Mahligai Cinta Yang Tergoyah

Mahligai Cinta Yang Tergoyah
Hati, Yang Kau Sakiti.


__ADS_3

💐💐💐💐💐💐


...HAPPY READING......


.


.


Dua hari kemudian.


Thalita saat ini sedang dirias didalam kamar pengantin yang ada di kediamannya sendiri. Ya, pernikahan keduanya kali ini gadis itu hanya ingin menikah sederhana di rumah peninggalan mendiang kedua orang tuanya.


Acara tersebut hanya akan dihadiri oleh para tetangga dan juga kedua orang tua Dokter Reza. Beserta rombongan keluarga besar mereka yang tidak terlalu banyak karena jika keluarga Ibu dari Dokter Reza berada di negara Korea.


Rencananya pun mereka akan menggelar pesta pernikahan mewah di negara tersebut. Soalnya untuk menjaga ketentraman rumah tangganya. Untuk sementara waktu Tahlita mengajak pemuda itu apabila sudah menikah pindah ke luar negeri.


Setelah Adriel mengungkapkan perasaannya dua hari lalu. Membuat janda kembang itu merasa takut sendiri, jika perbuatan Adriel akan menyakiti laki-laki yang dia pilih sebagai suaminya.


Soalnya malam setelah pertemuan mereka di siang harinya. Adriel kembali mendatangi rumah Tahlita dan mengancam wanita itu. Apabila nekad akan menikah bersama Dokter Reza. Maka dia akan membunuh laki-laki yang menjadi pilihan mantan istrinya.

__ADS_1


Alhasil Dokter Reza yang juga tidak ingin rumah tangganya hancur hanya karena masa lalu sang istri. Mengikuti saran dari kedua orang tuanya dan Tahlita.


Sementara itu Faranisa sendiri masih tinggal bersama adriel di kediaman Afkar. Soalnya Adriel tidak mengusir wanita itu. Meskipun sudah tahu bahwa dirinya tidak mencintai Fara lagi dan mendapati Faranisa yang sudah tidak perawan.


jadinya dengan senang hati tentu saja wanita itu masih tinggal di kediaman Afkar. Walaupun Tuan Marcel sendiri tidak pernah menghiraukannya.


Ceklek!


"Wah, ternyata kamu semakin cantik saja, Tha. Ibu bangga padamu yang bisa melewati semua masalah ini sendirian. Semoga dengan pernikahanmu bersama dokter Reza kali ini, maka kamu akan menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya, Nak." seru paruh baya yang merupakan tetangga sebelah rumah Tahlita.


Untuk jasa makanan beserta yang lainnya, Tahlita memang memesan catering dari sebuah Restoran besar. Jadi para tetangga tidak perlu repot-repot untuk berbelanja atau memasak sendiri.


"Terima kasih, Bu. maaf karena saya sudah seringkali merepotkan kalian semua. Tapi Saya berjanji semoga saja pernikahan Saya yang kedua ini akan berjalan langgeng tidak seperti dulu lagi." jawab wanita itu yang sudah selesai di rias.


Sekarang hanya tinggal menunggu Dokter Reza untuk melakukan ijab Kabul sebagai pengikat mereka menjadi suami istri yang halal.


"Pasti, Nak. Ibu sangat yakin kalau kali ini kamu tidak akan gagal lagi seperti sebelumnya, karena Dokter Reza sangat mencintaimu."


"Semoga saja, Bu." Thalita menggangguk kan kepala yang disertai senyum manisnya, karena dia memanglah gadis yang sangat cantik.

__ADS_1


"Apakah Riko belum ada di luar, Bu?" tanya wanita untuk menghilangkan rasa gugupnya.


"Belum ada! Mungkin sebentar lagi dia akan datang. Lagian calon suamimu juga katanya sudah dalam perjalanan bersama rombongannya." jawab wanita paruh bayangan itu lagi. Sekarang di dalam kamar tersebut hanya ada dia sendiri, dua orang perias dan Thalita.


"Syukurlah jika mereka sudah berada di dalam perjalanan, karena jujur saja Bu, Saya sangat takut bila tiba-tiba saja Adriel datang untuk mengacaukan acara ini." ungkap Thalita yang sangat takut pada ancaman mantan suaminya yang saat ini ternyata dalam keadaan mabuk berat di sebuah Club malam.


"Tidak apa-apa! Banyak para tetangga kita yang akan menjaga keamanannya. Adriel tidak akan bisa menggagalkan pernikahan kamu dan Dokter Reza. Salahnya sendiri, suruh siapa sudah punya istri tapi masih membawa perempuan lain tinggal di rumahnya." omel wanita itu ikut geram melihat berita tentang kandasnya rumah tangga Tahlita dan Adriel yang disebabkan oleh orang ketiga, karena jika Tahlita sendiri mana mungkin menceritakan hal tersebut pada tetangga maupun yang lainnya.


Di saat mereka masih mengobrol, tahu-tahunya pintu kamar Tahlita kembali dibuka dengan pelan. Oleh salah satu tetangganya juga.


"Bu Rosa, pengantin wanitanya sudah disuruh keluar sekarang, karena mempelai pria dan keluarganya yang lain sudah datang. Acara intinya akan segera dilakukan." ucapnya memberikan laporan terlebih dahulu pada wanita paruh baya tadi.


"Baguslah! Kalau begitu Nak Tahlita ayo kita keluar sekarang. Biar ibu yang menemanimu."ajak ibu Rosa yang diiyakan oleh Thalita, karena dia memang ingin cepat-cepat acaranya selesai.


"Selamat tinggal Adriel, semoga kamu menemukan kebahagiaanmu sendiri. Maafkan aku karena tidak bisa memenuhi keinginanmu yang mengajak rujuk kembali. Kaca yang sudah retak, meskipun bisa direkat kembali, maka tetap saja akan meninggalkan cacatnya. Begitu pula dengan hatiku yang sudah berulang kali kamu sakiti,"


Gumam Tahlita sambil berjalan keluar untuk menemui calon suaminya. Laki-laki yang akan menjadi masa depannya setelah ini.


... BERSAMBUNG... ...

__ADS_1


__ADS_2