sana. Hati Lyana mulai gelisah karena Justin tidak kunjung datang.


''Kamu kemana sih, kok belum datang juga??'' gumam Lyana dengan perasaan khawatirnya.


Waktu pun sudah menujukkan jam 2 siang dan Lyana juga belum melihat tanda tanda Justin akan pulang.


''Nyonya, sekarang sudah hampir sore. Apakah Nyonya masih ingin menunggu kedatangan Tuan??'' tanya Siti sambil menghampiri Lyana.


''Aku masih ingin menunggunya, Mbak. Mungkin sebentar lagi dia akan datang.'' jawab Lyana dengan masih berharap bahwa Justin akan pulang.


Hingga waktu pun telah menunjukkan pukul 5 sore dan Justin juga belum terlihat. Lyana pun merasa putus asa dengan perasaan sedihnya karena Justin belum juga pulang.

__ADS_1


''Nyonya, sebaiknya kita harus memeriksakan kandungan Nyonya sekarang. Jika tidak saya khawatir bahwa Dokter kandungannya akan segera pulang.'' ucap Siti dengan meminta Lyana untuk melakukan pemeriksaan sekarang juga.


''Baiklah.'' jawab Lyana dengan perasaan sedih.


__ADS_2