Mahligai Cinta Yang Tergoyah

Mahligai Cinta Yang Tergoyah
Meminta Bukti ( Faranisa )


__ADS_3

💐💐💐💐💐💐


...HAPPY READING......


.


.


"Aag! Adriel, apa yang kamu lakukan?" tanya Thalita karena tangannya yang akan menyentuh pipi Adriel, tiba-tiba dicekal oleh empunya.


"Seharusnya aku yang bertanya, apa yang ingin kamu lakukan?" Adriel mencekal erat tangan Thalita. Sebetulnya sebelum istrinya bangun, pemuda itu sudah bangun lebih dulu. Namun, ketika melihat pergerakkan dari sang istri dia berpura-pura tidur. Benar-benar licik sekali. Seakan dia tidak tahu apa-apa. Padahal sebelumnya Thalita terbangun, dia sudah menyentuh pipi istrinya lebih dulu.


"Aku, aku tidak mau melakukan apapun. Hanya ingin, aku hanya ingin bangun dan mandi. Ini sudah siang," jawab Thalita begitu terlihat seperti seorang pencuri tertangkap yang basah.


"Benarkah? Kenapa sekarang aku tidak percaya lagi padamu, ya," kata Adriel merubah posisinya berada di atas tubuh Thalita. Sehingga membuat mata gadis bertubuh kecil itu membola seperti mau keluar dari wadahnya.

__ADS_1


"Terserah padamu mau percaya atau tidak, aku tidak peduli. Cepat menyingkir lah! Aku mau mandi," Thalita yang memiliki sifat keras kepala tentunya tidak mau kalah bila diajak berdebat seperti sekarang.


"Kenapa semakin kesini, kamu semakin berani, huem?" bukannya melepaskan Thalita justru Adriel malah sengaja mendekatkan wajahnya. Dia akan membalas perbuatan Thalita tadi malam yang sudah mengerjai dirinya.


Jika masalah mukanya yang ditampar, Adriel tidak masalah lagi. Sebab setelah dipikir-pikir dia memang bersalah. Namun, pagi ini dia salah besar sudah mengerjai Thalita, karena keberaniannya itu. Keris pusaka yang belum juga mendapatkan sarungnya. Harus rela ditendang oleh Thalita cukup keras.


"Auh! kacang panjang!" teriak Adriel karena setelah mendorongnya cukup kuat sampai terjungkal ke sisi ranjang. Thalita berlari masuk kedalam kamar mandi.


"Berani-beraninya dia menyenggol senjata ku," umpat Adriel merasakan sakit luar biasa. Namun, dia tidak bisa berbalas, karena Thalita sudah masuk kedalam kamar mandi.


"Awas kamu ya, akan aku balas perbuatan mu yang menganiaya adik kecilku," seru Adriel sambil melihat ponselnya yang bergetar. Sebab benda pipih tersebut memang ia buat mode silent.


Gumam Adriel menggeser tombol hijau pada layar ponselnya.


📱 Faranisa : "Kenapa lama sekali baru diangkat? Apakah kamu sangat kelelahan karena habis malam pertama bersama sahabatmu?"

__ADS_1


📱 Adriel : "Pagi sayang! Sorry aku baru bagun. Kamu bicara apa sih, mana mungkin aku mau menyentuhnya. Jadi jangan berpikiran yang aneh-aneh," jawab Adriel berusaha menyakinkan kekasihnya.


📱 Faranisa : "Benarkah? Jika kamu benar-benar tidak menyentuhnya tadi malam. Maka tolong buktikan padaku. Aku ingin pagi ini kita bertemu untuk sarapan bersama," pinta Fara yang sudah berada di Restoran yang tidak terlalu jauh dari hotel bintang lima tempat Adriel menggelar pernikahan mewahnya.


📱 Adriel : "Oke tidak masalah, aku akan buktikan padamu, bahwa tidak terjadi apapun diantar kami. Tunggu aku mandi, kamu kirim saja alamat tempatnya. Aku akan datang setengah jam lagi bersama Thalita," tanpa bertanya pada sang istri. Adriel mengambil keputusan sendiri.


📱 Faranisa : "Baiklah, aku akan mengirimkan alamatnya. Sudah dulu ya, sampai berjumpa lagi nanti. I love you," gadis cantik yang berprofesi sebagai model itu tersenyum menyeringai.


Dia akan membalas sakit hatinya kemarin siang,dengan menunjukkan pada Thalita. Bahwa dia adalah wanita yang dicintai oleh kekasihnya.


📱 Adriel : "I love you too! Tunggulah sebentar lagi. Aku lagi menunggu dia mandi," jujur Adriel begitu senang mengucapakan kata mencintai kekasihnya.


Setelah memutuskan sambungan telepon mereka. Pemuda itu pun mengambil handuk untuknya. Sebab tidak ingin bila Fara lama menunggu kedatangan dia dan Thalita. Ya, Adriel akan membawa Thalita untuk sarapan bersama kekasihnya. Adriel ingin membuat Thalita cemburu. Suruh siapa dia menerima perjodohan mereka. Padahal Adriel sudah bicara baik, bahwa dirinya hanya mencintai Faranisa.


Namun, Thalita malah menolak permintaannya. Sehingga Adriel membenci gadis itu. Adriel menganggap jika Thalita lah yang menghasut Tuan Marcel ayahnya.

__ADS_1


Padahal apa yang ia tuduhkan tidaklah benar. seharusnya Adriel tahu akan hal itu, bukan hanya mendengar hasutan dari kekasihnya saja. Sebab dia sudah kenal Thalita dari semenjak mereka kecil.


BERSAMBUNG...


__ADS_2