LYANA

LYANA
episode 20


__ADS_3

Dan setelah menyelesaikan semua pekerjaannya, Justin dan juga Max berangkat untuk menemui Lyana. Mereka saat ini tengah menaiki mobil, Justin selalu menatap keluar jendela dengan perasaan risau. Dia tidak tau bagaimana nantinya jika dia harus bertemu dengan wanita yang telah ia nodai.


Ada perasaan takut dalam diri Justin, karena didalam hatinya ada perasaan bersalah.


''Bagaimana jika nanti dia tidak ingin memaafkanku??'' tanya Justin dalam hati dengan wajah tampak sangat cemas.


Max yang melihat ekspresi wajah Tuannya menjadi mengerti bahwa saat ini Tuannya tengah merasakan kerisauan dalam hatinya.


Dan setelah menempuh perjalan lebih dari setengah jam, akhirnya mereka telah tiba disebuah kontrak yang biasa Lyana dan juga tinggali.


Justin menatap Max dengan perasaan bingung sambil menatap kearah Max dengan tatapan yang tajam.


''Apa kau benar bahwa wanita itu tinggal di kontrakan kumuh seperti ini??'' tanya Justin tidak percaya dengan apa yang dia lihat bahwa wanita yang Justin cari tinggal di kontrakan yang sangat kecil dan juga kumuh.

__ADS_1


''Benar Tuan. Saya yakin wanita itu tinggal di kontrakan ini, apalagi saya juga pernah melihat dia masuk kedalam kontrak itu.'' jawab Max dengan yakin bahwa apa yang dia katakan itu benar.


Justin menatap kontrakan itu dengan perasaan jijik, karena baru pertama kalinya Justin masuk kepemukiman padat penduduk. Justin menatap sekelilingnya yang tampak sangat kotor dan pastinya sangat jorok.


''Bagaimana bisa mereka tinggal ditempat seperti ini??'' ucap Justin menatap jijik disekelilingnya.


Dan tak lama kemudian, seorang wanita masuk kedalam kontrakan tersebut yang tak lain adalah Lyana. Lyana baru saja pulang dari bekerja, dia mendapat sift pagi dan setelah sore dia akan pulang digantikan oleh teman lainnya.


''Siapa wanita itu??'' tanya Justin saat melihat wanita yang baru saja membuka pintu kontrakan tersebut.


''Itulah wanita yang saya maksud Tuan.'' jawab Max mengatakan bahwa itulah wanita yang telah Justin nodai.


Justin menatap tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Max, karena saat Justin melihat wanita yang tak lain adalah Lyana. Justin merasa jijik karena penampilan Lyana yang begitu kampungan.

__ADS_1


''Apah!!. Kamu serius itu wanitanya??'' tanya Justin dengan nada terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Max.


''Benar Tuan, itu adalah wanitanya.'' jawab Max singkat.


Justin pun langsung menyandarkan kepalanya kebelakang, dia tidak menyangka bahwa dia telah menodai wanita yang jauh diluar pikirannya. Apalagi Justin tau, bahwa wanita itu sangatlah bukan tipe dia. Justin merasa jijik dan mengurungkan niatnya untuk meminta maaf pada wanita yang telah ia nodai.


''Tidak tidak!!. Ini tidak mungkin Max, bagaimana bisa aku melakukannya dengan wanita seperti itu??. Ini pasti hanya mimpi,'' ucap Justin menolak kebenaran yang saat ini telah terjadi.


Penampilan Lyana memang kampungan, tapi jika dilihat lebih dekat lagi. Lyana memiliki wajah yang cantik berseri dengan kulit putih bersih. Mungkin penampilannya lah yang membuat Lyana terlihat tidak menarik tapi jika di poles sedikit oleh make up. Maka kecantikannya akan terlihat.


''Tapi Tuan, saya sudah benar benar memastikannya bahwa wanita itu adalah wanita yang telah menghabiskan malam bersama Anda, Tuan.'' Max kembali mengatakan pada Justin bahwa yang dia katakan adalah benar adanya tanpa ada yang dia rekayasa.


''Tapi kenapa harus wanita seperti itu Max??. Aku tidak jadi untuk meminta maaf padanya, wanita itu sangat menjijikkan dengan penampilannya yang sangat kampungan. Pokoknya aku tidak mau tau, kau harus mengurus wanita itu sendirian. Bagiamana bisa kau harus meminta maaf kepada wanita seperti itu, yang benar saja!!.'' Justin mengatakan bahwa Lyana tidak layak untuk mendapatkan maaf darinya karena dilihat dari penampilan Lyana yang sangat kampungan.

__ADS_1


__ADS_2