
Saat ini Lyana pun menjalani pemeriksaannya hanya di temani oleh Siti, pelayan yang di tugaskan untuk menemani Lyana.
Dokter pun memeriksa keadaan Lyana dan saat ini di layar komputer terlihat bayi yang saat ini dikandung oleh Lyana.
''Lihatlah Bu, ini adalah bayi Ibu. Ini adalah tangannya, wajah dan ini juga kakinya.'' kata sang Dokter sambil menjelaskan tentang gambar di komputer tersebut.
Lyana menatap ke layar komputer tersebut dengan tersenyum bahagia karena dia bisa melihat wajah anaknya.
''Dok, benarkah itu wajah anak saya??'' tanya Lyana dengan perasaan bahagia saat dia melihat wajah anaknya di layar komputer.
''Benar Bu, wajah anak Ibu sepertinya akan mirip dengan Daddy-nya karena jika dilihat dari layar komputer sepertinya wajahnya bule seperti Daddy nya.'' kata sang Dokter sambil menjelaskan tentang wajah anak Lyana.
Lyana menjadi terdiam sejenak saat dia mendengar bahwa anaknya akan mirip dengan Justin.
''Andai saja saat ini Daddy mu ada disini dan mendengarkan bahwa kamu mirip dengan Daddy mu, pasti dia akan sangat bahagia.'' ucap Lyana di dalam hatinya dengan perasaan sedih karena Justin tidak bisa datang bahkan Justin tidak memberikan kabar kenapa dia tidak bisa pulang.
__ADS_1
''Benarkah, apa jenis kelamin anak saya, Dok??'' tanya Lyana dengan wajah penasaran untuk mengetahui jenis kelamin sang anak.
''Sebentar dulu ya, Bu. Biarkan saya melihatnya,'' jawab sang Dokter lalu mengarahkan layar komputernya untuk melihat jenis kelamin dari anak yang saat ini di kandungnya.
''Wah selamat Bu, anak Ibu berjenis kelamin laki-laki dan Ibu akan memiliki seorang jagoan.'' ucap sang Dokter dengan memberitahukan kepada Lyana bahwa anak yang saat ini dia kandung berjenis kelamin laki laki.
Lyana langsung meneteskan air matanya dengan perasaan bahagia saat dia mengetahui bahwa anak yang dia kandung adalah berjenis kelamin laki-laki.
Setelah menjalani pemeriksaan, saat ini Lyana pun langsung masuk kedalam kamarnya dan dia menatap foto hasil USG yang tadi diberikan oleh Dokter untuk Lyana.
Saat ini Lyana pun teringat akan Justin yang tidak datang. Lyana tidak tau apa yang sebenarnya terjadi kepada Justin, kenapa dia tidak datang untuk menemani dia memeriksakan kandungannya. Padahal setiap bulanya Justin akan selalu meluangkan waktunya untuk menemani dia memeriksakan kandungannya. Tapi hari ini dia malah tidak memberikan kabar kepada Lyana.
''Sudahlah, mungkin dia memiliki masalah yang penting tentang pekerjaannya sehingga dia tidak bisa datang.'' kata Lyana dengan berfikir positif kepada Justin bahwa saat ini dia sedang sibuk dan tidak bisa menemani dirinya.
Malam hari pun kini telah tiba, saat ini Lyana sedang memejamkan matanya sambil melepaskan rasa lelah di dalam dirinya karena seharian penuh dia tidak beristirahat karena menunggu Justin pulang. Dan dengan samar samar dia melihat suara seseorang datang, Lyana mulai membuka ke dua matanya dan betapa terkejutnya Lyana saat dia melihat Justin di depannya.
__ADS_1
''Justin!!'' Lyana langsung beranjak dari tidurnya dan menatap kearah Justin.
''Hay Lyana, apa aku menganggu waktu tidur mu??'' tanya Justin dengan senyuman di wajahnya.
Lyana melihat kearah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 2 dini hari.
''Kamu baru pulang??'' tanya kembali Lyana dengan wajah bingungnya.
''Iya Lyana, maafkan aku ya karena aku tidak bisa menemani kamu untuk melakukan pemeriksaan. Sebenarnya tadi aku sudah berangkat untuk pulang tapi tiba tiba ada panggilan penting dan aku pun balik arah. Maafkan aku Lyana.'' ucap Justin dengan menceritakan tentang kejadian pagi tadi.
''Panggilan penting apa??'' tanya Lyana dengan ekspresi wajah penasaran.
''Ada teman wanitaku yang memintaku untuk menjemput dia dan aku pun datang ke bandara untuk menjemput dia. Dia adalah Sherina.'' jawab Justin dengan mengatakan hal yang sebenarnya kepada Lyana.
''DDEEGG!!'' jantung Lyana seperti berhenti untuk sejenak.
__ADS_1