
Max berusaha menahan Justin agar dia tidak pergi dan mengurungkan niatnya untuk meminta maaf pada Lyana.
''Tuan tunggu dulu!!'' Max berusaha membuat Justin tenang terlebih dahulu.
''Apalagi Max, sekarang cepat kamu keluar dan urus wanita itu agar dia tidak berani membongkar kejadian malam itu!!'' ucap Justin dengan nada keras.
''Tuan tunggu dulu, biarkan saya bicara dulu. Jika di lihat dari penampilannya wanita itu memang sangat kampungan tapi Tuan harus tau, wanita itu mengalami trauma yang sangat berat karena kejadian malam itu. Apa Tuan mau terus dihantui rasa bersalah pada wanita itu karena Tuan tidak langsung meminta maaf padanya,'' kata Max berusaha untuk membuat Justin tenang
''Tuan, kita datang kesini bukan untuk melihat penampilan dia. Tapi kita datang kesini untuk meminta maaf padanya, mungkin bagi Tuan uang bisa menyelesaikan semua masalah tapi bagiamana dengan wanita itu??. Bisa saja, uang tidak ada harganya bagi dia dibandingkan dengan kesuciannya yang kini telah hilang oleh orang yang tidak dia kenal. Saya mohon Tuan, mari kita lihat wanita itu sambil meminta maaf padanya.'' kata Max mengajak Justin untuk bertemu dengan Lyana.
Hati Justin sedikit tersentuh dengan perkataan Max yang membuatnya sadar bahwa kesalahan ini memang ada padanya.
''Baiklah, ayo kita temui wanita itu.'' jawab Justin dengan nada pelan dan keluar dari mobil mewahnya.
__ADS_1
Sedangkan saat ini Lyana tengah terduduk di depan jendela kamarnya. Entahlah, semenjak kejadian itu Lyana sering suka melamun dan dia juga suka menyendiri. Sifat Lyana benar benar berubah tidak ada senyuman lagi di bibir manisnya itu, yang ada hanyalah sebuah bibir yang tertutup rapat tanpa ada ucapan yang dia katakan.
Lyana memang mengalami perubahan yang cukup drastis dari dia tidak pernah merawat penampilannya hingga dia juga jarang tersenyum. Makanya Lyana terlihat seperti wanita yang tidak terawat dengan penampilan yang acak acakan.
''Tok Tok Tok.'' suara ketukan pintu mengejutkan Lyana.
''Lyana langsung tersadar dari lamunannya dengan perasaan bingung.
''Siapa yang mengetuk pintu??. Masak Putri sih, tapi biasanya dia tidak pernah mengetuk pintunya.'' ucap Lyana dengan perasaan bingung lalu berjalan untuk keluar.
''Selamat siang Nona.'' sapa Max dengan sopan pada Lyana.
Lyana menatap bingung kearah lelaki yang berada di depannya itu. Lyana sama sekali tidak mengenal siapa lelaki yang datang ke kostannya.
__ADS_1
''Maaf, anda siapa ya dan cari siapa??'' tanya Lyana dengan perasaan bingung karena dia benar benar tidak pernah melihat lelaki yang berada di depannya ini. Lyana memang sengaja tidak mempersilahkan Max untuk masuk kedalam karena Lyana merasa curiga pada lelaki yang berada di depannya ini. Apalagi Lyana adalah seorang wanita dan sangat tidak pantas jika ada tamu laki laki yang masuk kedalam kostan Lyana.
''Perkenalkan Nona, nama saya Max. Saya datang kesini untuk bertemu dengan Nona dan membicarakan sesuatu hal yang penting.'' kata Max memperkenalkan dirinya dan mengatakan maksud dari kedatangannya kesini.
''Bertemu saya??. Untuk apa bertemu dengan saya, saya aja gak kenal sama kamu??'' Lyana tampak bingung dengan lelaki yang berada didepannya ini yang mengatakan bahwa dia ingin bertemu dengannya dan juga ingin berbicara dengan dirinya.
''Nona memang tidak mengenal saya, tapi ada seseorang yang ingin menemui Nona dia adalah Tuan saya, Tuan Justin.'' kata Max mengatakan nama Justin.
Saat ini Justin memang tidak menampakkan wajahnya, dia bersembunyi dibelakang tubuh Max. Ada perasaan takut dalam diri Justin karena dia akan menghadapi wanita yang telah dia nodai.
''Tuan Justin??. Siapa dia aku tidak mengenalnya.'' kata Lyana mengatakan bahwa dia tidak mengenal Justin.
Tiba tiba Justin pun berjalan dan berhadapan dengan Lyana. Lyana sangat terkejut sambil melotot, tubuhnya seketika langsung gemetar saat melihat lelaki yang kini berada di depannya itu adalah lelaki yang telah merenggut kesucian Lyana.
__ADS_1
''K..kkauu..'' ucap Lyana dengan suara gemetar dan rasa takut yang datang secara tiba tiba saat melihat lelaki yang ada di depannya.