Mahligai Cinta Yang Tergoyah

Mahligai Cinta Yang Tergoyah
Ingin Ikut Ke Perusahaan.


__ADS_3

💐💐💐💐💐💐


.


.


"Adriel, ayo kita menikah," ucap Fara mengulangi perkataannya. Sebab Adriel tidak menjawab dan hanya terdiam.


"Maaf, aku tidak bisa karena Thalita masih menjadi istri saha ku," jawab Adriel seakan mendapatkan dorongan dari seseorang untuk menolak kekasihnya.


"Apa! Apa maksudmu? Bukannya kamu tidak mencintainya?" seru gadis itu kembali menangis. Rasanya dia ingin menjerit karena apa yang ia harapkan tidak sesuai dengan kenyataan. Mengajak Adriel menikah ternyata tidak segampang yang ia pikirkan.


"Aku memang tidak mencintai Thalita, tapi kami berdua tidak bisa langsung berpisah begitu saja," jawab pemuda itu menjadi bingung sendiri.


"Kenapa tidak bisa? Kamu tinggal menceraikan dia dan setelahnya langsung menikahi aku," desak Fara karena tidak memiliki pilihan lainnya. Dia sudah tidak perawan. Setelah hari ini Fara yakin jika hidupnya akan berubah drastis.


Satu-satunya harta yang dimiliki Fara hanya mobil dan Apartemennya. Selain itu tidak ada lagi. Sebab selama ini Fara selalu menghambur-hamburkan uang karena dia mendapatkannya dengan mudah


"Fara, semuanya tidak semudah itu. Jadi tolong beri aku waktu untuk mengurus masalahku dan Thalita. Setelah semuanya selesai, aku berjanji akan menikahi mu,"


"Baiklah, aku akan menunggumu. Tapi kamu harus berjanji tidak akan pernah jatuh cinta padanya,"

__ADS_1


"Huem, aku berjanji," Adriel melepas sabuk pengaman pada tubuhnya. Lalu setelah itu dia mengajak Fara keluar agar gadis itu sarapan terlebih dahulu.


"Ayo, kamu harus makan. Jangan gara-gara kehilangan pekerjaan kamu menyakiti tubuhmu sendiri," ucapnya sudah turun dari mobil dan berjalan memutar untuk membuka pintu mobil buat sang kekasih.


Saat ini Adriel tiba-tiba merasa tidak nyaman bila membahas masalah rumah tangganya dan Thalita. Dia memang memiliki niat menceraikan istrinya, tapi bukan berarti harus menunggu perintah dari seseorang. Termasuk Faranisa kekasih yang ia cintai.


"Adriel, aku tidak berselera makan," Fara menarik lengan Adriel karena dia tidak berbohong dengan apa yang ia katakan.


"Fara, kamu jagan gila," sentak pemuda itu karena dia mengira Fara seperti itu karena kehilangan pekerjaan saja. Padahal semua itu disebabkan karena kekasihnya semalam tidak tidur gara-gara menukar tubuhnya dengan sebuah tanda tangan yang ternyata hanya impiannya saja.


"Huh! Baiklah! Tapi setelah dari sini aku ikut bersama mu ke perusahaan," ucap Fara yang enggan bila kembali ke Apartemennya sendiri.


"Apa! Fara aku ada rapat dan tidak ada waktu untuk mengurusmu," Adriel berhenti didepan pintu Restoran yang mereka datangi.


Sebelum menjawab, Adriel terdiam sambil berpikir akankah Thalita datang ke perusahaannya bersama Riko atau tidak.


"Baiklah! Tapi kau tunggu di ruang kerjaku. Setelah aku selesai rapat baru ku antar ke Apartemen mu," setelah itu Adriel dan Fara masuk kedalam restoran lalu mereka sama-sama memesan makanan dan sarapan bersama.


Meskipun tadi Adriel sudah sarapan bersama istrinya. Namun, untuk menghibur Fara pemuda itu ikut menemaninya sarapan.


Ttttddd!

__ADS_1


Ttttddd!


"Siapa?" tanya Adriel begitu mendengar ponsel Fara berbunyi berulangkali.


"Staf ku, tunggu sebentar," jawab Fara langsung mengangkat panggilan tersebut. Staf yang menghubunginya adalah orang yang sudah banyak membantu segala keperluannya selama ini.


"Angkatlah! Mana tahu penting," titah Adriel mempersilakan.


📱 Faranisa : "Iya, ada apa, Rud?" tanya Fara berbasa-basi.


📱 Rudi : "Fara, kamu ada dimana? Apakah sudah kembali atau masih berada diluar negeri?"


📱 Faranisa : "Ada apa? Apakah Tuan Rizar ada menghubungi mu?"


📱 Rudi : "Ada, dia mau menarik Apartemen milik mu. Hari ini juga kamu disuruh mengosongkannya,"


📱 Faranisa : "Apa? Mana bisa seperti itu. Itu adalah Apartemen milikku," Fara sedikit berteriak. Jelas saja dia kesal, bagaimana mungkin Apartemen miliknya akan di ambil begitu saja.


📱 Rudi : "Bisa saja, karena dia sudah banyak membantu dirimu. Tapi apa yang kamu lakukan untuknya. Dia hanya mengambil kerugian yang kamu perbuat," papar Rudi yang sudah muak menghadapi sikap arogan Fara.


Dulu mereka menghormati Faranisa karena wanita itu adalah aset berharga. Namun, saat ini Fara bukanlah siapa-siapa lagi. Semua yang mereka lakukan tentunya atas perlakuan dia sendiri.

__ADS_1


*BERSAMBUNG*...


__ADS_2