
Saat ini Lyana pun baru saja selesai membantu membereskan semua isi dapur. Dan kini Lyana pun merasa lapar apalagi sejak tadi pagi dia masih belum makan apapun.
''Perutku lapar banget, tadi juga lupa belum sarapan,'' ucap Lyana sambil memegang perutnya.
Lyana pun melihat kearah jam, dan sekarang jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas.
''Ya Allah, udah jam setengah sebelas dan aku masih belum makan. Maafkan Mama ya sayang, Mama sampai melupakan makanan buat kamu.'' ucap Lyana sambil mengelus perutnya yang masih datar.
Saat ini Lyana pun mengambil makanan yang ada di dapur, dan dia memakannya dengan sangat lahap. Karena sungguh saat ini perutnya terasa sangat lapar.
__ADS_1
Para pelayan yang melihat Lyana yang saat ini makanan di dapur menjadi sedikit risih. Karena bukannya Lyana adalah Nyonya di sini tapi kenapa dia harus makan di dapur seperti seorang pelayan.
''Nyonya aneh ya, kenapa coba dia makan di dapur seperti ini. Bukannya dia Nyonya di sini, seharusnya dia kan makan di meja makan bersama dengan Tuan dan juga Nyonya.'' bisik salah satu pelayan yang saat ini melihat kearah Lyana yang sedang makan dengan lahap.
''Iya yah, bahkan dia tidak terlihat seperti seorang Nyonya. Tapi dia terlihat seperti seorang pembantu, dan penampilan dia juga sangat sederhana sama sekali tidak terlihat seperti seorang wanita kaya.'' ucap si pelayan satunya dengan mengatakan bahwa penampilan Lyana sangat tidak pantas mendapatkan Justin.
Lyana sebenarnya mendengar apa yang mereka katakan, hanya saja dia diam karena dia tidak ingin mencari masalah di dalam keluarga Justin. Meskipun dirinya di rendahkan oleh para pelayan itu.
''Sudahlah Lyana, anggap saja bahwa wanita wanita itu merasa iri pada kamu. Mereka mengatakan semua itu karena mereka tidak memiliki apa yang kamu miliki saat ini. Dan yang paling terpenting saat ini adalah kau harus memikirkan tentang kamu dan juga anak yang saat ini kamu kandung. Biarkan semua orang berkata apa terhadap kamu, yang penting kamu dan juga bayi kamu sehat.'' ucap Lyana di dalam hatinya dengan acuh tak acuh terhadap dua pelayan yang saat ini membicarakan tentang keburukan Lyana.
__ADS_1
Setelah selesai makan, Lyana pun langsung mencuci piringnya dan ke dua pelayan itu masih menatap kearah Lyana dengan tatapan benci. Dan meskipun Lyana tau, tapi Lyana tidak memperdulikan mereka berdua, dan saat ini Lyana pun pergi dari dapur tersebut.
''Dia pasti pura pura gak dengar sama apa yang kita katakan tadi terhadap dirinya.'' ucap si pelayan dengan nada sinisnya.
''Tentu saja, mana berani dia sama kita. Karena di lihat dari raut wajah Nyonya Catherina sudah bisa di tebak bahwa wanita itu sama sekali tidak ada di dalam hati Nyonya. Nyonya pasti sangat membenci wanita itu, karena tadi tanpa sengaja aku melihat Nyonya memarahi dia.'' jawab salah satu pelayan yang berada di dekatnya.
Lyana pun berjalan menuju kearah taman, dia ingin menenangkan pikirannya yang saat ini terasa sangat pusing karena mendengar ucapan para pelayan tadi yang menghinanya.
''Dari pada diem di sana dan mendengarkan ocehan kedua pelayan itu. Lebih baik aku diem disini sambil menikmati pemandangan indah dari bunga bunga yang bermekaran ini.'' ucap Lyana sambil memegang salah satu bunga yang ada di taman.
__ADS_1