
💐💐💐💐💐💐
...HAPPY READING......
.
.
"Tha, aku sangat mencintaimu," ucap Dokter Reza dengan mesra. Sehingga membuat Adriel yang mendengarnya mengepalkan tangannya erat.
Tok!
Tok!
Suara pintu mobil yang diketuk kasar oleh Adriel. Si duda perjaka, tapi nasib buruknya dia benar-benar mendapatkan gadis yang seperti janda.
"Adriel," gumam Thalita melihat keluar dari mobil mewah Dokter Reza yang saat ini sudah menjadi calon suaminya.
__ADS_1
"Adriel, ada apa?" tanya Dokter Reza seakan-akan lelaki yang berada di luar mobilya bukanlah mantan suami Thalita.
"Aku ada perlu denganmu," jawab Adriel berapi-api menahan rasa cemburunya. Sehingga membuat dokter itu menyugikkan senyumannya. Soalnya dia sudah tahu hal tersebut akan terjadi
"Iya, tunggu sebentar! Aku lagi bicara dengan calon istriku." jawab Dokter Reza hendak turun dari mobil. Namun, tangannya sudah di tahan oleh Thalita.
"Re, biarkan saja dia. Aku akan mengurusnya. Kamu pulang saja, nanti sore jemput aku tepat waktu." cegah Thalita karena melihat cara bicara Adriel yang tidak sopan membuat dia sadar, bahwa akan terjadi pertengkaran bila dibiarkan.
"Tapi sayang, bagaimana bila---"
"Re, aku sudah memilih dirimu untuk menjadi pendamping hidupku. Percayalah, bahwa aku bisa menyelesaikan semuanya. Aku Akan baik-baik saja." sela wanita itu yang bisa menangkap rasa khawatir di wajah tunangannya.
Sebetulnya dia memang sudah berniat untuk menemui Adriel. Untuk membicarakan agar pemuda itu jangan menemui Thalita lagi. Akan tetapi ternyata Adriel yang lebih dulu menemuinya.
"Re, keluar kamu. Jangan jadi pengecut! Aku ingin bicara denganmu." seru Adriel merasa tertantang mendengar ucapan saingannya.
"Reza... aku mohon pulanglah! Aku akan menemuinya, dia hanya ada urusan dengan ku. Bukan dengan mu," mohon Thalita sebelum keluar dari mobil. Lalu dia menatap tajam Adriel yang ingin berjalan mendekat padanya.
__ADS_1
"Tha, aku mau bicara sama Reza. Kamu masuk saja," ucap Adriel karena tidak mau bertengkar dengan Thalita.
Entah mengapa hari ini, Adriel baru merasakan tidak mau bertengkar dengan Thalita lagi. Tidak seperti biasanya yang selalu mencari masalah.
"Apa yang mau kamu bicarakan dengan nya? Jika kamu mau bicara tentang masalah lain, maka bicaralah. Namun, bila ingin bicara masalah yang berhubungan denganku. Maka itu tidak ada hubungannya dengan Reza," jawab Thalita menahan geram pada sang mantan.
"Aku mau bicara padanya yang sudah merebut mu dariku." perkataan Adriel langsung membuat Thalita tertawa sumbang.
"Haa...ha.." tertawa lalu langsung berhenti. "Apakah aku tidak salah dengar? Kamu lagi mabuk, atau memang memiliki dendam denganku, Adriel." tanya Thalita yang membuat mantan suaminya terdiam. Tidak bisa berkata apa-apa.
"Re, pulanglah! Nanti jemput aku tepat waktu. Sepertinya pilihanmu yang ingin mempercepat pernikahan kita sangat tepat," ujar wanita itu tiba-tiba merasa tertantang untuk mempercepat pernikahan mereka.
"Huem, aku pulang dulu. Bila ada apa-apa, segera hubungi aku," jawab dokter muda itu yang belum juga pulang karena khawatir dan takut bila Thalita kembali pada Adriel.
Namun, setelah mendengar pertengkaran kedua mantan tersebut. Membuat Dokter Reza lega, karena dari nada bicara Thalita pada Adriel. Tidak ada tanda-tanda bahwa gadis itu masih mencintai Adriel.
"Ck, kau pikir aku akan menyakiti Thalita? Dia dan aku sudah bersama sejak kecil. Sedangkan kau, hanya temannya saat sekolah menengah atas saja." decak Adriel karena Dokter Reza tidak keluar dari dalam mobilnya.
__ADS_1
... BERSAMBUNG......