LYANA

LYANA
episode 2


__ADS_3

Hari pun berganti dengan begitu cepat, Lyana tidak sengaja bertemu dengan teman lamanya yang bernama Putri. Dan saat ini Putri sedang bekerja di kota, dan putri juga yang mengajak Liyana untuk bekerja bersamanya di kota.


Tanpa berpikir panjang, Lyana pun menyetujuinya untuk ikut Putri di kota. Karena setelah Putri menceritakan tentang pekerjaannya Lyana pun langsung setuju, di tambah lagi bayarannya yang cukup besar bagi Lyana.


" Aku akan ikut Put, tapi aku harus minta ijin dulu sama Ibu ku ya," ucap Lyana bahagia


" Iya Lyana, kamu ijin aja dulu sama ibu kamu. Dan kalau kamu udah di ijinin kamu hubungin aku ya. Ini nomer aku." ucap Putri sambil memberikan selembar kertas yang berisi nomernya.


Lyana pun berjalan dengan langkah cepat agar cepat sampai ke rumahnya. Lyana sudah tidak sabar untuk memberitahukan pada ibunya bahwa dia akan pergi ke kota dan mendapatkan bayaran yang besar. Lyana ingin mengobati ibunya ke dokter, karena sudah 2 tahun ini Lyana tidak bisa membawa ibunya untuk periksa ke dokter. Lyana hanya membelikan obat warung pada ibunya.


"Assalamualaikum," salam Lyana dengan semangat dan terburu buru


"Waalaikum sallam Lyana. Ada apa Nak??" Tanya ibu


"Bu, aku akhirnya aku mendapatkan pekerjaan yang bayarannya lumayan besar Bu," ucap Lyana dengan semangat

__ADS_1


" Ah, benarkah Nak, Alhamdulillah," ucap syukur ibu


" Emangnya kamu kerja dimana nak??" Tanya ibu pada Lyana


" Lyana ikut Putri Bu, temen Lyana waktu SMP dulu. Dan Lyana akan bekerja di kot, Bu." ucap Lyana menjelaskan sambil tersenyum lebar.


Ibu Lyana tercengang, dengan ekspresi wajah terkejut saat mendengar penuturan anaknya yang ingin bekerja di kota yang berarti dia akan berpisah darinya.


" Aada apa Bu??"' tanya Lyana menghampiri sang Ibu


" Bu, di sana Lyana akan sering menghubungi Ibu, Lyana juga akan menjaga diri Lyana dengan baik di sana. Bu , Lyana lakukan ini semua karena Lyana ingin Ibu sembuh dan Rika mendapatkan pendidikan yang layak Bu." ucap Lyana dengan wajah sedih


Ibu Lyana pun merasa sangat sedih karena harus melihat anaknya berjuang untuk diri nya dan adik nya yang masih sekolah. Ibu Lyana sangat benci dengan keadaannya yang sekarang, dia lumpuh dan tidak bisa melakukan apapun untuk anaknya. Dia hanya bisa berbaring di ranjang dan bergantung pada anaknya. Sungguh dia selalu berfikir bahwa dia menyusahkan ke dua anaknya.


Tidak seharusnya, anak gadis seperti Lyana harus menanggung beban seberat ini. Terkadang ibu Lyana berfikir untuk segear meninggal karena percuma dia tinggak di sini hanya untuk menjadi beban anak anaknya.

__ADS_1


"Maaf ibu Nak, tidak seharusnya kau berjuang untuk Ibu. Maafkan ibu karena selalu menyusahkan mu hiks hiks. Kenapa tidak ambil saja nyawanya Ya Allah agar aku tidak menyusahkan anak anak ku,''tangis Ibu Lyana


"Bu, kenapa kau bicara seperti itu. Ibu sama sekali tidak pernah membuat Lyana susah Bu, ini sudah kewajiban Lyana untuk merawat ibu hiks. Jangan pernah mengatakan untuk pergi Bu, jika ibu pergi. Lyana dan juga Rika akan sangat sedih, karena kami berdua masih membutuhkan Ibu." ucap Lyana mengusap air mata ibunya


Ibu Lyana pun tersadar, apa yang di katakan oleh Lyana adalah benar. Bahwa Lyana dan juga Rika masih membutuhkannya.


" Maafkan ibu Nak, tidak seharunya ibu berkata seperti itu. Hanya saja ibu tidak ingin terus melihatmu seperti ini, ibu tidak ingin terus menjadi beban dalam hidup,Nak." ucap Ibu sambil menangis tersedu sedu


" Bu, ibu tidak akan pernah menjadi beban dalam hidupku. Tapi karena Ibu lah aku memiliki semangat untuk berjuang. Ibu dan juga Rika lah penyemangatku, jadi Ibu jangan pernah katakan hal seperti itu lagi." ucap Lyana pada sang ibu lalu memeluknya dengan erat.


Lina tidak bisa menahan air matanya, dia menangis di pelukan anaknya. Dia sungguh tidak berguna, kenapa dia harus hidup jika hanya menjadi beban dalam keluarganya.


"Ibu benar benar minta maaf padamu. Kau harus menanggung beban seberat ini, tidak seharusnya anak seusiamu merasakan semua beban ini. Ya Allah, lancarkan lah segala urusan anakku, mudahkan lah dia dalam mencari Rizki yang halal bagi Mu Ya Allah " ucap Lina dalam hati dengan penuh harap.


Tidak banyak yang bisa dia lakukan selain berdoa kepada Sang Khaliq. Karena sejatinya, Dia lah yang maha memberi Rizki dan juga musibah. Hanya satu yang selalu Lina yakinkan dalam hatinya, bahwa suatu hari nanti kebahagian akan menghampiri anak anaknya.

__ADS_1


__ADS_2