
Justin berjalan cepat kearah mobilnya, dia benar benar tidak bisa melakukan keinginan keluarga Lyana yang ingin dia untuk menikahinya.
''Tuan, tuan tidak apa apa??'' tanya Max pada Justin yang saat ini tengah menyandarkan kepalanya pada kursi mobil.
''Max, kenapa mereka malah memintaku untuk menikahinya, tidakkah mereka berfikir bahwa datang ke sana untuk meminta maaf bukan untuk menikahinya.'' ucap Justin dengan suara lemah dengan wajah frustasi.
''Tuan, mungkin mereka hanya ingin masa depan wanita itu terjamin. Mungkin mereka takut bahwa tidak akan ada lelaki yang mau dengannya karena melihat keadaan dia seperti itu.'' kata Max berusaha memberikan pengertian pada Justin.
''Tidak mungkin, mereka pasti sudah tau statusku. Mereka pasti menginginkan seperti kebanyakan wanita lainnya yang ingin aku untuk menikahi dan dia bisa menikmati kekayaanku.'' kata Justin sambil menyipitkan matanya dengan berfikir buruk pada Lyana dan juga keluarganya.
__ADS_1
''Tapi Tuan, saya rasa dia bukan wanita yang seperti itu. Dia wanita baik baik Tuan, waktu saya menyelidiki dia. Saya tidak pernah melihat dia melakukan hal yang tidak senonoh.'' Max menjelaskan semua yang dia ketahui kepada Justin.
''Tidak Max. Kau mungkin salah, atau wanita itu sedang berpura pura baik saat kau tengah menyelidikinya. Aku sangat paham dengan sikap mereka yang memintaku untuk menikahi wanita itu dan setelah itu mereka bisa menikmati kekayaan,'' tuduh Justin pada Lyana dan juga keluarganya.
''Tidak, aku tidak akan tertipu oleh wanita licik seperti dia. Jika mereka berani melaporkan aku, maka kita juga harus melaporkan dia dengan tuduhan pemerasan. Cari pengacara terbaik yang ada di kota ini dan katakan padanya aku akan membayar berapa pun biaya yang dia inginkan asalkan dia bisa memenangkan sidang ini.'' perintah Justin pada Max. Sedangkan Max dia hanya diam tak memberikan jawaban atas perintah dari Justin. Max yang tidak sejalan dengan pemikiran Justin yang memandang buruk Lyana. Karena selama Max menyelidiki Lyana, dia tidak menemukan hal yang aneh pada Lyana dan Max yakin bahwa Lyana benar benar wanita baik baik.
Sedangkan saat ini Putri dan juga Ibu kost juga suaminya tengah mendiskusikan tentang bagaimana nanti dengan Lyana.
''Kita tidak ada pilihan lain lagi selain harus melaporkan kejadian ini ke kantor polisi. Ini juga demi masa depan Lyana, kita tidak bisa membiarkan Lyana mengalami semua penderitaan ini dan membiarkan lelaki itu berkeliaran tanpa rasa beban seperti apa yang saat ini Lyana rasakan.'' ucap Ibu kost meminta agar masalah Lyana di laporkan kepada pihak kepolisian.
__ADS_1
''Benar Bu. Lelaki itu harus mendapatkan ganjaran dari perbuatannya pada Lyana, dia bahkan bukan hanya merusak diri Lyana. Dia juga bahkan sampai merusak mental Lyana sampai seperti ini. Pokoknya aku mau dia mendapatkan hukuman seberat mungkin.'' kata Putri dengan amarah dalam dirinya saat mengingat bagaimana nasib Lyana saat ini.
Suami Ibu kost hanya diam, dia masih memikirkan jalan terbaik bagi Lyana dan juga masa depannya. Dan tiba tiba suara Lyana terdengar dari arah belakang.
''Tidak, aku tidak ingin memperpanjang masalah ini lagi.'' ucap Lyana dengan wajah sedih saat dia datang menghampiri mereka semua.
''Lyana,'' ucap semua orang bersamaan saat melihat kehadiran Lyana yang tiba tiba.
''Sudah cukup masalah ini sampai disini saja, aku tidak ingin berurusan dengan lelaki itu lagi. Dan aku juga tidak ingin semua orang tau tentang masalah ini jika kalian melaporkannya ke polisi. Insyaallah aku sudah ikhlas dengan keadaanku yang sekarang, aku akan berusaha berdamai dengan takdirku meskipun takdir ini sangat pahit untuk aku jalani. Tapi aku yakin, suatu hari nanti Allah pasti akan memberikan kebahagian bagi aku, jadi sudah lah masalah ini tidak usah di bahas lagi. Biarkan semua yang terjadi padaku sebagai pembelajaran dalam hidupku.'' ucap Lyana mengatakan tentang perasaannya yang saat ini dia rasakan. Lyana mengatakan itu semua dengan air mata yang mengalir. Dia tidak bisa membohongi dirinya sendiri bahwa dia terluka.
__ADS_1