LYANA

LYANA
episode 15


__ADS_3

''Waalaikumsallam,'' jawab Ibu Lyana dengan pelan saat Lyana mematikan telefonnya secara tiba tiba.


''Ada apa, Bu??. Mbak Lyana baik baik aja kan??'' tanya Rika sedikit panik saat melihat wajah sedih Ibunya.


''Iya, Rik. Mbak kamu baik baik aja kok, tapi gak tau kenapa tiba tiba Lyana mematikan teleponnya sebelum Ibu menjawab salam dia.'' ucap Ibu Lyana dengan perasaan sedih.


''Udah Ibu gak usah sedih kayak gitu, mungkin aja Mbak Lyana lagi sibuk kerja, makanya dia buru buru matiin telefonnya karena takut ada Bosnya, Bu. Udah ya sekarang Ibu tenang saja, sekarang Mbak Lyana disana udah baik baik aja.'' Rika menenangkan Sang Ibu saat Ibunya merasa khawatir akan keadaan Lyana.


''Iya Nak. Ibu sekarang udah tenang kok.'' jawab Ibu Lyana sambil memegang tangan Rika.


Sedangkan di tempat lain, saat ini Lyana memegang hp Putri dengan tangan gemetar. Dia kini tersadar akan kondisi selama beberapa hari ini, dan saat mendengar suara sang Ibu, Lyana seperti memiliki semangat baru lagi.


''Lyana, kamu baik baik aja kan??'' tanya Putri sambil memegang bahu Lyana yang saat ini tubuhnya gemetaran.

__ADS_1


''Apa yang telah aku perbuat, Put??. Kenapa akan bisa melupakan mereka berdua dan larut dalam kesedihan ini.'' ucap Lyana dengan pandangan lurus ke depan.


Putri pun menuntun Lyana agar dia duduk di kursi. Putri tau, sekarang keadaan Lyana dalam keadaan tidak baik baik saja. Meskipun saat ini Lyana sudah mulai berbicara, tapi mentalnya masih terguncang.


''Lyana kamu tenang dulu. Aku mengerti kok dengan keadaan kamu saat ini, kamu harus tenang Lyana.'' ucap Putri berusaha menenangkan Lyana yang saat ini sedang gelisah.


Keadaan Lyana belum sepenuhnya pulih, dia masih merasa ketakutan bahkan ekspresi wajahnya seperti orang linglung.


''Lyana!!. Apa yang kamu lakukan??. Kamu gak akan bisa bekerja dalam keadaan seperti ini, kamu harus tenang dulu. Kamu harus mikirin keadaan kamu dulu.'' Putri menahan Lyana agar dia tidak pergi dari kostan ini.


''Gak bisa, Put. Aku harus kerja sekarang, kalau aku gak kerja, aku dapat uang dari mana??. Gimana nanti biaya pengobatan Ibu dan juga uang sekolah Rika. Mereka sangat membutuhkan uang, dan kalau aku diam disini terus. Aku gak akan bisa menghasilkan uang, aku harus kerja, Put.'' Lyana tetap memakai seragamnya dan ingin pergi bekerja.


Karena merasa lelah dengan sikap Lyana yang seperti ini, akhirnya Putri pun sudah tidak bisa menahan amarahnya.

__ADS_1


''Cukup Lyana cukup!!,'' Putri membentak kearah Lyana. Dan Lyana terpaku akan suara Putri yang membentaknya.


''Lyana, keadaan kamu saat ini tidak baik baik saja. Kau akan tetap bekerja tapi setelah kau sembuh, kau tidak akan bisa bekerja dalam keadaan seperti ini. Aku mohon Lyana, dengarkan aku,'' suara Putri lirih.


''Jangan membuat dirimu dalam bahaya lagi. Jika kau tetap memaksakan untuk bekerja, bagaimana jika terjadi sesuatu sama kamu??. Ibu dan juga Rika pasti akan semakin khawatir sama kamu, aku mohon. Pikirkan tentang diri kamu dulu, setelah kamu sembuh kamu bisa bekerja lagi dan aku janji, aku tidak akan membiarkan kamu sendiri lagi. Aku akan berusaha untuk melindungi kamu, Lyana. Maafkan aku karena tidak bisa menjagamu hingga kamu harus mengalami semua ini.'' ucap Putri menangis sambil memeluk Lyana.


Lyana pun ikut menangis di pelukan Putri. Dia kini bisa berfikir jernih.


''Maafkan aku Put, aku sudah membuat kamu kesusahan. Ku mohon, jangan ceritakan apapun pada Ibu dan juga Rika. Aku tidak mau mereka merasakan kesedihan atas apa yang terjadi padaku.'' ucap Lyana meminta pada Putri agar merahasiakan semua kejadian ini pada keluarganya.


''Aku tidak akan mengatakan apapun pada keluarga mu asalkan kau harus sembuh.''


''Iya, Put. Aku akan berusaha untuk segera sembuh.'' ucap Lyana pada Putri, dan Putri pun tersenyum saat Lyana ingin berusaha akan kesembuhannya.

__ADS_1


__ADS_2