
Saat ini Ibu Lyana merasa khawatir akan anaknya yang seperti sedang menyembunyikan sesuatu kepada dirinya.
''Ada apa sebenarnya dengan Lyana, kenapa aku merasa bahwa dia sedang menyembunyikan sesuatu kepada kami.'' gumam Ibu Lyana sambil memeluk handphone yang saat ini di pegang nya.
Sedangkan di tempat lain, saat ini Lyana tampak menitikkan air matanya. Dia merasa sangat bersalah kepada keluarganya karena telah membohonginya.
''Bu, maafkan Lyana. Mungkin untuk saat ini Lyana tidak bisa menceritakan hal yang sebenarnya kepada Ibu tapi yakinlah, Bu. Bahwa Lyana akan baik baik saja disini karena Justin memperlakukan Lyana dengan sangat baik.'' ucap Lyana menghapus air matanya lalu tersenyum saat dia mengingat bagaimana sikap Justin yang begitu sangat perhatian kepada dirinya.
Saat ini Lyana pun sedang membereskan barang barang milik Justin, Lyana tampak bersemangat sambil sesekali berbicara dengan anak yang ada di dalam kandungannya.
''Sayang, ini adalah baju yang sering di pakai oleh Daddy kamu. Dan kamu mau mencium wangi dari baju Daddy kamu??'' ucap Lyana berbicara dengan anak yang ada di dalam perutnya.
__ADS_1
Lyana pun tertawa pelan lalu mencium baju milik Justin, dia menciumnya lalu saat itu juga dirinya merasa sangat bahagia. Mungkin saat ini di bayi yang berada di dalam perutnya sangat bahagia saat dia mencium bau dari baju sang Daddy.
Tiba tiba saat Lyana tengah mencium baju Justin, Justin pun datang sambil melihat Lyana yang saat ini sedang memegang bajunya.
''Lyana, apa yang kamu lakukan??'' tanya Justin saat melihat tengah memegang bajunya.
Lyana cukup kaget saat dia mendengar suara Justin yang saat ini berada di belakangnya.
''Ah, aku sedang membantu kamu melipatkan bajunya.'' jawab Lyana sambil menggigit bibir bawahnya merasa sangat gugup saat Justin memergoki dirinya sedang mencium bajunya.
''Kenapa kamu harus melakukan semua ini, Lyana. Biarkan saja nanti petugas kebersihan yang melakukannya, lagian aku tidak mau kamu sampai kecapekan karena mengerjakan semua tugas ini.'' kata Justin melarang Lyana untuk melakukan semua kegiatan yang berat.
__ADS_1
''Sama sekali tidak kok, aku baik baik saja. Lagian ibu hamil itu harus banyak gerak biar sehat. Lagian ini cuma pekerjaan ringan saja, dan jika aku tidak melakukan apapun maka aku akan merasa sangat bosan di Apartemen ini.'' jawab Lyana dengan mengatakan bahwa dirinya baik baik saja.
''Baiklah jika itu mau kamu, tapi ingat untuk selalu menjaga kesehatan kamu. Dan juga susu buat kamu jangan sampai lupa, oh ya selama beberapa hari ini mungkin aku akan pergi syuting ke luar kota dan ada beberapa urusan perusahaan yang harus aku lakukan. Kamu baik baik disini ya, aku akan meminta bantuan kepada salah satu pelayan di Mansion untuk menjaga kamu selama aku pergi.'' ucap Justin dengan mengatakan kepada Lyana bahwa dirinya selama beberapa hari ini akan meninggalkan Lyana.
Lyana terdiam sejenak dengan perasaan sedih karena dia tidak akan melihat Justin lagi selama beberapa hari. Entahlah semenjak Lyana tinggal di Apartemen ini, dia selalu mengharapkan bahwa Justin akan pulang. Bahkan Lyana rela menunggu sampai tengah malam hanya untuk menunggu kedatangan Justin. Karena entah mengapa, saat dia tidak melihat kehadiran Justin, dia merasa tidak tenang.
''Sampai berapa hari kamu berada disana??'' tanya Lyana dengan suara pelan dan juga ekspresi wajah sedih.
''Mungkin sekitar 2 Minggu atau bahkan lebih. Aku tidak bisa memperkirakannya Lyana, tapi kamu jangan khawatir bahwa aku pasti akan selalu memberikan kabar kepada kamu.'' jawab Justin dengan memberikan pengertian kepada Lyana.
''Tapi dua Minggu lagi adalah waktu untuk memeriksakan bayi ini. Apakah kamu tidak ingin menemaninya??'' tanya Lyana meminta Justin untuk menemani dia memeriksakan keadaan sang bayi.
__ADS_1
Justin terdiam sejenak saat dia mendengar permintaan Lyana.
''Akan aku usahakan, Lyana. Kamu tenang saja ya.'' jawab Justin dengan mengatakan bahwa dia akan berusaha untuk pulang dan menemani Lyana untuk melakukan pemeriksaan.