LYANA

LYANA
episode 78


__ADS_3

Mendengar apa yang diceritakan oleh Siti kepada Justin, Justin menjadi sedikit terdiam karena dia tidak akan menyangka bahwa Lyana akan menunggu kedatangannya sampai dia tidak tidur siang.


''Apah!!, jadi Lyana sejak tadi pagi menunggu aku??'' tanya Justin dengan wajah terkejutnya.


''Benar Tuan, bahkan Nyonya sangat berharap bahwa Tuan akan datang dan menemani dia untuk melakukan pemeriksaan. Tapi sayangnya Tuan tidak datang dan dengan wajah yang terlihat sedih Nyonya akhirnya memutuskan untuk pergi tanpa bersama dengan Tuan.'' jawab Siti dengan mengatakan hal yang sebenarnya kepada Justin.


Justin benar benar merasa sangat bersalah dengan apa yang terjadi kepada Lyana, dia tau seharusnya dia memberikan kabar kepada Lyana bahwa dia tidak bisa pulang.


''Ya Tuhan, apa yang telah aku perbuat??. Lyana pasti merasa sangat sedih karena aku tidak bisa menemani dia untuk melakukan pemeriksaan. Aku harus meminta maaf kepada Lyana.'' gumam Justin di dalam hatinya dengan perasaan bersalah.


''Baiklah Mbak, terima kasih banyak karena kamu sudah menjaga Lyana. Baiklah sekarang kamu pergi dan istirahat lah.'' kata Justin menyuruh Siti untuk kembali ke kamarnya dan beristirahat.


Saat ini Justin pun juga kembali ke dalam kamarnya sambil memikirkan cara bagaimana nanti dia akan meminta maaf kepada Lyana atas kesalahannya.


''Baiklah, sepertinya aku harus beristirahat dulu dan besok aku akan memikirkan cara bagaimana aku harus meminta maaf kepada Lyana. Lagian aku juga sangat lelah karena seharian ini aku juga tidak beristirahat.'' ucap Justin sambil merenggangkan otot otot tubuhnya yang terasa sangat lelah.

__ADS_1


Pagi hari pun kembali menyapa, kini Lyana pun baru saja bangun dari tidurnya. Tidak, sebenarnya Lyana tidak benar benar tidur dia hanya memejamkan matanya tapi dirinya masih tersadar. Lyana membayangkan bagaimana saat Justin bersama dengan Sherina, bayangan bayangan saat Justin bermesraan dengan Sherina selalu terbayang di dalam benak Lyana hingga dia tidak bisa tertidur.


Kini Lyana pun mengganti pakaiannya dan dia langsung berjalan kearah dapur, rambut yang acak acakan dan juga wajah bangun tidur Lyana membuat penampilan Lyana semakin terlihat seksi.


Lyana pun mengambil air lalu meminumnya karena dia merasa sangat haus. Dan tanpa Lyana sadari saat ini seseorang sedang melihat kearah Lyana yang terlihat sangat cantik dan juga seksi, benar dia adalah Justin. Justin saat ini sedang melihat kearah Lyana yang baru saja bangun dengan pakaian tipis dan juga rambut yang acak acakan.


Lyana terlihat sangat cantik dan juga menggoda, Justin bahkan tidak berkedip sedikitpun saat dia melihat kearah Lyana yang saat ini sedang minum.


Lyana yang masih tidak sadar bahwa ada Justin berada di sampingnya mencuci gelas yang tadi dia minum dan menaruhnya di tempat nya kembali. Kini Lyana pun berbalik dan betapa terkejutnya Lyana saat melihat Justin berada di depannya sambil menatap dirinya.


''Justin!!'' teriak Lyana dengan suara terkejut saat melihat Justin sedang tersenyum ke arahnya.


''Sejak kapan kamu berada di sana??'' tanya Lyana sambil menutup tubuhnya dengan tangan.


Justin pun tertawa saat melihat ekspresi wajah Lyana yang tampak menggemaskan. Kini Justin berjalan menuju kearah Lyana sambil tersenyum.

__ADS_1


''Kenapa kamu menutup tubuh kamu seperti itu, Lyana??. Aku sudah melihatnya dengan jelas tadi, lagian kamu tampak begitu sangat seksi dengan penampilan seperti ini.'' bisik Justin di telinga Lyana dengan kata kata sensual.


Lyana langsung bergidik ngeri saat Justin berbisik di telinganya, entah mengapa tubuhnya tiba tiba merasa panas dan detak jantung Lyana berdetak begitu cepat.


''K..kamu bicara apa sih??'' ucap Lyana sambil memalingkan wajahnya.


Kini Justin pun membelai pipi Lyana, dan dia menangkup wajah Lyana hingga kini mereka berdua saling berhadapan.


''Kamu sangat cantik, Lyana. Aku benar benar sangat terpesona dengan kecantikan natural kamu ini.'' ucap Justin dengan suara lemah lembut dan memajukan wajahnya agar dia bisa lebih dekat dengan Lyana.


Dengan perlahan Justin pun mendekatkan bibirnya kepada bibir Lyana. Dan Lyana hanya bisa memejamkan matanya, saat Justin ingin mencium dirinya. Dan di saat bibir keduanya hampir menyatu, tiba tiba Siti datang dan mengacaukan segalanya.


''Ah!!. Tuan, Nyonya!!. Maaf saya tidak melihatnya.'' ucap Siti yang berniat untuk menyiapkan sarapan bagi Lyana malah tidak sengaja melihat pemandangan yang tidak seharusnya Siti lihat.


Siti pun langsung berjalan kembali ke dalam kamarnya, sedangkan Justin dan juga Lyana tampak terlihat canggung dengan wajah malunya.

__ADS_1


''Aku juga harus kembali kedalam kamar.'' kata Lyana dan langsung berlari menuju ke kamarnya.


''Lyana, tunggu!!'' teriak Justin tapi Lyana sudah berlari dengan wajah malunya.


__ADS_2