LYANA

LYANA
episode 18


__ADS_3

Sedangkan di tempat lain, saat ini Max ingin mengabarkan tentang penyelidikannya yang dia lakukan selama beberapa hari ini. Max memang kesulitan dalam mencari identitas dari wanita yang telah menghabiskan malam bersama Tuannya. Tapi dengan kemampuan Max, akhirnya dia bisa menemukan siapa wanita itu.


''Tuan, saya membawa kabar tentang wanita yang menghabiskan malam bersama Anda, Tuan.'' ucap Max melaporkan pada Justin.


Justin menatap tajam kearah Max, dia melaporkan kejadian waktu itu lagi. Hal yang paling tidak ingin Justin ingat.


''Kenapa kau harus melaporkan padaku, Max. Apakah kau tidak bisa mengatasi sendiri, aku tidak ada waktu untuk mengurus masalah yang tidak penting. Kau tau kan, jadwalku sangat pada. Setelah ini aku harus menjalani pemotretan dan beberapa syuting iklan,'' Justin tampak kesal kepada Max.


''Kau urus saja wanita itu. Berikan berapa uang yang dia inginkan, asalkan dia tidak membeberkan kejadian malam itu. Lagian jika saja aku tidak mabuk, mana mungkin aku mau menghabiskan malam ku dengan wanita gak jelas.'' kata Justin dengan nada marah.


''Tuan, maafkan saya. Tapi saya harus mengatakan hal ini pada Tuan, wanita itu adalah karyawan baru yang bekerja di hotel tersebut. Dan dia juga mengalami trauma berat selama beberapa hari ini, Tuan.'' jelas Max menceritakan hal yang sebenarnya pada Justin.

__ADS_1


Entah mengapa, saat Max mengetahui bahwa wanita itu mengalami trauma berat gara gara Tuannya. Max menjadi tidak tega dan berusaha untuk menjelaskan pada Tuannya, agar Tuannya mau bertanggung jawab.


''Lalu kau meminta aku bertanggung jawab begitu??'' tanya Justin sambil berdiri dan menatap tajam kearah Max.


''BBRRAAKK'' Justin memukul mejanya dengan sangat keras.


''Max!!. Jangan membuatku marah dengan kau terus mengatakan tentang wanita itu. Kau urus saja dia, agar dia tidak merusak reputasi ku dan berikan dia uang sebanyak mungkin agar dia bisa menutup mulutnya. Kau mengerti!!'' bentak Justin pada Max


Max yang sudah tidak bisa berbuat apa akhirnya menyetujui apa yang dikatakan oleh Tuannya.


''Sekarang pergilah!!'' Justin mengusir Max dan Max pun berjalan keluar dari ruangan Justin.

__ADS_1


Justin memegang kepalanya yang terasa sakit dengan semua masalah yang terjadi saat ini. Kehilangan sang kekasih membuat Justin menjadi begitu frustasi, apalagi sang kekasih meninggalkannya demi lelaki lain.


''Benar benar sial!!. Kenapa aku bisa seceroboh ini, aku mabuk sampai melakukan hal seperti itu pada wanita yang sama sekali tidak aku kenal, bahkan dia hanya seorang karyawan di hotel itu. Sial sial sial!!'' umpat Justin sambil membuang semua benda yang berada diatas mejanya.


Sebelum kejadian dimana Justin memperkosa Lyana, Justin menemukan kekasihnya yang bernama Sherina Alethea Grazia. Dia biasa dipanggil Sherina, dia adalah kekasih Justin. Mereka sudah menjalin hubungan ini selama 5 tahun, dan di malam itu Justin menemukan Sherina bersama dengan lelaki lain yang tak lain adalah temannya sendiri.


Sakit, marah dan kesal Justin rasakan hingga dia memutuskan untuk pergi kesebuah club malam, dan di sana Justin menghabiskan dengan meminum alkohol cukup banyak hingga dia mabuk.


Setelah dia mabuk berat, Justin pun langsung pergi dari club tersebut dan dia melajukan mobilnya hingga dia berhenti disebuah hotel tempat Lyana bekerja.


Justin yang merasakan patah hati dan juga mabuk berat pun melampiaskan kekesalannya pada Lyana. Hingga hal itu pun terjadi, Justin memperkosa Lyana dan sekarang dalam hati Justin ada rasa penyesalan yang begitu mendalam.

__ADS_1


Tapi Justin tidak ingin bertanggung jawab, dia lebih memilih untuk memberikan uang pada wanita itu dan lari dari tanggung jawabnya.


" Benarkah wanita itu sampai mengalami trauma berat??. Tapi aku tidak mau bertanggung jawab, Aaakkhhh!!!" teriak Justin menjambak rambutnya merasa frustasi akan situasi ini.


__ADS_2