Mahligai Cinta Yang Tergoyah

Mahligai Cinta Yang Tergoyah
Tidak Perlu Merubah Apapun.


__ADS_3

πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


...HAPPY READING......


.


.


"Baiklah jika begitu, aku benar-benar akan menikahinya," kata Adriel sebelum masuk kedalam kamar mandi.


"Mau aku berkata apapun tidak ada gunanya, Adriel. Kau tetap hanya memandang ku sebelah mata." gumam Thalita tersenyum paksa. Untuk membuktikan bahwa dia baik-baik saja.


Tttttddd!


Tttttddd!


"Ck, setelah dua hari tidak ada kabar. Malam ini baru menelepon ku," decak Thalita menggeser tombol hijau pada layar ponselnya. Lalu ia membuka pintu balkon dan menutupnya lagi. Agar Adrie tidak tahu jika dirinya berada di sana.


πŸ“±Reza : "Beby... kenapa kamu hanya diam saja?" goda Dokter Reza yang tahu pasti Thalita marah padanya yang tidak bisa dihubungi selama dua hari.


πŸ“± Thalita : "Tidak usah merayuku dengan kata-kata yang menggelikan. Aku masih marah padamu," kata gadis itu duduk di ayunan sambil menatap bintang dan bulan yang berjauhan.


Entah hanya kebetulan atau bagaimana. Sehingga ada satu bintang yang jauh dari bulan. Sedangkan bintang satunya lagi sangat dekat dengan bulan. Keduanya seperti pasangan yang menyerupai. Dia sendiri, Adriel dan Faranisa.


Bintang yang sendiri itu seperti dirinya. Sehingga meskipun dia bersinar memiliki cahaya terang. Namun, sudah hilang di telan oleh gelapnya malam.


πŸ“± Reza : "Hei... apakah Thalita ku sedang ada masalah? kenapa pengantin baru sudah galau?" berbagai pertanyaan langsung di todong oleh Dokter Reza. Dia sangat tahu seperti apa sahabatnya yang memiliki sifat ceria. Biasanya bila di goda, maka Thalita juga akan kembali mengoda dirinya.


πŸ“± Reza : "Tha, ada apa? Huem? Ceritakan padaku," lanjut Dokter Reza yang malah mendengar isakan kecil dari sebrang sana.


πŸ“± Reza : "Apakah Adriel berbuat kasar padamu? Jangan membuatku bingung, karena aku tidak bisa menebaknya," kembali bertanya yang belum juga dijawab.

__ADS_1


πŸ“± Thalita : "Re... apakah aku salah bila mencintai Adriel? Tolong jelaskan padaku, dimana letak kekurangan ku. Agar aku bisa merubahnya," bukannya menjawab. Namun, Thalita balik mempertanyakan kekurangan nya.


πŸ“± Reza : "Dirimu tidak salah, hanya Adriel saja yang bodoh." jawab Dokter Reza mengepalkan satu tangannya seperti sebuah pukulan. Jadi dugaannya benar, Thalita menangis gara-gara suaminya.


πŸ“± Thalita : "Lalu di mana letak kekurangan ku? Tolong jawab dengan jujur, agar aku bisa merubahnya. Supaya Adriel bisa menyukaiku."


πŸ“± Reza : "Menurut ku, kamu tidak memiliki kekurangan. Jangan pernah merubah dirimu hanya karena seseorang, Tha. Sebab menurut kita sempurna, belum tentu untuk orang lain. Apalagi bila dia tidak bisa menghargai mu," seru Dokter Reza marah mendengar Thalita ingin merubah kekurangannya hanya karena laki-laki seperti Adriel.


πŸ“± Thalita : "Lalu aku harus bagaimana, Re? Apa yang harus aku lakukan? Tolong katakan padaku?" ujar gadis itu masih terisak. Dia sudah biasa menangis dihadapan Reza maupun Riko.


Kedua pemuda yang sama-sama memiliki perasaan terhadapnya. Namun, sayang nya sampai saat ini Thalita tidak mengetahui hal tersebut. Dia mengira keduanya hanya menyanyangi sebagai seorang sahabat.


πŸ“± Reza : "Kamu tidak perlu merubah apapun untuk Adriel. Cukup jadilah dirimu sendiri dan... bila dia memang tidak bisa menerima dirimu, buat apa dipertahankan,"


πŸ“± Thalita : "Iya, aku juga akan berhenti bila memang tidak bisa membuatnya berpaling padaku. Namun, aku ingin berusaha untuk mendapatkan cintaku, Re," lirih Thalita sambil sesekali melihat kearah pintu. Takutnya Adriel menyusul ke sana.


πŸ“± Reza : "Jika kamu ingin mencobanya, cukup menjadi seorang istri yang baik. Tidak perlu merubah kepribadian dan juga kekurangan mu," Reza terdiam sejenak. Lalu kembali berkata.


πŸ“± Reza : "Manusia memiliki sifat yang berubah-ubah, Tha. Bila kamu merubah penampilan karena ingin menyerupai Fara, maka sama saja kamu sedang membohongi diri sendiri. Sampai kapanpun, Adriel menyukaimu hanya karena kamu mirip dengan penampilan kekasihnya. Apa kamu mau seperti itu?"


"Astaga! Apa yang aku pikirkan, apa yang dikatakan Reza benar." gumam Thalita sambil mendengar Reza menasehatinya.


πŸ“±Reza : "Akan tetapi bila dia menyukaimu karena kamu adalah istrinya. Cinta kalian pasti akan berakhir indah." nasehat Dokter Reza yang tidak mau melihat dan mendengar Thalita kembali terluka karena ingin merubah kekurangan yang ia miliki.


πŸ“± Thalita : "Reza, terima kasih, terima kasih karena kamu sudah mau mengingatkan aku. Jika tidak, mungkin aku akan melakukan hal konyol." jujur Thalita baru menyadari apa yang sudah dia pertanyakan tadi.


πŸ“± Reza : "Tidak perlu berterima kasih, aku berkata seperti itu karena tidak mau kamu terluka untuk kedua kalinya. Lagian jika benar dia mencintaimu, tidak harus melihat kesempurnaan pasangan kita saja. Harus menerima setiap kekurangannya. Itulah yang dinamakan cinta," tersenyum sendiri.


Meskipun Reza belum pernah berpacaran. Namun, dia tahu banyak cara menghargai dan membahagiakan pasangannya.


πŸ“± Thalita : "Reza sayang, nampaknya saat tinggal di luar negeri. Kamu sudah memiliki pasangan. Sehingga semua kata-kata mu membuat aku sadar," tawa Tahlita kembali mendapatkan kepercayaan dirinya lagi.

__ADS_1


Sebab apa yang dikatakan oleh sahabatnya adalah benar. Jika benar Adriel menyukainya, maka harus bisa menerima segala kekurangan yang ia miliki.


πŸ“± Reza : "Aku belum pernah memiliki pasangan. Tapi aku memiliki gadis yang aku cintai," Reza ikut tersenyum meskipun mereka berdua berjauhan.


πŸ“± Thalita : "Baiklah! Aku selalu percaya pada ucapan mu. Sekarang ayo katakan, kamu pergi kemana saja. Kenapa selama dua hari ini hilang tidak ada kabar?" setelah dirinya curhat dan merasa lebih baik.


Barulah Thalita menanyakan keberadaan sahabatnya yang tidak bisa dihubungi selama dua hari ini.


πŸ“± Reza : "Ck, setelah berbagi masalah percintaan mu. Masih juga menanyakan kenapa aku hilang tidak ada kabar," decak Reza terdengar seperti orang marah. Namun, ucapan dan kenyataan berbeda jauh.


Dia justru lagi tersenyum lebar melihat kearah ponsel. Dalam seperkian detik, pemuda itu merubah panggilan mereka menjadi VC. Sehingga dia dapat melihat wajah Thalita yang masih sembab.


πŸ“± Thalita : "Kenapa malah tersenyum, apakah kamu lagi mengejekku?" seru Thalita menyembunyikan wajahnya diantara kedua kakinya yang ia tekuk keatas.


πŸ“± Reza : "Tidak ada, aku tersenyum karena melihat mu bertambah jelek karena mengisi Adriel." goda Dokter Reza merasa gemas pada sang sahabat.


πŸ“± Reza : "Tha," panggilnya singkat. Sehingga membuat Thalita melihat kearah ponsel yang dia letakan pada bantal sofa.


πŸ“± Thalita : "Huem, apa? Apakah kamu tetap tidak mau bilang dua hari ini pergi kemana?" sahut gadis itu duduk seperti semula dan tidak menyembunyikan wajahnya lagi.


πŸ“± Reza : "Iya, itulah yang mau aku sampaikan. Dua hari ini aku pergi seminar di luar kota. Soalnya namaku masih tertera di rumah sakit swasta sebelum aku membuka praktek sendiri," tutur dokter tersebut. Kebetulan dia juga ingin menenangkan hatinya yang di tinggal menikah oleh Thalita. Gadis yang dia cintai semenjak mereka sekolah menengah atas.


πŸ“± Thalita : "Syukurlah! Aku kira kamu hilang tidak ada kabar seperti beberapa tahun lalu,"


πŸ“± Reza : "Tidak, hal seperti itu tidak akan terjadi lagi. Jujur aku sangat menyesal kehilangan ponsel yang membuat kita putus hubungan. Andai saja kita masih terus berhubungan, mungkin aku tidak akan pernah kehilangan...."


πŸ“± Thalita : "Kehilangan apa?" tanya gadis itu penasaran, karena Adriel tidak melanjutkan ucapannya lagi.


πŸ“± Reza : "Agh, bukan apa-apa! Tidak usah dipikirkan. Bagaimana dengan pekerjaanmu di perusahaan. Apakah sudah mulai bekerja lagi atau belum?" kilah Dokter Reza yang tidak mungkin mengatakan sejujurnya. jika saja mereka masih terus berhubungan sejak dulu, maka dia tidak akan pernah kehilangan Thalita.


Namun, semuanya sudah terlambat, begitu dia bertemu dengan gadis itu lagi. Ternyata Thalita sudah mau menikah dalam waktu kurang lebih tiga minggu lagi.

__ADS_1


Merasa nyaman saling bercerita masalah apa saja yang mereka lewati. Thalita sampai lupa untuk ikut makan malam bersama suami dan mertuanya. Sehingga membuat Adriel mengelilingi rumah mewah mereka untuk mencari keberadaan sang istri.


...BERSAMBUNG......


__ADS_2